Melki Tegaskan Dukungan pada Vaksin Nusantara Tak Ada Kaitan dengan Bisnis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Melki Tegaskan Dukungan pada Vaksin Nusantara Tak Ada Kaitan dengan Bisnis

Minggu, 18 April 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, polemik vaksin Nusantara saat ini dikaitkan dengan impor vaksin Rp 50 triliun. Pasalnya, apabila ada kehadiran vaksin Nusantara akan berkurang kuota yang dianggarkan untuk membeli vaksin impor.

“Ini sekarang orang-orang sudah memasukkan ke kami informasi, Mas Melki ini jangan-jangan dorong vaksin Nusantara ini sampai ada dan vaksin Merah Putihnya punyanya Pak Amin (Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, red) pasti vaksin impor Rp 50 T berkurang angkanya. Itu orang-orang menduga-duga gara-gara urusan bisnis,” kata Melki pada pada acara dialog virtual Polemik Trijaya tentang Siapa Suka Vaksin Nusantara, pada Sabtu (17/4/2021).

Melki menyebutkan, vaksin Nusantara merupakan vaksin dengan platform pertama di dunia karena bisa dipakai sekali seumur hidup. “Andai ini dijalankan terus, kami jadi relawan, risiko kami tanggung, dan andai kata ini vaksin jalan benar seperti klaim para peneliti bisa dipakai sekali seumur hidup dan bisa menghadapi mutasi gen virus Covid-19. Bayangkan Indonesia akan menjadi negara penghasil vaksin yang menyelesaikan pandemi Covid-19,” paparnya.

Melki mengatakan, Komisi IX DPR akan terus mengawal pengembangan vaksin Nusantara yang diinisiasi mantan Menkes Terawan Agus Putranto. “Uji klinis jalan terus karena ini keputusan disepakati bersama Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) yang sudah setuju dengan keputusan ini, dan BPOM yang ingkari untuk mengeluarkan uji klinis tahap II,” ucapnya.

Soal pengembangan vaksin Nusantara ada unsur paksaan dari DPR, Melki mengatakan, hal tersebut tidak benar. Sejauh ini semua tahapan berdasarkan keputusan yang berlaku.

Melki menyayangkan keputusan BPOM yang tidak adil untuk setiap pengembangan vaksin. Ada vaksin yang diberi kemudahan, tetapi ada yang dipersulit.

“Vaksin yang ini pemberlakuannya ternyata lebih mudah dan yang ini kayaknya lebih sulit. Di keteranganya di berbagai tempat juga berbeda-beda, sama kami di DPR bilang A, waktu sama orangnya di Semarang bilang B, sekarang di konferensi pers menjadi C. Ini kan menjadi rincu dan riuh jadi begini,” bebernya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jadi Relawan, Melki Laka Lena Beberkan Cikal Bakal Vaksin Nusantara

Terawan Agus hanya menerjemahkan keinginan Presiden Joko Widodo agar Indonesia mendapatkan vaksin yang bisa menjangkau semua usia.

KESEHATAN | 18 April 2021

Soal Kejadian Tidak Diinginkan Uji Coba Vaksin Nusantara, Ini Penjelasan Pakar

Ketika penelitian akan dimulai, maka harus mengajukan nama proposal.

KESEHATAN | 18 April 2021

Hindari Embargo Vaksin Covid-19, Terawan Ajak Semua Pihak Bantu Pemerintah

Terawan Agus Putranto mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah menghindari dan mengantisipasi embargo dari negara-negara produsen vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 17 April 2021

Prudential Luncurkan Sentra Vaksinasi Covid-19

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Kemkes dan Dinkes DKI Jakarta menargetkan 45.000 peserta dalam periode 8 bulan.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tip Puasa Sehat untuk Pasien Diabetes

Perubahan kebiasaan dan pola makan akan sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh pasien diabetes di bulan Ramadan.

KESEHATAN | 17 April 2021

Ini Penjelasan Kepala Eijkman tentang Sel Dendritik Jadi Bahan Pengembangan Vaksin Nusantara

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menjelaskan, proses pengembangan vaksin dendritik.

KESEHATAN | 17 April 2021

5.889.716 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Sabtu (16/4/2021), mencapai 5.889.716.

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 64.838

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Sabtu (17/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 64.838.

KESEHATAN | 17 April 2021

Tenaga Ahli Menkes Sebut Pengembangan Vaksin Nusantara Harus Perhatikan Standar Mutu

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan (Menkes), Andani Eka Putra mengatakan, pengembangan vaksin harus ada standar Good Manufacturing Practice (GMP)

KESEHATAN | 17 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.041, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.599.763

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Sabtu (17/4/2021), sebanyak 5.041. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.599.763.

KESEHATAN | 17 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS