Peran Nutrigenomik dalam Program Diet
Logo BeritaSatu

Peran Nutrigenomik dalam Program Diet

Minggu, 7 Maret 2021 | 14:54 WIB
Oleh : Indah Handayani / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bagi orang awam masih banyak yang belum mengetahui apa itu nutrigenomik dan peran penting nutrigenomik bagi kehidupan umat manusia. Salah satunya adalah peran dalam menentukan program diet seseorang.

Dokter spesialis gizi klinik Siloam Hospitals Yogyakarta Dr Noviani SpGk menjelaskan Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor genetik dengan nutrisi yang memiliki komposisi spesifik dan yang mampu menginduksi ekspresi gen dalam tubuh. Nutrigenomik merupakan aplikasi genomik dalam pengembangan teknologi baru, seperti transkriptomik, proteomik, metabolomik, dan epigenomik berbasis pada analisis fungsi gen dan ekspresinya

Dokter Noviani menambahkan nutrigenomik merupakan suatu studi ilmiah yang mempelajari mengenai dinamika, regulasi dan cara dari suatu gen spesifik berinteraksi dengan suatu senyawa atau bioaktif pada suatu makanan tertentu. Menurut Hippocrates, makanan akan diubah menjadi informasi genetik yang diekspresikan sehingga memberikan profil metabolisme yang berbeda yang akan berdampak pada pola makan dan kesehatan.

"Saat ini sudah ada teknologi baru yang menjelaskan kebutuhan gizi seseorang dapat dilihat dari genetiknya, dengan tujuan agar dapat memberikan terapi gizi yang lebih disesuaikan untuk masing masing pasien. Jadi polanya bisa diketahui dengan lebih spesifik,” ungkap dr Noviani melalui Instagram Live, Sabtu (6/3/2021).

Menurut dr. Noviani, perbedaan nutrigenetik dan nutrigenomik adalah nutrigenetik lebih ke arah apa yang terjadi pada tubuh yang dipengaruhi oleh gen. Contohnya, ada dua orang yang berbeda, dengan pola makan dan olah raga yang sama, tetapi yang satu gemuk dan yang satunya tetap berat badan ideal. Itu karena faktor genetik. Genetik yang mempengaruhi kesehatan seseorang, bagaimana respon genetik terhadap makanan. Sedangkan pada nutrigenomik, lebih pada pola makan mempengaruhi kesehatan.

"Contohnya, jika makan banyak mengkonsumsi minyak, santan, gula dan tepung, maka kesehatannya akan mengalami gangguan pada periode tertentu ke depannya,” paparnya.

Dokter Noviani menambahkan prosedur pengambilan sampel dari nutrigenomik adalah melalui darah atau air liur dari pasien. Di masa pandemi ini sebagian lebih memilih pemeriksaan melalui darah, namun tidak jarang juga memilih pemeriksaan lewat air liur dengan alasan lebih lengkap karena meliputi pemeriksaan hormonal. “Untuk saat ini hasil pemeriksaan dikirim ke Jakarta atau Kanada, untuk lamanya pemeriksaan bisa berlangsung sampai satu bulan. Ini karena yang dilihat bukanlah sel melainkan genetik," ucapnya.

Lebih lanjut dr Noviani mengatakan melalui pemeriksaan tersebut seseorang akan dapat lebih mengetahui kebiasaan seseorang, utamanya terkait dgn pola makan, resiko terkena penyakit metabolik non infeksi, juga kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme seperti dari vitamin A,B,C,D,E dan beberapa mineral. Mengacu pada kondisi pandemi saat ini, masyarakat banyak yang mengkonsumsi vitamin atau suplemen dosis tinggi untuk menjaga kondisi tubuhnya. Terlebih, ada beberapa suplemen yang tidak larut dalam air, seperti vitamin D, E, yang akan terakumulasi di dalam tubuh dan berefek negatif jika dikonsumsi berlebihan.

“Efek negatif dari konsumsi suplemen berlebihan, seperti pada gen tertentu, vitamin E jika dikonsumsi berlebihan akan berakibat risiko terkena kanker. Itu bisa diketahui melalui pemeriksaan nutrigenomik,” tambahnya.

Selain itu, dr Noviarni menambahkan dengan adanya pemeriksaan nutrigenomik, pasien bisa mengetahui pola genetiknya, mulai dari kecenderungan mengalami obesitas, kebiasaan mengemil, kesukaan terhadap rasa manis, makanan berlemak, olah raga yang sesuai, motivasi olahraganya, resiko cedera saat olahraga, apakah gizi bisa dipenuhi melalui makanan atau suplemen dari faktor genetiknya. Pemeriksaan nutrigenomik lebih memungkinkan untuk mencapai target keberhasilan penurunan berat badan yang sesungguhnya, yaitu peningkatan berat badan hanya sekitar 3 kg dalam 2 tahun.

“Karena tidak akan ada gunanya kalau kita turun puluhan kilogram tapi dalam waktu singkat berat badan naik kembali. Pemeriksaan nutrigenomik ini cukup dilakukan sekali untuk seterusnya," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siloam Hospitals Group Dukung Vaksinasi Lansia DKI Jakarta

“Oleh karena itu, Siloam siap mendukung setiap program pemerintah demi Indonesia yang lebih sehat dan baik,” ungkap dr Harijanto

KESEHATAN | 7 Maret 2021

Prihatin Vaksinasi Baru Capai 10%, Gubernur Babel Bentuk Tim Percepatan

Beberapa pihak lambat merespons dan mengabaikan percepatan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

KESEHATAN | 7 Maret 2021

Kemkes: Masih Ada Masyarakat yang Tak Mau Dilacak

Nantinya mereka didukung unsur lainnya seperti para kader untuk dikerahkan membantu tracing penyebaran Covid-19 di masyarakat.

KESEHATAN | 7 Maret 2021

Lagi, Seorang Dokter Meninggal Terinfeksi Covid-19

dr Rizqan Imam Noor bertugas di Puskesmas Muara Rapak sejak tahun 2015.

KESEHATAN | 7 Maret 2021

Pasien Penyakit Ginjal Kronis Direkomendasikan untuk Divaksinasi Covid-19

PB PAPD merekomendasikan agar para pasien penyakit ginjal kronis dapat divaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

20.000 Karyawan Angkasa Pura II Divaksinasi Covid-19

Program vaksinasi terhadap seluruh karyawan Angkasa Pura II akan tuntas pada akhir Maret 2021 atau minggu pertama April 2021.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Pimpinan BPK Ikuti Vaksinasi Covid-19

Ketua BPK Agung Firman Sampurna bersama pimpinan BPK lainnya menjalani vaksinasi Covid-19 di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Jumat (5/3/2021).

KESEHATAN | 6 Maret 2021

3,13% Petugas Pelayanan Publik Sudah Divaksinasi

Perkembangan vaksinasi Covid-19 tahap II dosis pertama per Sabtu (6/3/2021) sudah menyasar 3,13% untuk petugas pelayanan publik.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Guardian Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis

Guardian selalu menjadikan konsumen sebagai prioritas utama.

KESEHATAN | 6 Maret 2021

Ini Tantangan Program JKN-KIS di Mata Dirut Baru

Menurut Ali Ghufron Mukti, pandemi Covid-19 mengubah sendi kehidupan termasuk pola penyakit dan pola pengobatan.

KESEHATAN | 6 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS