Logo BeritaSatu

Menkes Minta Perdebatan Vaksin Nusantara Dilakukan di Forum Ilmiah

Senin, 19 April 2021 | 07:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.comMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta perdebatan tentang vaksin Nusantara dilakukan dalam forum ilmiah seperti seminar atuau jurnal ilmiah. Menkes menegaskan, Kementerian Kesehatan mendukung pengembangan vaksin anak bangsa, namun tetap harus menerapkan kaidah ilmiah.

“Jangan dilakukan di tataran media, politik, atau di mana. Masa yang berdebat pemred (pemimpin redaksi) atau ahli media, politisi. Ini kan gak cocok,” kata Budi dalam diskusi dengan pemred media massa nasional secara virtual, Minggu (18/4/2021) malam.

Menkes mengatakan vaksin merupakan hal yang sangat saintifik. Artinya, vaksin harus dibuat sesuai kaidah ilmiah dan protokol baku. Itu sebabnya, perdebatan vaksin termasuk vaksin Nusantara seharusnya dilakukan di kalangan para ilmuwan, bukan di tataran media, politisi, apalagi di media sosial.

“Vaksin ini setelah saya pelajari, saya bukan ahlinya. Ini sesuatu yang sangat saintifik. Jadi tolong dibicarakan di tataran ilmiah, seminar-seminar, atau jurnal ilmiah,” ujar Budi.

Menkes menegaskan tidak ada jalan pintas dalam pengembangan vaksin. Masalah keamanan vaksin harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Harus dibikin berdasarkan kaidah ilmiah dan protokol yang baku dan tepat. Itu tolong jangan di-cross, jangan di-shortcut, jangan di-cut corners,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap kejanggalan dalam prosedur pengembangan vaksin Nusantara. Vaksin berbasis sel dendritik yang digagas oleh mantan Menkes Terawan Agus Putranto itu tidak melewati prosedur uji praklinik yang menjadi protokol dalam pengembangan vaksin.

“Uji klinik fase I dilakukan pada 30 November 2020, namun tidak disertai data pengujian praklinik,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito, Kamis (15/4/2021).

BPOM juga menilai pengembangan vaksin Nusantara dilakukan secara tidak steril dan tidak memiliki data keamanan kepada organ-organ utama manusia.

“Dari data uji praklinik, hanya terdapat data keamanan pada organ limpa namun tidak terdapat data untuk organ utama lainnya seperti jantung, hati, ginjal, paru, dan otak,” kata Penny.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Saat Prajurit Penjaga Perbatasan Tak Berani Jawab soal Tunjangan ke Jokowi

Jokowi berkesempatan menyapa prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga di sejumlah kawasan perbatasan dengan negara-negara tetangga.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Aremania Gugat Tindakan Represif Aparat

Aremania, yang merupakan suporter Arema FC mengajukan gugatan kepada aparat atas tindakan represif aparat dalam tragedi Kanjuruhan di Malang.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dinkes Rilis Daftar Nama-Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Dinas Kabupaten (Dinkes) Kabupaten Malang merilis daftar nama-nama korban meninggal tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Brigadir J, Kejagung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Ferdy Sambo Dkk

Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan tahap kedua perkara Ferdy Sambo dan kawan-kawan terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J Proses Dilimpahkan ke Kejagung

penyidik Bareskrim saat ini tengah mempersiapkan untuk melimpahkan tersangka dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J dan Obstruction of Justice ke JPU

NEWS | 5 Oktober 2022

Bima Arya Sebut KIB Akan Sikapi Langkap Nasdem Usung Anies Capres

Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan KIB bersama Golkar dan PPP akan menyikapi langkah Nasdem yang mengusung Anies Baswedan maju capres.

NEWS | 5 Oktober 2022

HUT Ke-77 TNI, PDIP Dorong Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

Pada HUT ke-77 TNI, PDIP memberikan dukungan penuh kebijakan Presiden Jokowi untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan kesejahteraan prajurit.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Aremania: Bukan Kerusuhan, Ini Kelalaian Semua

Salah satu Aremania menilai tragedi Kanjuruhan bukan kerusuhan melainkan sebuah insiden dan kelalaian semua pihak

NEWS | 5 Oktober 2022

Soal Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Sudah Kontak Presiden FIFA

Presiden Jokowi mengaku sudah berbicara Presiden FIFA, Gianni Infantino terkait tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur yang menewaskan 131 orang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KPK Jadwalkan Periksa Anak dan Istri Lukas Enembe Hari Ini

Tim penyidik menjadwalkan memeriksa anak dan istri Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas diketahui menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. 

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Saat Prajurit Penjaga Perbatasan Tak Berani Jawab soal Tunjangan ke Jokowi

Saat Prajurit Penjaga Perbatasan Tak Berani Jawab soal Tunjangan ke Jokowi

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings