Tenaga Ahli Menkes Sebut Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Perhatikan Standar Mutu
Logo BeritaSatu

Tenaga Ahli Menkes Sebut Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Perhatikan Standar Mutu

Sabtu, 17 April 2021 | 13:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Menkes), Andani Eka Putra mengatakan, pengembangan vaksin harus ada standar Good Manufacturing Practice (GMP). Apalagi untuk vaksin Nusantara yang setiap hari melakukan proses pengambilan darah dan setiap darah diproses masing-masing. Pasalnya, vaksin Nusantara dikembangkan berbasis berbasis sel dendritik.

“Ini bahannya tiap hari dan setiap orang diproses sendiri. Artinya standar mutunya harus betul-betul dijaga dan sangat ketat,” kata Andani pada acara dialog virtual Polemik Trijaya bertajuk "Siapa Suka Vaksin Nusantara", pada Sabtu (17/4/2021).

Andani menyebutkan, vaksin berbasis sel dendritik ini efektivitas belum dapat diketahui. Pasalnya, hingga saat ini, Andani mengaku belum mendapatkan data uji pra klinisnya.

“Sebenarnya kita perlu data uji pra klinisnya mana hasilnya. Baru kita memasuki uji klinis fase I , II dan seterusnya. Fase uji klinis fase I seperti direkomendasikan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan, red), detail tertulisnya saya enggak tahu, sehingga BPOM menolak pengembangan vaksin Nusantara,” papar Andani.

Sementara terkait bahan, Andani, menyebutkan hampir 90% semua bahan pembuatan vaksin dari impor, namun ada dasar utama yang seharusnya tidak boleh impor, yakni rekombinan proteinnya dan harus dibuat sendiri.

“Dengar- dengar saya mendapat informasi itu masih barang impor dan itu berbeda dengan vaksin-vaksin yang lain yang dikembangkan oleh Merah Putih, saya rasa bahan paling utama dibikin sendiri. Ini yang harus kita lihat dari konteks keamanan dan konteks tahapan proses dan konteks kemandiriannya. Ini betul-betul yang harus kita lihat. Vaksin ini unik, menarik, dan belum banyak dikembangkan di dunia,” paparnya.

Andani menyebutkan, pengembangan vaksin Nusantara digagas mantan Menkes Terawan Agus Putranto pengembangannya sama seperti pengembangan vaksin lainnya yakni menghasilkan vaksin nasional.

"Sudah, saya pikir sudah ada begitu prosesnya tapi saya enggak tahu persis ya. Tapi kalau saya lihat berita-berita yang ada vaksin ini sama dengan vaksin Merah Putih. Digagas hampir sama polanya dengan tujuan untuk menghasilkan vaksin nasional," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 5.041, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.599.763

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Sabtu (17/4/2021), sebanyak 5.041. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.599.763.

KESEHATAN | 17 April 2021

Lewat Surat Terbuka, 100 Tokoh Nasional Dukung BPOM Bekerja Sesuai Aturan

Dikhawatirkan, polemik vaksin nusantara akan berimbas pada citra dan kredibilitas BPOM di mata masyarakat luas.

KESEHATAN | 17 April 2021

Eijkman Sebut Vaksin Dendritik Bersifat Individual

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, pengembangan vaksin berbasis sel dendritik ini bersifat individual.

KESEHATAN | 17 April 2021

Dukung BPOM, Mantan Pimpinan KPK: Wujud Kepedulian Warga Negara yang Waras

Para tokoh nasional yang mendukung BPOM percaya dengan integritas yang dimiliki oleh BPOM.

KESEHATAN | 17 April 2021

Polemik Vaksin Nusantara, BPOM Banjir Dukungan

Kali ini, bentuknya adalah gerakan moral berupa surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari 100 tokoh nasional.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tenaga Ahli Menkes Sebut Vaksin Nusantara Unik Tapi Ribet

Vaksin Nusantara digagas oleh mantan Menkes Terawan Agus Putranto merupakan vaksin yang dikembangkan berbasis sel dendritik.

KESEHATAN | 17 April 2021

Kasus Covid-19 Terkontrol, Satgas Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus harian Covid-19 yang secara nasional terkontrol di angka 4.000-an kasus beberapa pekan terakhir.

KESEHATAN | 17 April 2021

WHO: Covid-19 Mengganas

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus baru Covid-19 terus mengganas dekati level tertinggi sejak pandemi terjadi.

KESEHATAN | 17 April 2021

CEO Pfizer: Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga "Mungkin" Dibutuhkan dalam 12 Bulan

CEO Pfizer, Albert Bourla, orang-orang kemungkinan akan membutuhkan dosis ketiga Covid-19 dari perusahaannya dalam jangka waktu enam hingga 12 bulan.

KESEHATAN | 16 April 2021

DPR Minta Penganiaya Perawat RS Siloam Diproses Hukum

Masyarakat diminta lebih menghargai tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

KESEHATAN | 16 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS