Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi sejak Remaja
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi sejak Remaja

Minggu, 11 April 2021 | 00:02 WIB
Oleh : Indah Handayani / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Karakteristik perilaku konsumsi masyarakat Indonesia adalah senang makan manis, asin dan mengandung lemak. Asupan lemak rata-rata orang Indonesia memang hanya 32%, tidak lebih tinggi dibanding negara lain. Namun asupan lemak jenuhnya, 2 kali lipat dari negara lain dan ini adalah sumber dari segala penyakit.

Fiastuti Witjaksono, Dokter Spesialis Gizi Klinis UI, mengatkana, pada remaja, perilaku konsumsi yang tidak seimbang tersebut terlihat lebih jelas. Untuk itu, perlu focus pada remaja karena saat ketidaktepatan nutrisi akan mempengaruhi status gizi dan kesehatan generasi yang akan datang. ila remaja melakukan diet yang salah akan berakibat gangguan pertumbuhan. Dan bila dietnya salah maka akan menjadi remaja yang pendek dan akan melahirkan bayi-bayi yang stunting.

“Ditambah lagi remaja sekarang terbiasa mengkonsumsi fast food dan junk food yang kandungan gula, garam dan lemaknya tinggi,” ungkap dr Fiastuti di sela webinar PP Muslimat NU, Jumat (9/4/2021).

Karena itu, lanjut dr Fiastuti, guna mencegah stunting, pemenuhan gizi remaja perlu diperhatikan. “Harusnya nutrisi remaja yang mengandung nutrian yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya seperti protein yang tinggi, jangan banyak gula. Dan saya tidak setuju jika anak diberi kental manis karena sama sekali tidak ada gizinya isinya hanya gula,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan menyebutkan besaran masalah gizi remaja saat ini terlihat . Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, 1 dari 4 remaja mengalami stunting, 1 dari 7 remaja mengalami kelebihan berat badan serta 50% remaja mengkonsumsi makanan manis lebih dai 1 kali sehari.

Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemkes, Kartini Rustandi, yang hadir dalam kesempatan tersebut juga memaparkan, 1 dari 4 remaja mengalami stunting, 1 dari 7 remaja mengalami kelebihan berat badan serta 50% remaja mengkonsumsi makanan manis lebih dai 1 kali sehari. “Ini menjadi masalah mengingat remaja adalah investasi negara, calon pemimpin. Karena itu Kementerian Kesehatan mengapresiasi edukasi-edukasi yang dilakukan oleh masyarakat,” jelas Kartini Rustandi.

Sebagaimana diketahui, upaya penanggulangan stunting harus dimulai jauh ke belakang, yaitu dengan memberi perhatian pada kesehatan remaja dan terutama calon ibu. Sebab stunting bukan hanya persoalan saat anak mengalami persoalan gizi. Pencegahan stunting harus diawali dengan memastikan calon ibu benar-benar siap menghadapi 1000HPK.

Sementara, perkembangan kesehatan saat remaja sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa. Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta berisiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin mengungkapkan, penanganan stunting di wilayahnya adalah prioritas yang langsung dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. “Intervensi stunting memang harus saat dalam kandungan namun itu saja sudah telat, moment yang paling tepat adalah ketika remaja, sehingga mereka siap untuk menjadi ibu,” papar Arumi.

Arumi juga mengakui, saat ini penyumbang terbesar stunting adalah tingginya pernikahan diusia anak. Penyebabnya adalah kemiskinan, putus sekolah, kurangnya pendidikan baik formal maupun non formal. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi tentang gizi disampaikan secara gamblang, salah satunya adalah edukasi mengenai konsumsi kental manis yang masih jamak diberikan masyarakat sebagai minuman untuk anak-anak.

Sementara itu, Erna Yulia Soefihara, Ketua Bidang VII PP Muslimat NU mengatakan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan SDM unggul, PP Muslimat NU akan terus melakukan edukasi gizi untuk masyarakat.

“Sejak 2018 telah dilakukan kegiatan sosialisasi ke beberapa wilayah di Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya pengetahuan gizi dan peruntukan kental manis. Selain itu juga dilakukan penelitian di beberapa wilayah untuk memperkuat edukasi dan upaya advokasi fakta kental manis di berbagai kalangan,” jelas Erna.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Danone Indonesia Tekankan Pentingnya Digitalisasi dalam Kampanye Gizi

Situasi pandemi merupakan salah satu katalis dari perkembangan dunia digital.

KESEHATAN | 10 April 2021

Kemkes: Jemaah Haji Jadi Salah Satu Fokus Vaksinasi Covid-19

Oscar mendorong vaksinasi kepada lansia sebagai kelompok rentan, termasuk mereka yang akan mengikuti ibadah haji.

KESEHATAN | 10 April 2021

Pemerintah Arab Saudi Tidak Larang Masuk Jemaah yang Divaksin Sinovac

Saat ini, pemerintah Arab Saudi telah menggunakan 3 merek vaksin yaitu Pfizer, Moderna, dan Astrazeneca.

KESEHATAN | 10 April 2021

Pandemi Dorong Pengembangan Obat Tradisional Modern

Berbagai jenis tanaman asli Indonesia banyak diburu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 10 April 2021

9,9 Juta Orang di Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19

Jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua vaksin Covid-19 sebanyak 5.041.654 orang.

KESEHATAN | 10 April 2021

BPOM: Sertifikasi Vaksin Sinovac Keluar April

Masyarakat khawatir karena Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah yang telah menerima vaksin tersertifikasi dari WHO untuk masuk ke negara tersebut.

KESEHATAN | 10 April 2021

Update Covid-19: Tambah 4.723, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.562.868

Kasus sembuh hari ini bertambah 3.629 sehingga total menjadi 1.409.288 dan kasus meninggal bertambah 95 menjadi total 42.443.

KESEHATAN | 10 April 2021

Selain Lasik, Ini Cara Hilangkan Mata Minus Bagi Anak-anak

Ada metode yang bisa ditempuh untuk menghambat dan menurunkan mata minus si kecil tanpa proses pembedahan, yaitu dengan terapi lensa kontak Orthokeratology.

KESEHATAN | 10 April 2021

Sunat Saat Dewasa, Ini Penjelasan dr Boyke

Pria yang tidak disunat, berpotensi terdapat kotoran, bakteri, atau virus lainnya di sekitar kepala penis.

KESEHATAN | 10 April 2021

Ini Penjelasan Kepala BPOM tentang Vaksin Nusantara

Kepala BPOM Penny K Lukito, mengatakan, pengembangan vaksin harus memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan, karena akan ada uji klinik melibatkan manusia.

KESEHATAN | 9 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS