BEM UI Minta Pengembangan Vaksin Nusantara Jangan Abaikan Prosedur
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BEM UI Minta Pengembangan Vaksin Nusantara Jangan Abaikan Prosedur

Senin, 12 April 2021 | 21:50 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com, Tudingan Komisi IX DPR yang menyatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mendukung vaksin Nusantara mendapat kritik dari sejumlah kalangan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Leon Alvinda Putra menilai, sikap wakil rakyat yang duduk di Komisi IX DPR itu cenderung mengabaikan penjelasan detail Kepala BPOM, Penny K Lukito terkait hasil uji klinis fase I vaksin Nusantara yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, beberapa waktu lalu.

“Vaksin Covid-19 memang sangat diperlukan saat ini, tetapi bukan berarti mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan. Bahkan Presiden Joko Widodo dalam sebuah kesempatan mendukung semua pengembangan vaksin, namun memercayakan evaluasi penilaiannya kepada BPOM,” kata Leon dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Senin (12/4/2021).

Leon menyebutkan, berdasarkan hasil uji klinis BPOM, ternyata vaksin Nusantara ini belum lulus uji klinis fase I. Ini berarti vaksin Nusantara belum lulus penilaian oleh BPOM. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak harus paham bahwa vaksin harus memenuhi standar yang berlaku.

Ia menegaskan sebuah vaksin harus melewati tahapan uji klinis yang harus dilakukan dengan benar sesuai standar prosedur yang berlaku. "Meskipun produk anak bangsa, tidak lantas bisa asal-asalan sehingga bisa mengorbankan nyawa banyak orang karena dipolitisir," tegas Leon.

Leon pun mengingatkan agar jangan ada manuver atau politisasi yang cenderung membabi buta dari para wakil rakyat di Senayan terhadap vaksin nusantara yang awalnya bernama Vaksin Joglosemar atau Jogja-Solo-Semarang ini.

Hal itu terlihat dalam rekaman rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX DPR bersama BPOM pada 10 Maret, dan 8 April yang viral di media sosial, dimana beberapa anggota Komisi IX DPR tampak menekan atau mengintervensi BPOM.

“Wakil rakyat dari Komisi Kesehatan DPR seharusnya bisa memahami dengan utuh bahwa vaksin itu berbasis saintifik dan berisiko sehingga sangat ketat pengaturannya. Sikap BPOM yang tetap memegang teguh peraturan harus didukung oleh semua pihak," tegas Leon.

Sebelumnya, epidemiolog Universitas Griffith, Brisbane, Australia, Dicky Budiman mewanti-wanti pemerintah jangan cepat mengklaim secara berlebihan vaksin Nusantara karena belum dilakukan pengujian serta penilaian secara ilmiah dan transparan oleh BPOM dan para pakar.

“Tidak boleh ada satu produk kesehatan baik itu obat, apalagi vaksin diintervensi oleh ekonomi atau politik. Jadi, harus sepenuhnya melalui tahapan prosedur ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan” ujar Dicky.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zubairi Djoerban menyatakan salut dan selalu memberikan dukungan kepada Kepala BPOM Penny Lukito yang belum memberikan izin uji klinis tahap dua vaksin Nusantara.

“Kalau belum memenuhi kaidah klinis, ya kepala BPOM akan bilang belum. Integritas Badan POM juga sudah teruji ketika merilis EUA untuk Sinovac,” tuturnya.

Zubairi menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan obat dan vaksin dalam rangka kemandirian Indonesia di bidang farmasi. Sejauh ini sudah dibuktikan secara tegas dan transparan oleh BPOM demi menjaga keamanan, mutu, efikasi dan manfaatnya.

"Publik harus diinformasikan dan dicerdaskan dengan penuh tanggungjawab tinggi dari kita semua. Jangan sampai terjadi pembohongan publik," ucapnya.

.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kementerian Kesehatan: Vaksin Astrazeneca Masih Direkomendasikan WHO

Hingga saat ini World Health Organization (WHO) masih merekomendasikan vaksin Astrazeneca untuk program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 12 April 2021

Asupan Vitamin C Tingkatkan Imunitas di Bulan Ramadan

Kandungan vitamin C termasuk elemen penting antioksidan bagi tubuh.

KESEHATAN | 12 April 2021

Tiongkok Akan Campur Vaksin Covid-19, Ini Komentar Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Kemkes masih dalam tahap memantau rencana Tingkok mencampur vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 12 April 2021

Lippo Group Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 untuk Guru

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan Lippo Group untuk mendukung program pemerintah.

KESEHATAN | 12 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 10,2 Juta

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Senin (12/4/2021), mencapai 10,2 juta lebih.

KESEHATAN | 12 April 2021

Ramadan, Kementerian Agama Ingatkan Umat Muslim untuk Patuhi Protokol Kesehatan

Masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 terutama saat menjalani salat tarawih dan tadarus Alquran.

KESEHATAN | 12 April 2021

Kemkes: Vaksinasi Sebagai Ikhtiar Menjaga Kesehatan Selama Ramadan

Bagi mereka yang akan divaksinasi covid-19 saat Ramadan maka patut untuk mengupayakan istirahat yang cukup serta makanan bergizi waktu makan sahur.

KESEHATAN | 12 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 46.331

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Senin (11/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 46.331.

KESEHATAN | 12 April 2021

Update Covid-19: Tambah 4.829, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.571.824

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Senin (12/4/2021), sebanyak 4.829. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.571.824.

KESEHATAN | 12 April 2021

Kementerian Kesehatan: Vaksinasi Covid-19 Tetap Dilakukan Selama Ramadan

Program vaksinasi Covid-19 akan tetap dilakukan selama bulan Ramadan.

KESEHATAN | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS