Mantan Presiden Bank Dunia: Saatnya Investasi di Sektor Tenaga Medis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mantan Presiden Bank Dunia: Saatnya Investasi di Sektor Tenaga Medis

Senin, 22 Maret 2021 | 12:54 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Vaksinasi yang sudah dilakukan dibanyak negara merupakan salah satu cara untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Namun, tidak ada jaminan apabila 70-80% penduduk di dunia sudah divaksinasi maka virus Covid-19 akan pergi begitu saja.

Karena itu, sekarang menjadi saat yang tepat untuk melakukan investasi di sektor tenaga medis publik agar bisa membantu mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Pakar kesehatan yang juga mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, komunitas lokal bisa mempunyai peranan penting dalam penanganan Covid-19.

“Warga lokal yang dipercaya oleh komunitas di wilayah itu bisa direkrut untuk melakukan contact tracing. Mereka juga bisa diberdayakan untuk melakukan distribusi vaksin. Ini untuk mengantisipasi apabila ada warga yang masih tidak mau divaksinasi. Mereka baru mau divakisinasi apabila proses tersebut dilakukan oleh orang yang mereka percaya. Jadi warga lokal bisa dijadikan sebagai tenaga medis,” kata Kim dalam diskusi virtual DBS Asian Insight dan IDE Katadata 2021, Senin (22/3/2021).

Kim mengatakan, Bank Dunia mempunyai cash transfer program. Program ini adalah memberikan uang kepada mereka yang tidak mampu namun untuk mendapatkan uang tersebut harus bersedia menerima pelatihan.

“Ini dilakukan di Haiti dan Rwanda, mereka yang menerima uang dari cash transfer program dilatih untuk bisa melakukan contact tracing terhadap warga yang terinfeksi Covid-19. Mereka juga bisa diminta untuk melakukan distribusi vaksin. Ini juga merupakan bentuk investasi di sektor publich health work force,” ujarnya.

Menurut Kim, program transfer uang tunai ini juga bisa menjadi stimulus ekonomi di masa pandemi. Karena, uang tunai yang diberikan kepada mereka yang kurang mampu akan dipakai untuk konsumsi. Ini akan membantu perekonomian negara tersebut.

Kim menambahkan, pandemi Covid-19 membuat semua negara harus mulai memperbanyak jumlah tenaga medis. Untuk mewujudkan hal tersebut, harus ada investasi di sektor tenaga medis.

“Kita tidak akan pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Apabila 70-80% warga di dunia sudah divaksinasi dan pandemi berakhir, maka itu harus kita rayakan. Namun, jangan lupa bahwa virus Covid-19 terus bermutasi dan mereka yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi oleh mutasi virus tersebut. Apabila skenario buruk ini terjadi maka kita akan mengulang lagi dari pertama,” jelasnya.

Kim juga menyarankan vaksinasi tidak hanya dilakukan berdasarkan usia tetapi dari wilayah yang paling banyak terdapat kasus positif. Menurut dia, hal itu jauh lebih efektif dalam meredam penyebaran Covid-19.

“Jadi, apabila ada satu wilayah yang mempunyai banyak kasus positif, maka wilayah itu dan area di sekitarnya harus menjadi prioritas dari program vaksinasi. Pada dasarnya virus Covid-19 ini mudah ditebak. Asal menerapkan testing, contact tracing, treatment, isolation dan quarantine maka penyebaran virus tersebut bisa dikontrol,” ungkapnya.

Kim menambahkan, pandemi Covid-19 berbeda dengan pandemi yang pernah terjadi sebelumnya. Ini karena virus Covid-19 sangat berbahaya dibandingkan Ebola atau SARS. Selain itu, mereka yang terinfeksi dan tidak memperlihatkan gejala tertentu bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Saat ini, sudah ada keajaiban yaitu dengan diproduksinya vaksin Covid-19 oleh sejumlah perusahaan farmasi. Namun, jumlah vaksin yang diproduksi masih belum mencukupi untuk memvaksinasi 70-80% penduduk dunia. Apabila perusahaan farmasi mampu meningkatkan produksi vaksin, bukan tidak mungkin pandemi Covid-19 bisa berakhir sebelum 2022.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunjungi Jatim, Jokowi Saksikan Vaksinasi dan Resmikan Infrastruktur

Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Mensesneg Pratikno.

KESEHATAN | 22 Maret 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 41.355

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Minggu (21/3/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa adalah 41.355.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

Jumlah Penerima Vaksinasi di Indonesia Hari Ini Torehkan Rekor

Jumlah penerima vaksinasi Covid-19 pada hari ini, Minggu (21/3/2021) mencapai rekor.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

IAKMI: Pemerintah Harus Larang Mudik Nasional

Pemerintah juga diminta untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi secara intens dengan daerah asal dan daerah tujuan mudik.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 4.396, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.460.184

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia Minggu (21/3/2021) sebanyak 4.396. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia jadi 1.460.184.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

Vaksinasi Harus Prioritaskan Nakes dan Lansia

Upaya vaksinasi akan berdampak besar jika pemerintah lebih memprioritaskan dua kelompok masyarakat.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

Diet Benar Jaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi

Diet yang benar merupakan pola pemenuhan gizi agar kekebalan pada tubuh tetap terjaga.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

Ini Manfaat Senam Diabetes

Meski sama seperti senam lainnya, senam diabetes akan memberikan manfaat kepada para penderita diabetes apabila dilakukan secara rutin.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

1,1 Juta Vaksin Astrazeneca Didistribusikan Mulai Besok

Masa simpan vaksin Astrazeneca sampai akhir Mei, sedangkan vaksin tersebut akan habis pada April 2021 atau sebelum berakhirnya masa simpan.

KESEHATAN | 21 Maret 2021

2,3 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua

Tenaga kesehatan yang sudah divaksin dosis pertama mencapai 98,41% atau 1.445.477, sedangkan yang sudah menerima dosis kedua 84,15% atau 1.235.842.

KESEHATAN | 21 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS