Tingkat Kebugaran Erat Kaitannya dengan Aktivitas Fisik
Logo BeritaSatu

Tingkat Kebugaran Erat Kaitannya dengan Aktivitas Fisik

Rabu, 7 April 2021 | 21:28 WIB
Oleh : Indah Handayani / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Tingkat kebugaran tubuh erat kaitannya dengan aktivitas fisik. Sayangnya, selama pandemi Covid-19 banyak yang malas melakukan aktivitas fisik dengan alasan hanya di rumah saja. Dengan demikian berpotensi mengalami penurunan kebugaran tubuh sehingga menjadi rentan terhadap penyakit, tak terkecuali terjangkit virus corona.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan menurut WHO, satu dari empat orang dewasa dan tiga dari empat remaja berusia 11-17 tahun tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang dianjurkan. Sementara di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, sebanyak 33,5% masyarakat kurang aktivitas fisik. Hasil pengukuran kebugaran jasmani yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada aparatur sipil negara (ASN), masyarakat umum dan jemaah calon haji menunjukkan bahwa sekitar 45% tingkat kebugaran jasmani masih kurang dan sebesar 44 % dalam kategori berat badan overweight dan obesitas.

“Tingkat kebugaran erat kaitannya dengan aktivitas fisik karena orang yang cukup melakukan aktivitas fisik maka tingkat kebugarannya akan baik,” ungkap Riskiyana di sela virtual media briefing Anline bertajuk "Membangun Hari yang Lebih Baik dan Sehat dengan Rutin Aktivitas Fisik", Rabu (7/4/2021).

Riskiyana menambahkan dalam situasi pandemi Covid-19 masyarakat dianjurkan menjalani aktivitas dari rumah saja. Hal ini memicu gaya hidup sedentari atau kebiasaan dalam hidup yang tidak melibatkan banyak aktivitas fisik. "Kita tahu bahwa gaya hidup sedentari berisiko menyebabkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya," kata dia.

Meskipun dalam situasi pandemi, kata dia, perilaku hidup sehat aktif harus tetap dilakukan karena investasi kesehatan jantung, paru dan kesehatan tulang, sejak usia dini penting untuk kesejahteraan secara menyeluruh di setiap tahapan kehidupan.

“Untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari 3 sampai 5 kali per minggu. Aktivitas fisik untuk melawan gaya hidup sedentari dapat dilakukan di mana saja, termasuk saat di rumah saja selama pandemi,” paparnya.

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Bagus Putu Putra Suryana mengatakan dalam penelitian lain menjelaskan bahwa masyarakat yang berolahraga rata-rata 92 menit per minggu atau 15 menit sehari, memiliki penurunan risiko penyebab kematian secara keseluruhan sebesar 14%, dan memiliki harapan hidup 3 tahun lebih lama. Sementara bagi individu yang tidak aktif, memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 17%. Saat melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, jantung akan terpacu untuk membawa oksigen dan nutrisi, serta meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke sendi dan tulang.

Apabila sirkulasi darah lancar, lanjut dia, pembagian oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh lebih optimal dan mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh, demi mencapai salah satu pilar utama dari 'Sehat, Aktif dan Bahagia' untuk mendapatkan kualitas hidup lebih baik. Seseorang harus aktif melakukan aktivitas fisik sejak dini serta konsumsi asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, sebagai investasi agar tulang cukup padat dan tetap optimal hingga hari tua. “Kurang bergerak (sedentari), kurang latihan fisik, atau olahraga tidak teratur juga akan mengurangi tekanan pada tulang sehingga mengurangi pembentukan tulang baru dan berakibat meningkatkan risiko tulang keropos atau osteoporosis,” tambahnya.

Sementara itu, Marketing Manager Anlene Fonterra Brands Indonesia Rhesya Agustine menambahkan selama lebih dari 20 tahun, Anlene bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Perosi selalu aktif mengedukasi masyarakat tentang kesehatan tulang, sendi, dan otot, termasuk kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’ yang diluncurkan tahun 2018 untuk mendukung program pemerintah melawan sedentari. Sejak awal pandemi, pihaknya selalu mendampingi masyarakat untuk tetap aktif bergerak di rumah melalui serangkaian kegiatan virtual, baik untuk dewasa maupun lansia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

"Gerakan Berikan Protein" Jadi Solusi Hidup Sehat dan Peluang Hilirisasi Olahan Perikanan

“Gerakan Berikan Protein” pada 6 April 2021 jadi solusi gaya hidup sehat sadar protein.

KESEHATAN | 7 April 2021

Persentase Kasus Aktif Sudah Single Digit, Airlangga : Tetap Harus Berhati-Hati

Meski persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah "single digit", Airlangga Hartarto mengingatkan masyarakat untuk tetap hati-hati.

KESEHATAN | 7 April 2021

9,1 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 di Indonesia

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Rabu (7/4/2021), telah mencapai 9,1 juta lebih.

KESEHATAN | 7 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 77.496

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Rabu (7/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 77.496.

KESEHATAN | 7 April 2021

Update Covid-19: Tambah 4.860, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.547.376

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Rabu (7/4/2021) sebanyak 4.860. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia jadi 1.547.376.

KESEHATAN | 7 April 2021

Mengenal Meningitis, Penyakit yang Merenggut Nyawa Glenn Fredly

Meningitis merupakan peradangan pada meningen atau selaput otak.

KESEHATAN | 7 April 2021

Studi: Sepertiga Penyintas Covid-19 Alami Gangguan Otak dan Jiwa

Satu dari tiga penyintas Covid-19 didiagnosis dengan gangguan otak atau kejiwaan dalam waktu enam bulan.

KESEHATAN | 7 April 2021

Akhir Juni, 90% Lansia Ditargetkan Sudah Divaksinasi Dosis Pertama

Akselerasi vaksinasi terhadap lansia memang diperlukan mengingat tingkat partisipasinya masih di angka 8,2% secara nasional.

KESEHATAN | 7 April 2021

Ulama MUI Pusat Disuntik Vaksin Astrazeneca

Penyuntikan vaksin Astrazeneca kepada ulama-ulama MUI Pusat tersebut membuktikan bahwa vaksin buatan Inggris itu aman digunakan.

KESEHATAN | 7 April 2021

14.000 Personel Polda Metro Jaya Telah Divaksin Covid-19

Untuk perlindungan imun tubuh, Polda Metro Jaya terus melakukan sosialisasi 3M dan juga pemberian vitamin yang dilakukan oleh Biddokkes.

KESEHATAN | 6 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS