Penggabungan Kemristek, DPR Pertanyakan Nasib Vaksin Merah Putih
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penggabungan Kemristek, DPR Pertanyakan Nasib Vaksin Merah Putih

Jumat, 16 April 2021 | 06:26 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher menyoroti penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Menurut Netty, penggabungan dua kementerian ini akan berdampak terhadap penelitian vaksin, khususnya vaksin Merah Putih.

"Peleburan Kemristek berpotensi mengganggu jalannya penelitian vaksin Merah Putih karena vaksin yang digerakkan oleh enam lembaga itu berada di bawah koordinasi Kemristek. Kita juga akan kehilangan kementerian yang memiliki fungsi untuk memetakan kebijakan serta strategi dalam bidang riset dan teknologi," kata Netty dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (15/4/2021).

Saat ini ada enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih yakni Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

Menurut Natty, seharusnya penelitian vaksin Merah Putih dan vaksin-vaksin buatan anak negeri lainnya harus didukung sepenuhnya dan tidak diganggu dengan kejadian-kejadian seperti ini. “Kita menginginkan konsistensi kebijakan pemerintah untuk mendukung upaya penelitian vaksin dalam negeri. Disadari atau tidak, vaksin masih menjadi game changer dalam mengatasi Covid-19,” ucapnya.

Netty berharap penggabungan dua kementerian tersebut sama sekali tidak mengganggu proses pengembangan vaksin Merah Putih. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk besar, Indonesia membutuhkan hadirnya vaksin Covid-19 karya anak bangsa.

“Kita harus belajar dari pengalaman, seperti saat Pemerintah India melakukan embargo vaksin. Kejadian itu kemudian membuat kita kelimpungan dan mengganggu proses vaksinasi yang sedang berjalan," ucapnya.

Netty juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi dan riset untuk kemajuan bangsa. Hal ini terlihat dari minimnya anggaran riset dalam negeri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPOM: Vaksin Nusantara Tidak Dibuat dalam Kondisi Steril

Antigen SARS CoV-2 yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan vaksin dendritik bukan merupakan pharmaceutical grade.

KESEHATAN | 16 April 2021

Pembukaan Destinasi Wisata Saat Lebaran Ciptakan Kerumunan Baru

Untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19,IAKMI mengimbau agar masyarakat lebih baik di rumah saja.

KESEHATAN | 16 April 2021

Vaksin Nusantara Tidak Punya Data Keamanan untuk Organ Utama Manusia

Tidak terdapat data keamanan untuk organ utama lainnya seperti jantung, hati, ginjal, paru, dan otak.

KESEHATAN | 16 April 2021

IAKMI : Vaksin Nusantara secara Substantif Masih Jauh dari Layak

Vaksin Nusantara saat ini masih sangat jauh dari proses untuk membuktikan diri sebagai vaksin yang layak digunakan di Indonesia.

KESEHATAN | 15 April 2021

Ahli: Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Berstandar GMP

Ahli Biologi Molekuler, Ahmad Utomo mengatakan, pengembangan Vaksin Nusantara harus memenuhi Good Manufacturing Practice (GMP).

KESEHATAN | 15 April 2021

Ahli: Efektivitas dan Efikasi Vaksin Nusantara Sulit Diukur

Sangat sulit mengukur efektivitas dan efikasi vaksin Nusantara dapat menahan gejala pasca efikasi Covid-19.

KESEHATAN | 15 April 2021

BPOM: Vaksin Nusantara Tidak Lakukan Uji Praklinik

BPOM menemukan bahwa vaksin Nusantara tidak didahului oleh uji praklinik sebagai protokol penting untuk vaksin yang aman.

KESEHATAN | 15 April 2021

Ahli: Pengembangan Vaksin Nusantara Bukan Inovasi Anak Bangsa

Pengembangan vaksin Nusantara tidak dapat dikatakan inovasi anak bangsa pasalnya, inovasinya berasal dari Aivita Biomedica Inc, Amerika Serikat.

KESEHATAN | 15 April 2021

Kulit Kehilangan Elastisitas Seiring Bertambahnya Usia

Tidak hanya jerawat dan flek hitam, polusi juga menyebabkan kulit juga lebih cepat mengalami penuaan dini dan kehilangan elastisitas.

KESEHATAN | 15 April 2021

Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Sinergi Data dengan Kemnaker

BPJS Kesehatan akan optimalkan integrasi data dan aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP) dengan aplikasi Perluasan Kepesertaan Pekerja.

KESEHATAN | 15 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS