Soal Kejadian Tidak Diinginkan Uji Coba Vaksin Nusantara, Ini Penjelasan Pakar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Kejadian Tidak Diinginkan Uji Coba Vaksin Nusantara, Ini Penjelasan Pakar

Minggu, 18 April 2021 | 05:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan hasil uji klinis fase I vaksin Nusantara terdapat kejadian tidak diinginkan grade tiga pada enam subjek dengan perincian yaitu satu subjek mengalami hipernatremi, dua subjek peningkatan Blood Urea Nitrogen (BUN), dan tiga subjek mengalami peningkatan kolesterol.

Merespons hal tersebut, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, temuan BPOM ini karena adanya kesepakatan bersama protokol penelitian antara peneliti dan BPOM, dan Komisi Etik. Amin menjelaskan, ketika penelitian akan dimulai, maka harus mengajukan nama proposal. Selain itu, peneliti mengusulkan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu pengobatan termasuk vaksin, yakni hal apa saja yang akan diukur.

“Itu bisa beda-beda tergantung dari protokolnya dan apa yang sedang diteliti. Nah, itu semua akan tertulis di protokol dan protokol itu telah disepakati antara peneliti dengan BPOM, Komisi Etik, vaksin sudah disepakati dan semuanya harus mengacu kepada dokumen yang sama,” kata Amin pada pada acara dialog virtual Polemik Trijaya tentang Siapa Suka Vaksin Nusantara, pada Sabtu (17/4/2021).

Khusus untuk penelitian vaksin Nusantara ini, Amin mengaku tidak membaca isi protokol tersebut. Namun pada prinsipnya hal yang ditulis protokol akan dievaluasi dan mengacu pada dokumen yang sama. Misalnya, di awal para peneliti sudah mengusulkan yang akan dievaluasi a, b, c, d, dan e, maka asesor hanya menilai a, b, c, d, dan e.

Untuk itu, Amin menyebutkan, hal yang tidak masuk dalam protokol kesepakatan tidak akan dievaluasi. “Maka apa yang diterima BPOM yang dilaporkan oleh parpeneliti, dan yang menilai apakah itu ada atau tidak para peneliti juga, hasilnya disampaikan kepada BPOM,” ucapnya.

Amin menyebutkan, dalam protokol juga menjelaskan perekrutan subjek menjadi relawan dengan syarat- syarat detail seperti usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hindari Embargo Vaksin Covid-19, Terawan Ajak Semua Pihak Bantu Pemerintah

Terawan Agus Putranto mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah menghindari dan mengantisipasi embargo dari negara-negara produsen vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 17 April 2021

Prudential Luncurkan Sentra Vaksinasi Covid-19

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Kemkes dan Dinkes DKI Jakarta menargetkan 45.000 peserta dalam periode 8 bulan.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tip Puasa Sehat untuk Pasien Diabetes

Perubahan kebiasaan dan pola makan akan sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh pasien diabetes di bulan Ramadan.

KESEHATAN | 17 April 2021

Ini Penjelasan Kepala Eijkman tentang Sel Dendritik Jadi Bahan Pengembangan Vaksin Nusantara

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menjelaskan, proses pengembangan vaksin dendritik.

KESEHATAN | 17 April 2021

5.889.716 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Sabtu (16/4/2021), mencapai 5.889.716.

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 64.838

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Sabtu (17/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 64.838.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tenaga Ahli Menkes Sebut Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Perhatikan Standar Mutu

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Menkes), Andani Eka Putra mengatakan, pengembangan vaksin harus ada standar Good Manufacturing Practice (GMP)

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.041, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.599.763

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Sabtu (17/4/2021), sebanyak 5.041. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.599.763.

KESEHATAN | 17 April 2021

Lewat Surat Terbuka, 100 Tokoh Nasional Dukung BPOM Bekerja Sesuai Aturan

Dikhawatirkan, polemik vaksin nusantara akan berimbas pada citra dan kredibilitas BPOM di mata masyarakat luas.

KESEHATAN | 17 April 2021

Eijkman Sebut Vaksin Dendritik Bersifat Individual

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, pengembangan vaksin berbasis sel dendritik ini bersifat individual.

KESEHATAN | 17 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS