Stunting Dikhawatirkan Meningkat di Masa Pandemi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Stunting Dikhawatirkan Meningkat di Masa Pandemi

Selasa, 9 Maret 2021 | 15:40 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan, prevalensi stunting dikhawatirkan meningkat di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita pada tahun 2019, prevalensi stunting mencapai 27,67%. Angka ini jauh dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengharapkan prevalensi stunting menurun menjadi 14% di tahun 2024.

“Saat ini, (kita berada di) 27,67% sebagai pendekat ukuran stunting. Tetapi, beberapa ahli mengkhawatirkan di masa pandemi ini, (prevalensi stunting) akan meningkat karena berbagai macam masalah,” kata Hasto dalam acara jumpa pers virtual, Selasa (9/3/2021).

Salah satu penyebab stunting adalah sakit yang berulang-ulang. Namun akibat pandemi, orang tua khawatir mengantarkan anaknya yang sakit ke rumah sakit karena takut tertular Covid-19.

“Ini juga terbukti dengan angka kematian bayi dan balita meningkat di tahun 2020. Sedangkan, angka kematian (mortalitas) yang meningkat pasti didahului dengan angka kesakitan (morbiditas) yang meningkat,” kata Hasto.

Kepala BKKBN mengibaratkan morbiditas dan mortalitas seperti fenomena gunung es.

“Mortalitas adalah puncak gunung es, sedangkan morbiditas bawah gunung es. Jika yang meninggal ada 10, kita khawatir di balik angka tersebut, ada 100 orang yang sakit,” ujar Hasto.

“Sehingga, kita bisa membenarkan kalau seandainya ada ahli yang menduga atau memproyeksikan angka stunting di akhir tahun 2020 menjadi 32,5%,” tambahnya.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018, lanjut Hasto, menunjukkan 22,6% bayi lahir dengan ukuran di bawah standar. Bayi yang lahir secara prematur juga menyentuh lebih dari 20%. Angka yang mengkhawatirkan ini mendorong BKKBN menerapkan pendekatan dari hulu. Yakni dengan memastikan kesehatan perempuan dan laki-laki yang mau menikah.

"BKKBN menyarankan atau screening bagi perempuan yang mau menikah untuk diperiksa tiga bulan sebelum (pernikahan)," ungkap Hasto.

Kepala BKKBN menyoroti hampir 43% perempuan yang ingin menikah mengalami anemia dengan hemogoblin atau Hb di bawah normal. Sedangkan, dibutuhkan 90 hari untuk meningkatkan Hb jika hanya meminum tablet penambah darah.

"Alangkah idealnya, 90 hari sebelum menikah tersebut, kita periksa dahulu Hbnya, berat badan, tinggi badan. Kemudian, dilihat status gizi dan anemia atau tidak," kata Hasto.

"Hari gini, tidak perlu ada petugas yang datang satu per satu. Perempuan yang menikah bisa diminta memeriksa berat badan dan tinggi badan sendiri. Kemudian, mereka bisa periksa HB ke puskesmas. Setelah itu, datanya di-input ke dalam aplikasi yang kemudian kita bisa menilai dan memberi masukan," tambahnya.

Hasto menambahkan sel sperma membutuhkan 75 hari untuk tumbuh. Untuk itu, ia menyarankan para laki-laki untuk juga memerhatikan asupan gizi dan gaya hidupnya.

"Laki-laki juga harus perbanyak konsumsi zinc dan vitamin C. Hindari rokok dan berendam di air hangat," ungkap Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kepala BPOM Pastikan Astrazeneca Tak Digunakan untuk Program Vaksinasi Gotong Royong

Penny mengatakan, sampai saat ini vaksin yang akan digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong adalah vaksin Sinopharm, Novavac, dan Moderna.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Insentif Petugas Contact Tracer Covid-19 Cair Hari Ini

Prasinta Dewi menyampaikan insentif telah ditransfer kepada petugas contact tracer di wilayah Aceh, Kalimantan Selatan dan Papua.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

BPOM: Efikasi Vaksin Astrazeneca 62%

Pemberian vaksin Astrazeneca dilakukan dua dosis dengan interval empat hingga 12 minggu.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kunjungi Bio Farma, BPOM Tinjau Keamanan Vaksin Astrazeneca

Vaksin Astrazeneca harus disimpan di suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Astrazeneca Klaim Vaksinnya Memiliki Kemanjuran 76% Tangkal Covid-19

Vaksin mengurangi penularan virus pada orang tanpa gejala secara signifikan hingga dua pertiga.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Libatkan 4.000 Relawan, Uji Klinis Vaksin Anhui Digelar di DKI dan Bandung

Target relawan kelompok umur 18 tahun ke atas (termasuk untuk usia diatas 59 tahun).

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Pemerintah Gandeng TNI-Polri dalam Vaksinasi, Sahroni: Sangat Dibutuhkan

Menurut Sahroni, pelibatan TNI dan Polri memang diperlukan untuk membantu Indonesia mempercepat tercapainya herd immunity.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Indonesia Negara Asia Pertama Terima Vaksin Skema Covax

Sewhan mengaku senang atas kedatangan dosis pertama vaksin Covid-19-19 Astrazeneca di Indonesia melalui Covax.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kejar Target Herd Immunity, Kecepatan Vaksinasi Covid-19 Terus Ditingkatkan

Menko Airlangga Hartarto berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa tuntas pada akhir 2021.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Doni Monardo: Tantangan Terbesar di Awal Penanganan Pandemi Covid-19 Adalah Masalah Data

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata data perlengkapan medis di Indonesia tidak tercatat secara lengkap.

KESEHATAN | 9 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS