BPOM: Vaksin Astrazeneca Didaftarkan lewat Dua Jalur
Logo BeritaSatu

BPOM: Vaksin Astrazeneca Didaftarkan lewat Dua Jalur

Selasa, 9 Maret 2021 | 16:35 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito mengatakan, untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19, pemerintah berupaya untuk mendapatkan sebanyak mungkin vaksin dengan berbagai jalur.

Salah satunya adalah jalur multilateral melalui Covax Facility dan pada Senin (8/3/2021) telah tiba di Indonesia vaksin Covid-19 Astrazeneca. Dengan begitu, vaksin Astrazeneca ini melalui proses pendaftar di BPOM melalui 2 jalur. Selain multilateral, pemerintah juga mendaftarkan Astrazeneca dalam jalur bilateral.

“Vaksin Astrazeneca didaftarkan ke BPOM melalui 2 jalur, yaitu jalur bilateral oleh PT. Astrazeneca Indonesia dan jalur multilateral melalui mekanisme Covax Facility yang didaftarkan oleh PT. Bio Farma,” papar Penny pada konferensi pers tentang Penerbitan Emergency Use Authorization Vaksin AstraZeneca secara daring, Selasa (9/3/2021).

Penny menyebutkan, untuk vaksin Astrazeneca jalur multilateral, proses pemasukan juga telah disetujui oleh BPOM dan terbitnya surat pemasukan vaksin secara khusus atau special access scheme (SAS) untuk tahap awal. Sebagaimana diketahui, pada tahap awal ini, jumlah vaksin Astrazeneca sudah didatangkan sebanyak 1.113.600 dosis.

Selanjutnya, Penny menyebutkan, vaksin Astrazeneca yang diperoleh Indonesia melalui mekanisme Covax Facility ini diproduksi oleh SK Bioscience Co. Ltd., Korea, dan telah masuk dalam daftar yang disetujui oleh WHO Emergency Use Listing.

Sementara vaksin Astrazeneca yang didaftarkan melalui jalur bilateral adalah produksi Astrazeneca Eropa dan Siam Bio Science Thailand. Akan tetapi, karena fasilitas produksinya berbeda, BPOM melakukan evaluasi kembali untuk memastikan apakah khasiat, keamanan, dan mutunya sesuai atau tidak.

“BPOM telah melakukan proses evaluasi untuk keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin Astrazeneca tersebut. Proses evaluasi dilakukan bersama-sama dengan Tim Ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization, red), dan Klinisi terkait lainnya,” jelas Penny.

Penny menyebutkan, vaksin Astrazeneca merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford University bekerja sama dengan Astrazeneca menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (ChAdOx 1).

Selanjutnya untuk menjaga keamanan vaksin Astrazeneca dari Covac, Penny menyebutkan, seluruh vaksin Astrazeneca ini langsung dikirim untuk simpan di gudang PT Bio Farma Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Sebagai informasi, sejauh ini dalam rangka pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Penny menyebutkan, sudah terdapat tiga jenis vaksin yang memperoleh emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Adapun ketiga jenis vaksin tersebut adalah:

  1. Vaksin Corona Vac produksi Sinovac yang pertama kali mendapatkan EUA pada 11 Januari 2021.
  2. Vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma pada 16 Februari 2021
  3. Vaksin Astrazeneca pada 22 Februari 2021.

“Kita juga sama-sama menyadari bahwa program vaksinasi ini memang perlu segera adanya percepatan dan membutuhkan semakin banyaknya vaksin yang bisa tersedia sehingga bisa segera dilakukan secara kontinyu agar herd immunity bisa kita capai secepatnya,” kata Penny.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Stunting Dikhawatirkan Meningkat di Masa Pandemi

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan prevalensi stunting dikhawatirkan meningkat akibat pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kepala BPOM Pastikan Astrazeneca Tak Digunakan untuk Program Vaksinasi Gotong Royong

Penny mengatakan, sampai saat ini vaksin yang akan digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong adalah vaksin Sinopharm, Novavac, dan Moderna.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Insentif Petugas Contact Tracer Covid-19 Cair Hari Ini

Prasinta Dewi menyampaikan insentif telah ditransfer kepada petugas contact tracer di wilayah Aceh, Kalimantan Selatan dan Papua.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

BPOM: Efikasi Vaksin Astrazeneca 62%

Pemberian vaksin Astrazeneca dilakukan dua dosis dengan interval empat hingga 12 minggu.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kunjungi Bio Farma, BPOM Tinjau Keamanan Vaksin Astrazeneca

Vaksin Astrazeneca harus disimpan di suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Astrazeneca Klaim Vaksinnya Memiliki Kemanjuran 76% Tangkal Covid-19

Vaksin mengurangi penularan virus pada orang tanpa gejala secara signifikan hingga dua pertiga.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Libatkan 4.000 Relawan, Uji Klinis Vaksin Anhui Digelar di DKI dan Bandung

Target relawan kelompok umur 18 tahun ke atas (termasuk untuk usia diatas 59 tahun).

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Pemerintah Gandeng TNI-Polri dalam Vaksinasi, Sahroni: Sangat Dibutuhkan

Menurut Sahroni, pelibatan TNI dan Polri memang diperlukan untuk membantu Indonesia mempercepat tercapainya herd immunity.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Indonesia Negara Asia Pertama Terima Vaksin Skema Covax

Sewhan mengaku senang atas kedatangan dosis pertama vaksin Covid-19-19 Astrazeneca di Indonesia melalui Covax.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kejar Target Herd Immunity, Kecepatan Vaksinasi Covid-19 Terus Ditingkatkan

Menko Airlangga Hartarto berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa tuntas pada akhir 2021.

KESEHATAN | 9 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS