Urgensi Nasional, 1 dari 3 Bayi yang Lahir Alami Stunting
Logo BeritaSatu

Urgensi Nasional, 1 dari 3 Bayi yang Lahir Alami Stunting

Kamis, 8 April 2021 | 22:52 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 29,67%, lebih tinggi dari dari angka standar WHO yaitu 20%. Data terkini juga menunjukkan bahwa sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yang artinya 1 dari 3 bayi yang dilahirkan terdiagnosa stunting yakni kondisi yang timbul akibat kekurangan gizi berkepanjangan, yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak.

Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi hingga kini, memperburuk jumlah angka stunting karena seluruh aspek pasti terpengaruh terutama perekonomian, yang tentu saja berdampak pada tumbuh kembang anak. Sebanyak 60% posyandu tidak menjalankan fungsinya, dan lebih dari 86% program stunting berhenti akibat pandemi.

Menyadari hal ini, lembaga nirlaba 1000 Days Fund (Yayasan Seribu Cita Bangsa) dan Yayasan Kesehatan Perempuan mencanangkan sebuah inisiatif publik bertajuk Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting 2030. Dengan dicanangkannya gerakan ini, diharapkan berbagai elemen masyarakat tergugah untuk memahami, mendukung, dan beraksi secara bersama untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Ada 9 juta anak balita di Indonesia yang mengalami stunting. Ini adalah sumber daya manusia masa depan Indonesia. Mereka tumbuh dengan ancaman pneumonia dan diare, dan sering sakit, otak dan sistem imunitas mereka tidak tumbuh dengan seharusnya sehingga mereka tidak bisa berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan Indonesia,” kata Lead Strategist 1000 Days Fund, Zack Petersen dalam konferensi pers virtual pada Kamis (8/4/2021).

Permasalahan terbesar dalam pengentasan stunting adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting. Hal tersebut menyebabkan masyarakat masih mengabaikan gizi yang seimbang dan kebersihan yang menjadi kontributor penyebab stunting.

Hal ini ditunjukkan dengan tingginya jumlah ibu hamil yang menderita anemia, kondisi yang berisiko tinggi untuk melahirkan anak yang stunting. Oleh karenanya, program pendampingan stunting harus efektif di tingkat keluarga, khususnya ibu, agar bayi dapat selamat dari resiko stunting.

“Kesehatan ibu merupakan tonggak utama kesejahteraan anak dan keluarga. Oleh karenanya pengentasan Indonesia dari stunting dapat dilakukan pertama mulai dari intervensi langsung kepada perempuan, dengan menyediakan informasi terkait merencanakan kehamilan, menjalani kehamilan, persalinan hingga setelah melahirkan sampai dengan bayi berumur dua tahun,” tegas Nanda Dwinta Sari, Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan.

Lalu mendorong tersedianya layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Selanjutnya pelibatan pihak terkait seperti peran laki-laki dalam pencegahan stunting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, sehingga tercipta perubahan perilaku dalam pemenuhan kesehatan perempuan dan anak yang lebih baik.

Untuk itu diperlukan sebuah gerakan masif yang melibatkan berbagai pihak yang berasal dari berbagai macam elemen masyarakat, untuk mendorong kemitraan multisektor dengan melibatkan pemerintah, swasta, mitra lokal, dan masyarakat, demi mempercepat upaya pencegahan stunting, sehingga Indonesia mampu mencapai “zero stunting” pada tahun 2030.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo menyatakan penurunan prevalensi stunting merupakan pilar utama bagi pembentukan SDM yang berkualitas di masa depan. Oleh karena itu, misi ini perlu melibatkan pihak-pihak di luar pemerintah.

“Untuk itu, BKKBN akan segera mewujudkan kemitraan dengan sebanyak-banyaknya pihak melalui wadah #1000MitraUntuk1000Hari. Kami sangat menghargai organisasi-organisasi aktivis yang meluncurkan gerakan ini yang telah menjadi mitra BKKBN, karena kami selalu menjadi sahabat mitra dan sahabat keluarga,” tutup dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hipertensi Membandel, Atasi dengan Pengobatan Gelombang Radio

Hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung, strok dan ginjal.

KESEHATAN | 8 April 2021

Astrazeneca Ubah Jadwal Pengiriman, Menkes Lobi Sinovac Tambah Pengiriman

Indonesia sudah membuka pembicaraan dengan Tiongkok untuk menambah sekitar 90 - 100 juta dosis tambahan.

KESEHATAN | 8 April 2021

PDGKI Berikan Pencerahan Terkait Nutrisi dan Kanker

Pentingnya nutrisi untuk menunjang keberhasilan terapi kanker sekaligus membagikan solusi/saran yang bisa dilakukan oleh pasien maupun keluarga dan kerabat.

KESEHATAN | 8 April 2021

Astrazeneca Diembargo India, Menkes Surati Presiden GAVI

Surat kepada GAVI telah dikirim 2 minggu lalu.

KESEHATAN | 8 April 2021

Bio Farma: Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Sinopharm, Sputnik, dan CanSino

Total suplai untuk vaksinasi Gotong Royong ada 35 juta dosis.

KESEHATAN | 8 April 2021

Jelang Ramadan Wilayah Zona Merah Covid-19 Justru Meningkat

Jika sebelumnya ada 5 kabupaten kota masuk dalam zona merah covid-19, pada minggu ini menjadi 10 wilayah.

KESEHATAN | 8 April 2021

Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah Hanya Gunakan Tiga Jenis Vaksin

Sebelumnya pemerintah menyebut ada empat jenis vaksin, yakni Sinovac, Novavax, dan Astrazeneca, dan Pfizer.

KESEHATAN | 8 April 2021

Sinar Mas Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu memenuhi ketentuan medis.

KESEHATAN | 8 April 2021

9,3 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 di Indonesia

Satgas Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Kamis (8/4/2021), telah mencapai 9,3 juta lebih.

KESEHATAN | 8 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 73.416

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Kamis (8/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 73.416.

KESEHATAN | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS