Kemkes Tetap Distribusikan Vaksin Astrazeneca Waktunya 2-3 Minggu Lagi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes Tetap Distribusikan Vaksin Astrazeneca Waktunya 2-3 Minggu Lagi

Selasa, 16 Maret 2021 | 18:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM

Jakarta, Beritasatu.comKementerian Kesehatan (Kemkes) menyatakan tidak membatalkan distribusi vaksin Covid-19 dari Astrazeneca melainkan hanya menundanya demi prinsip kehati-hatian setelah laporan terjadinya efek samping di beberapa negara Eropa. Kemkes akan mendistribusikan vaksin Astrazeneca dalam dua atau tiga minggu lagi.

“Dua atau tiga minggu lagi setelah semua proses quality control, pengepakan, dan persiapan distribusi akan selesai. Tapi dalam range 2-3 minggu memungkinkan bisa dilakukan percepatan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi, menjawab pertanyaan Beritasatu.com, dalam konferensi pers, Selasa (16/3/2021).

Nadia mengatakan pemerintah memutuskan menunda distribusi vaksin Astrazeneca karena semata-mata menerima laporan efek samping penggumpalan dari dari penyuntikan vaksin tersebut. Namun, Nadia menyebut jumlah kasus penggumpalan darah sangat minim, yaitu dari 17 juta orang yang menerima vaksin Astrazeneca hanya terjadi 40 kasus penggumpalan darah.

“Jadi sebenarnya kasusnya sangat kecil, dan kedua, sebenarnya tidak ada hubungannya pada vaksin Astrazeneca,” ujar Nadia.

Nadia mengatakan pihaknya juga sudah menerima klarifikasi pada 11 Maret 2021 dari European Medicines Agency (EMA), selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Eropa, dan Medicines & Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) atau BPOM Inggris, yang menyatakan tidak ada hubungan antara terjadinya penggumpalan darah dan penyuntikan vaksin Astrazeneca.

Namun, demi kehati-hatian, Kemkes mengikuti arahan BPOM untuk melakukan pengecekan sekali lagi dalam rangka menjamin mutu atau kualitas vaksin Astrazeneca. Saat ini, BPOM bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan para ahli sedang melihat kembali, salah satunya terkait kriteria penerima vaksin yang ditujukan untuk penggunaan vaksin dari Sinovac dan Bio Farma.

“Apakah ini akan sama kriterianya dengan vaksin yang akan digunakan dari Astrazeneca. Kita menunggu proses ini sambil pengecekan secara fisik, quality control apakah ada vial (botol) yang rusak, kemasan kondisi tidak baik, dan lainnya,” kata Nadia.

Nadia menambahkan penundaan vaksin Astrazeneca dilakukan oleh 10-11 negara, namun penundaan itu bersifat sementara bukan membatalkan pemberian vaksin tersebut di negaranya. Bahkan, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha juga sudah menerima vaksin Astrazeneca setelah menunda pada Jumat (12/3/2021).

“Negara yang menunda bukan kemudian membatalkan pemberian vaksinasi Astrazeneca di negaranya, tapi menunda sementara sampai kemudian mendapatkan informasi lebih jelas baik dari BPOM di Eropa, di negara-negara tersebut, maupun dari WHO,” kata Nadia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan penundaan implementasi vaksinasi Covid-19 dari Astrazeneca karena akan melakukan evaluasi lebih lanjut setelah munculnya laporan efek samping dari vaksin tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

4.468.951 Warga Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan melaporkan 4.468.951 warga Indonesia telah mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 sampai Selasa, (16/3/2021).

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Kemkes: Sertifikat Vaksinasi Tak Bisa Jadi Syarat untuk Pelaku Perjalanan

Arab Saudi kemungkinan mencanangkan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat dalam perjalanan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Update Tes Covid-19: Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 75.626

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Selasa (16/3/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa adalah 75.626.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Minyak Angin Susi Pudjiastuti Curi Perhatian Warganet

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengoleskan minyak angin aromaterapi Plossa Mini pada bagian luar masker.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 5.414, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.430.458

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Selasa (16/3/2021), sebanyak 5.414. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.430.458.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Quicktest Berikan Layanan Tes Covid-19 Lebih Cepat

Quicktest memberikan pelayanan kesehatan dalam mendeteksi virus Covid-19 dengan dukungan teknologi RT-PCR model terbaru.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Meski Sudah Ada Vaksin Covid-19, Masyarakat Diimbau Tetap Jaga Kesehatan

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan masyarakat untuk terus menjaga kesehatan meskipun sudah ada vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Rencana Penambahan Sentra Vaksinasi Akan Percepat Program Vaksinasi Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir akan memperluas cakupan sentra vaksinasi di beberapa daerah yang membutuhkan percepatan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Awak Media Diminta Siapkan Diri untuk Vaksinasi Tahap Dua

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap 2 bagi insan pers digelar pada 16 dan 17 Maret 2021 pukul 08.00-16.00 WIB di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Riset: Susu Sapi A2 Dukung Imunitas dan Tekan Risiko Penyakit Serius

Kandungan proporsi beta-kasein A1 di dalam susu sapi di berbagai negara sangat bervariasi.

KESEHATAN | 16 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS