Hipertensi Membandel, Atasi dengan Pengobatan Gelombang Radio
Logo BeritaSatu

Hipertensi Membandel, Atasi dengan Pengobatan Gelombang Radio

Kamis, 8 April 2021 | 22:35 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Data WHO belum lama ini memperkirakan ada 1,13 miliar populasi yang menderita darah tinggi atau hipertensi. Sementara data 2015 menunjukkan 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita, menderita hipertensi. Faktanya lagi, kurang dari satu penderita berhasil mengendalikan hipertensi.

Hipertensi yang tidak terkendali, pada dasarnya dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung, strok dan ginjal. Bahkan, hipertensi merupakan penyebab utama kematian prematur di dunia.

Lalu bagaimana mengatasi hipertensi yang membandel. Selama ini tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan perubahan pola makan atau konsumsi obat-obatan penurun tekanan darah.

Sayangnya, hampir setengah dari semua pasien berhenti minum obat setelah satu tahun. Namun perubahan gaya hidup dan pengobatan tidak cukup mengendalikan kondisi mereka.

Berkaca dari fakta tersebut, kini telah tersedia prosedur yang menggunakan gelombang radio. Prosedur pengobatan ini dapat menghancurkan saraf-saraf yang terlalu aktif di sekitar ginjal untuk membantu meredakan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Faris Basalamah, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, yang juga merupakan dokter pertama yang melakukan prosedur denervasi ginjal generasi kedua di Indonesia, dalam siaran persnya, Kamis (8/4/2021) mengatakan, prosedur invasif minimal yang disebut dengan denervasi ginjal berbasis kateter (catheter-based renal denervation) ini menggunakan probe atau semacam kawat yang dimasukkan lewat arteri femoralis (arteri besar pada paha).

Nantinya pengobatan bisa mengeluarkan 'tembakan' gelombang radio intens untuk menghancurkan saraf-saraf di sekitar ginjal yang bertingkah terlalu aktif pada pasien hipertensi, terutama yang tidak mempan dengan beberapa obat penurun tekanan darah.

“Prosedur denervasi ginjal juga membantu pasien hipertensi yang mempunyai efek samping dengan obat konvensional dan pasien yang kesulitan mengkonsumsi obat hipertensi secara patuh dalam jangka panjang,” kata Faris Basalamah.

Sementara keunggulan prosedur denervasi ginjal adalah aman untuk ginjal, tidak diperlukan implan ke ginjal atau arteri di dekat ginjal.

“Prosedur hanya sekitar satu jam. Pasien hanya menginap 1-2 hari di rumah sakit serta membantu menurunkan risiko kerusakan lebih lanjut pada jantung, ginjal dan pembuluh darah,” tegas Faris.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Astrazeneca Ubah Jadwal Pengiriman, Menkes Lobi Sinovac Tambah Pengiriman

Indonesia sudah membuka pembicaraan dengan Tiongkok untuk menambah sekitar 90 - 100 juta dosis tambahan.

KESEHATAN | 8 April 2021

PDGKI Berikan Pencerahan Terkait Nutrisi dan Kanker

Pentingnya nutrisi untuk menunjang keberhasilan terapi kanker sekaligus membagikan solusi/saran yang bisa dilakukan oleh pasien maupun keluarga dan kerabat.

KESEHATAN | 8 April 2021

Astrazeneca Diembargo India, Menkes Surati Presiden GAVI

Surat kepada GAVI telah dikirim 2 minggu lalu.

KESEHATAN | 8 April 2021

Bio Farma: Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Sinopharm, Sputnik, dan CanSino

Total suplai untuk vaksinasi Gotong Royong ada 35 juta dosis.

KESEHATAN | 8 April 2021

Jelang Ramadan Wilayah Zona Merah Covid-19 Justru Meningkat

Jika sebelumnya ada 5 kabupaten kota masuk dalam zona merah covid-19, pada minggu ini menjadi 10 wilayah.

KESEHATAN | 8 April 2021

Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah Hanya Gunakan Tiga Jenis Vaksin

Sebelumnya pemerintah menyebut ada empat jenis vaksin, yakni Sinovac, Novavax, dan Astrazeneca, dan Pfizer.

KESEHATAN | 8 April 2021

Sinar Mas Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu memenuhi ketentuan medis.

KESEHATAN | 8 April 2021

9,3 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 di Indonesia

Satgas Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Kamis (8/4/2021), telah mencapai 9,3 juta lebih.

KESEHATAN | 8 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 73.416

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Kamis (8/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 73.416.

KESEHATAN | 8 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.504, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.552.880

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia Kamis (8/4/2021) sebanyak 5.504. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia jadi 1.552.880.

KESEHATAN | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS