Ahli: Pengembangan Vaksin Nusantara Bukan Inovasi Anak Bangsa
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ahli: Pengembangan Vaksin Nusantara Bukan Inovasi Anak Bangsa

Kamis, 15 April 2021 | 20:42 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ahli Biologi Molekuler, Ahmad Utomo mengatakan, pengembangan vaksin Nusantara tidak dapat dikatakan inovasi anak bangsa. Pasalnya, inovasinya berasal dari Aivita Biomedica Inc, Amerika Serikat (AS).

Ahmad menyebutkan, pengembangan vaksin Nusantara ini tidak dilakukan oleh peneliti dari RSPAD Gatot Subroto, RSUP Dr. Kariadi, dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemkes) tetapi dari peneliti luar negeri.

“Ini masalah etika ya, untuk bisa mengatakan ini produk anak bangsa buktinya apa. Ini produk dari Aivita dari Amerika Serikat. Artinya kenapa sih susahnya mengatakan ini produk dari Aivita, karena faktanya dari Amerika Serikat,” kata Ahmad kepada Beritasatu.com, Kamis (15/4/2021).

Menurut Ahmad, seharusnya ada transparan dari awal sehingga sponsor pengembangan vaksin Nusantara ini seharusnya menggunakan anggaran dari perusahaan Aivita bukan dari anggaran negara. Pasalnya, lazimnya sebuah penelitian perusahan yang mengeluarkan dana bukan negara.

Dikatakan Ahmad, perlu ada pengakuan, agar tahap selanjutnya dari pengembangan inovasi adalah transfer teknologi. Dengan begitu, masyarakat sudah mengetahui produk dikembangkan saat ini dikembangkan saat ini bagian dari transfer teknologi.

“Jadi awal itu kita sudah tahu, itu punya siapa, lalu dilanjutkan dengan transfer teknologi itu lebih elok. Ini masalah etika,” ucap dia.

Selain itu, Ahmad menyebutkan, tidak adanya transparansi ini membuat masyarakat bingung dan marah. Pasalnya, sebagian masyarakat yang mendukung vaksin Nusantara merasa pemerintah dan para ahli tidak mendukung pengembangan inovasi anak bangsa. Padahal yang terjadi tim peneliti vaksin Nusantara ini tidak menceritakan keutuhan teknologi secara akurat dan transparan sejak awal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kulit Kehilangan Elastisitas Seiring Bertambahnya Usia

Tidak hanya jerawat dan flek hitam, polusi juga menyebabkan kulit juga lebih cepat mengalami penuaan dini dan kehilangan elastisitas.

KESEHATAN | 15 April 2021

Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Sinergi Data dengan Kemnaker

BPJS Kesehatan akan optimalkan integrasi data dan aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP) dengan aplikasi Perluasan Kepesertaan Pekerja.

KESEHATAN | 15 April 2021

5.713.404 Warga Indonesia Telah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 5.713.404 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

KESEHATAN | 15 April 2021

BPOM: 71,4% Subjek Uji Klinik Fase I Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rilis terkait dengan uji klinik Vaksin Nusantara.

KESEHATAN | 15 April 2021

Pentingnya Jaga Imunitas Saat Ramadan

Konsumsi herbal habbatussauda, meniran, dan jahe juga bisa menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan imunitas di bulan Ramadan.

KESEHATAN | 15 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 74.583

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Selasa (13/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 74.583.

KESEHATAN | 15 April 2021

Update Covid-19: Tambah 6.177, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.589.359

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia Kamis (15/4/2021) sebanyak 6.177. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.589.359.

KESEHATAN | 15 April 2021

Meski Ada Vaksin, Mendagri Imbau Masyarakat Tak Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Tito mengatakan, masyarakat patut bersyukur atas menurunnya tren penularan Covid-19, dengan angka kesembuhan yang menggembirakan.

KESEHATAN | 15 April 2021

Perawatku Bantu Pemerintah Penuhi Kebutuhan Nakes Terlatih

Perawatku menjadi platform pertama di Indonesia yang menjembatani kebutuhan fasilitator kesehatan.

KESEHATAN | 15 April 2021

Gandeng Baznas, OT Group Kampanyekan Jaga Amanah di Bulan Ramadan

Melalui kampanye Jaga Amanah, OT Group dan Baznas membagikan Formula Amanah secara gratis di ratusan masjid di wilayah Jabodetabek selama bulan Ramadan.

KESEHATAN | 15 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS