Ini Penjelasan Kepala Eijkman tentang Sel Dendritik Jadi Bahan Pengembangan Vaksin Nusantara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Penjelasan Kepala Eijkman tentang Sel Dendritik Jadi Bahan Pengembangan Vaksin Nusantara

Sabtu, 17 April 2021 | 18:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, proses pengembangan vaksin dendritik sesuai dengan namanya, maka menggunakan sel dendritik dari subjek orang yang akan divaksinasi. Sebagaimana diketahui, sel dendritik merupakan bahan utama dalam pengembangan vaksin Nusantara.

Dalam hal ini, secara teknis terbentuknya sel dendritik mulai dilakukan dari pengambilan sel darah putih dari pembuluh vena darah orang yang akan divaksinasi kemudian dipisahkan yang dikenal dengan monosit.

Amin menjelaskan, sel monosit yang dipisahkan ini, kemudian dipindahkan dari spike untuk diambil darah dan diletakkan di tabung untuk sel monosit, agar dibiakkan menjadi sel dendritik. Adapun sel monosit ini merupakan bagian dari sel-sel tubuh manusia.

“Setelah sel dendritik, akan diperkenalkan dengan antigen yang sudah disiapkan. Tergantung kita mau bikin vaksin jenis apa. Misalnya, untuk bikin vaksin kanker maka menggunakan antigen kanker atau yang lain sesuai dengan vaksin yang akan dibuat,” kata Amin pada acara dialog virtual Polemik Trijaya tentang "Siapa Suka Vaksin Nusantara", pada Sabtu (17/4/2021).

Amin menjelaskan, sel dendritik yang digunakan untuk SARS CoV-2, maka menggunakan satu protein yang sudah disiapkan sedemikian rupa untuk diperkenalkan sel dendritik.

“Sel dendritik ini bekerja, dia menelan dulu karena sel tersebut mengenali sebagai benda asing. Kalau protein itu adalah protein tubuh kita sendiri maka tidak akan ditelan oleh sel dendritik,” ucapnya.

Amin menjelaskan, protein asing ini dikenal dari satu molekular yang dikenal dengan antigen presenting cell (APC) atau sel penyaji antigen. Kemudian, APC tersebut akan menelan antigen berupa protein yang diberikan karena sel dendritik mengenalinya sebagai benda asing. Antigen akan dicerna dalam APC menjadi potongan-potongan kecil.

“Tubuh kita ini luar biasa canggih dia akan mengenal sel-sel termasuk sel dalam tubuh kita sendiri dengan sel protein asing, sehingga protein tadi akan ditelan oleh dendritik sel dan dicerna. Artinya dipotong-potong sehingga dimunculkan lagi atau dipresentasikan sebagai antigen-antigen bersama beberapa molekular lain membantu penelanan,” paparnya.

Amin menyebutkan, antigen yang sudah muncul dipermukaan, nanti akan disuntikkan kembali ke dalam tubuh orang tersebut. Kemudian merangsang datangnya sel-sel imun baik yakni sel T maupun B.

Dalam hal ini, untuk antigen yang berasal dari SARS CoV-2, maka sel T maupun B dan terbangun ditujukan dalam bagian dari virus SARS CoV-2 tersebut, Adapun cara kerjanya sel tersebut harus diberikan orang yang sama karena setiap sel mempunyai identitas seperti KTP. Dalam hal ini, sel yang sama harus dimasukkan ke tubuh yang sama.

“Kita menyebutkan vaksin dendritik ini adalah vaksin individual karena darah dari orang tertentu kemudian diproses dan harus dimasukkan untuk orang yang sama,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

5.889.716 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Sabtu (16/4/2021), mencapai 5.889.716.

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 64.838

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Sabtu (17/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 64.838.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tenaga Ahli Menkes Sebut Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Perhatikan Standar Mutu

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Menkes), Andani Eka Putra mengatakan, pengembangan vaksin harus ada standar Good Manufacturing Practice (GMP)

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.041, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.599.763

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Sabtu (17/4/2021), sebanyak 5.041. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.599.763.

KESEHATAN | 17 April 2021

Lewat Surat Terbuka, 100 Tokoh Nasional Dukung BPOM Bekerja Sesuai Aturan

Dikhawatirkan, polemik vaksin nusantara akan berimbas pada citra dan kredibilitas BPOM di mata masyarakat luas.

KESEHATAN | 17 April 2021

Eijkman Sebut Vaksin Dendritik Bersifat Individual

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, pengembangan vaksin berbasis sel dendritik ini bersifat individual.

KESEHATAN | 17 April 2021

Dukung BPOM, Mantan Pimpinan KPK: Wujud Kepedulian Warga Negara yang Waras

Para tokoh nasional yang mendukung BPOM percaya dengan integritas yang dimiliki oleh BPOM.

KESEHATAN | 17 April 2021

Polemik Vaksin Nusantara, BPOM Banjir Dukungan

Kali ini, bentuknya adalah gerakan moral berupa surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari 100 tokoh nasional.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tenaga Ahli Menkes Sebut Vaksin Nusantara Unik Tapi Ribet

Vaksin Nusantara digagas oleh mantan Menkes Terawan Agus Putranto merupakan vaksin yang dikembangkan berbasis sel dendritik.

KESEHATAN | 17 April 2021

Kasus Covid-19 Terkontrol, Satgas Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus harian Covid-19 yang secara nasional terkontrol di angka 4.000-an kasus beberapa pekan terakhir.

KESEHATAN | 17 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS