Guru Besar UI: 50% Penyakit Dipengaruhi Polusi Udara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Guru Besar UI: 50% Penyakit Dipengaruhi Polusi Udara

Senin, 19 April 2021 | 19:53 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menjaga kualitas udara tetap baik menjadi tugas seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, kualitas udara di suatu daerah merupakan salah satu indikator kesehatan lingkungan yang ada di kawasan tersebut.

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Budi Haryanto mengungkapkan, polusi udara merupakan salah satu penyumbang penyakit terbesar di dunia, dengan proporsi lebih dari 50% penyakit diakibatkan oleh polusi udara kota-kota besar di seluruh dunia.

"Proporsi penyakit yang terbanyak itu disebabkan oleh pencemaran udara. Kalau penyakit-penyakit yang disebabkan oleh makanan, minuman itu sekitar 15%, tapi kalau di pencemaran udara itu lebih dari 50%," ujar Budi Haryanto kepada Komunitas Bicara Udara melalui video di laman Instagram @bicaraudara, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Budi menambahkan, manusia tidak bisa memilih udara yang akan dihirup dan semua hal yang berefek terhadap kesehatan melalui udara masuk ke dalam tubuh.

"Kalau kualitas udara itu tidak dibenahi, tidak dibersihkan maka semuanya akan masuk ke tubuh dan sudah jelas berbagai macam senyawa kimia, berbagai macam pencemaran udara yang lain, polutan masuk kedalam tubuh dan berefek kepada kesehatan," ungkapnya.

Budi juga telah melakukan penelitian sejak 2013 hingga 2017 dengan melakukan modeling prediksi yang menunjukan bahwa hingga 2050 tingkat polusi udara akan terus meningkat.

Dengan melihat data yang mengkhawatirkan tersebut dan terus meningkatnya sumber polusi udara seperti pertumbuhan kendaraan bermotor, dapat dipastikan jika tidak dikendalikan maka pada 2030 saja polusi udara akan meningkat hingga 60% dari kondisi saat ini.

“Hingga tahun 2050 itu kalau kita tidak melakukan sesuatu yang revolusioner untuk mengendalikan pencemaran udara, maka semua parameter pencemar udara itu trennya akan naik terus. Tahun 2030 itu bisa 50% hingga 60% lebih tinggi dibandingkan dengan sekarang,” terangnya.

Budi menamabahkan, untuk melihat kualitas udara, pemerintah harus memperbanyak alat pendeteksi udara. Menurutnya untuk saat ini tidak perlu lagi berpikir tentang harga alat yang semakin modern semakin terjangkau.

"Karena sebenarnya teknologi semakin modern seperti sekarang ini, alat-alat itu semakin canggih dan tidak lagi mahal, kalau dulunya kita beli sampai miliaran satu alat monitoring station, sekarang gak perlu harus semahal itu lagi," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kementerian Kesehatan: Tidak Ada Vaksin yang 100% Cegah Penularan

Kementerian Kesehatan mengingatkan tidak ada vaksin yang bisa 100% mencegah seseorang tertular dari Covid-19.

KESEHATAN | 19 April 2021

Sudah Divaksin Bisa Tertular, Kemkes: Tetap Jaga Mobilitas

Risiko penularan Covid-19 tidak hilang sama sekali, meskipun seseorang telah menerima vaksinasi secara lengkap.

KESEHATAN | 19 April 2021

Arist Merdeka Sirait: BPOM Perlu Sosialisasi Keamanan Pangan

BPOM diminta lebih giat mensosialisasikan masalah keamanan Bisfenol A (BPA) yang terdapat dalam kemasan makanan dan minuman kepada masyarakat.

KESEHATAN | 19 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 10,9 Juta

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai, Senin (19/4/2021), mencapai 10,9 juta lebih.

KESEHATAN | 19 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 54.728

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Senin (19/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 54.728.

KESEHATAN | 19 April 2021

Update Covid-19: Tambah 4.952, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.609.300

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Senin (19/4/2021) sebanyak 4.952. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.609.300.

KESEHATAN | 19 April 2021

Menkes Beri Santunan 11 Ahli Waris Nakes yang Gugur karena Pandemi

Santunan yang diterima masing-masing ahli waris sebesar Rp 300 juta.

KESEHATAN | 19 April 2021

Peluncuran Motor Ramah Lingkungan Dikawal Ralali Health Care

Neoclinic mengawal acara peluncuran Baran dengan memfasilitasi swab antigen untuk para peserta test drive Motor Anubis.

KESEHATAN | 19 April 2021

Mabes Pastikan Vaksin Nusantara Bukan Program TNI

Namun demikian, TNI juga memiliki pedoman dalam mendukung inovasi vaksin Nusantara.

KESEHATAN | 19 April 2021

Divaksin di Depan Jokowi, Bimbim Slank Berdebar-debar

Kemudian, Bimbim mengajak para musisi Indonesia agar mau divaksin Covid-19.

KESEHATAN | 19 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS