Ketua IDAI: Jika Salah Ditangani, Stunting Bisa Ciptakan Masalah Obesitas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketua IDAI: Jika Salah Ditangani, Stunting Bisa Ciptakan Masalah Obesitas

Selasa, 16 Maret 2021 | 18:38 WIB
Oleh : Indah Handayani / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr dr Aman B Pulungan SpA(K) FAAP FRCPI (Hon) mengatakan, banyak yang salah mengartikan stunting. Padahal, kesalahan persepsi tersebut akan berakibat fatal pada masyarakat, terutama masa depan anak-anak yang malah akan membuat mereka obesitas hingga menimbulkan berbagai penyakit degeneratif.

“Selama ini banyak yang salah persepsi mengenai stunting. Banyak yang beranggapan bahwa stunting itu adalah anak pendek. Padahal, tidak semua anak yang pendek dikatakan stunting. Pengertian yang benar dari stunting adalah mereka yang pendek dan juga mengalami malnutrisi atau kurus karena kekurangan nutrisi,” ungkapnya di sela virtual media gathering, Selasa (16/3/2021).

Menurut Aman, persepsi salah ini banyak berujung pada sasaran yang salah dalam mengentaskan stunting di Indonesia. Sebab, banyak yang menyamaratakan bahwa anak pendek sudah dipastikan stunting. Alhasil, anak-anak yang sebenarnya dalam kondisi gizi baik atau normal saja tapi tinggi badanya tidak sesuai dengan perkembangan seusianya juga diberikan penangan yang sama seperti stunting.

Hal ini malah akan membuat mereka mengalami obesitas. Mengingat, penanganan stunting adalah dengan pemberian makan yang bergizi untuk bisa memperbaiki kondisinya tersebut.

“Jika salah penanganan pada anak dengan kondisi gizinya baik atau normal ini malah akan menimbulkan persoalan baru bagi Indonesia dalam 20-30 tahun mendatang. Sebab, mereka berpotensi mengalami obesitas yang akan menimbulkan penyakit degeneratif. Ini akan menyebabkan lost generation bagi Indonesia di masa depan,” paparnya.

Aman menjelaskan, salah sasaran penanganan stunting inilah yang ia temukan dalam penelitiannya di Rampasasa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitiannya itu, ia menemukan bahwa anak-anak di sana tidak mengalami stunting walau mempunyai perawakan yang pendek.

Padahal, data sebelumnya menyebutkan daerah ini anak-anaknya banyak mengalami stunting. “Tubuh pendek yang dialami anak-anak tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dari orang tua mereka,” sebutnya.

Sebab, lanjut dia, lelaki dewasa pada kelompok pigmoid rampasasa mempunyai tinggi badan di bawah 150 cm, sedangkan tinggi badan perempuan dewasa di bawah 140 cm. Untuk itu, dalam menentukan stunting ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Misalnya saja, kondisi dari orang tuanya. Tidak hanya itu, dilihat pula apakah anak lahir dengan berat badan rendah dan kurang panjangnya. Ditambah lagi, lakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala secara rutin dan sesuaikan dengan kurva yang ada dalam buku KIA.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Tetap Distribusikan Vaksin Astrazeneca Waktunya 2-3 Minggu Lagi

“Jadi sebenarnya kasusnya sangat kecil, dan kedua, sebenarnya tidak ada hubungannya pada vaksin Astrazeneca,” ujar Nadia.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

4.468.951 Warga Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan melaporkan 4.468.951 warga Indonesia telah mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 sampai Selasa, (16/3/2021).

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Kemkes: Sertifikat Vaksinasi Tak Bisa Jadi Syarat untuk Pelaku Perjalanan

Arab Saudi kemungkinan mencanangkan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat dalam perjalanan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Update Tes Covid-19: Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 75.626

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Selasa (16/3/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa adalah 75.626.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Minyak Angin Susi Pudjiastuti Curi Perhatian Warganet

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengoleskan minyak angin aromaterapi Plossa Mini pada bagian luar masker.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 5.414, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.430.458

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Selasa (16/3/2021), sebanyak 5.414. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.430.458.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Quicktest Berikan Layanan Tes Covid-19 Lebih Cepat

Quicktest memberikan pelayanan kesehatan dalam mendeteksi virus Covid-19 dengan dukungan teknologi RT-PCR model terbaru.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Meski Sudah Ada Vaksin Covid-19, Masyarakat Diimbau Tetap Jaga Kesehatan

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan masyarakat untuk terus menjaga kesehatan meskipun sudah ada vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Rencana Penambahan Sentra Vaksinasi Akan Percepat Program Vaksinasi Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir akan memperluas cakupan sentra vaksinasi di beberapa daerah yang membutuhkan percepatan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021

Awak Media Diminta Siapkan Diri untuk Vaksinasi Tahap Dua

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap 2 bagi insan pers digelar pada 16 dan 17 Maret 2021 pukul 08.00-16.00 WIB di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan.

KESEHATAN | 16 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS