Kotak Dingin Vaksin Covid-19 Technoplast Diminati Negara Afrika dan Amerika Latin
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kotak Dingin Vaksin Covid-19 Technoplast Diminati Negara Afrika dan Amerika Latin

Selasa, 20 April 2021 | 15:40 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kotak dingin penyimpan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri ternyata diminati oleh beberapa negara di Afrika dan Amerika Latin. Khususnya di negara yang wilayah geografisnya besar seperti Indonesia.

Kotak tersebut adalah Insulated Vaccine Carrier (IVC) buatan Technoplast Indonesia yang sudah dipakai oleh Pemerintah Indonesia untuk mendistribusikan vaksin Covid-19.

Direktur Utama Technoplast, Ellies Kiswoto mengatakan pihaknya sudah menerima permintaan dari beberapa negara untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19.

"Yang tertarik untuk produk ini adalah negara yang wilayahnya challenging seperti di Afrika, dan Amerika Latin seperti Argentina. Karena secara geografis mirip seperti Indonesia," kata Ellies Kiswoto, dalam diskusi virtual interaktif 'Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 ke Seluruh Pelosok Indonesia', Selasa (20/4/2021).

Ellies mengisahkan bahwa produk ini sebenarnya dimulai dari keinginan membantu masyarakat dan pemerintah yang harus menerima vaksin sebagai salah satu jalan keluar dari pandemi. Selain soal produk vaksinnya sendiri, tantangan utama adalah soal distribusi vaksin.

Sebagai contoh, vaksin Sinovac yang selama ini dipakai, hanya bisa bertahan jika berada pada suhu 2-8 derajat celcius. Jika selama distribusi, khususnya ke wilayah yang jauh dari Jakarta, suhunya di luar itu, maka vaksin yang langka dan mahal itu bisa rusak.

"Kami menemukan bahwa selama ini cooler box tanpa ada kontrol suhu. Yang tersedia hanya cooler box untuk makanan atau untuk memancing," ujar Ellies sambil tertawa.

Akhirnya, bersama tim riset di Technoplast, Eliies dan kawan-kawan berhasil membangun produk cooler box yang suhunya bisa dipantau dan memastikan suhu bisa bertahan hingga 57 jam. Namun secara resmi, Technoplast mengumumkannya 48 jam.

Ellies lalu menunjukkan langsung kotak IVC miliknya. Kotak tersebut memiliki 4 sistem penguncian sehingga benar-benar kuat. Lalu di bagian atas kotak, ada alat pengukur temperatur dan alarm yang bisa memberi tahu kondisi vaksin di dalamnya. Ada indikator perubahan warna dan bunyi jika terjadi perubahan suhu signifikan.

"Harus dibedakan apakah carrier itu vaccine carrier atau cooler box makanan dan minuman yang dipakai di pasar sekarang. Kalau termometernya tak ada, misalnya, maka bagaimana bisa memantau kondisi suhu vaksinnya?" urai Ellies.

Di dalam kotak, ada aluminium foil untuk menahan temperatur dan antibakteri. Lalu ada insulasi es yang diformulasikan secara spesial sehingga bisa lebih tahan lama mempertahankan suhu. Alarm bahkan akan berbunyi jika penguncian kotaknya tak tepat 100%.

"Semuanya demi memastikan keamanan vaksinnya," imbuh Ellies.

Saat ini, kata Ellies, pihaknya bisa memproduksi hingga 60.000 IVC perbulan. Technoplast juga sudah berhasil membuat IVC untuk vaksin Astrazeneca yang memerlukan suhu minus 20 derajat celcius, serta mengembangkan kotak untuk vaksin Pfizer yang butuh suhu minus 70 derajat celcius.

Menurut Ellies yang segera dilaunching adalah kotak IVC baru dengan teknologi geolocation IOT. Setiap kotak akan disertai alat khusus dengan barcode yang bisa dihubungkan dengan smartphone. "Geolocation IOT itu memastikan lokasinya bisa dipantau di mana, suhunya, dan berbagai detail informasi lainnya," imbuh dia.

Satu kotak IVC bisa menampung hingga 500 dosis, dan diproduksi dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 80%. Sejauh ini, sudah dipakai lembaga pemerintahan seperti BNPB, hingga lembaga swasta seperti Halodoc.

Dokter Bettia Bermawi, Kabid Tata Laksana dan Compliance Sentra Vaksinasi Serviam (SVS), mengatakan pihaknya sudah memakai IVC dari Technoplast tersebut. Sejauh ini pihaknya merasa sangat puas. Sebab selain sudah dilengkapi insulasi yang cukup, terbukti suhu dan vaksinnya memang terjaga.

"Untuk Sinovac misalnya, itu tidak boleh beku, dan tidak boleh lewat 8 derajat. Ini sudah kita pakai sehari-hari di Sentra Vaksinasi. Dan ini keuntungannya, kotaknya juga mudah sekali dibersihkan," kata Bettia.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, yang hadir di acara itu, mengatakan bahwa distribusi vaksin memang menjadi salah satu titik kunci keberhasilan program vaksinasi nasional, selain produksi vaksinnya sendiri. Distribusi itu termasuk ketersediaan moda transportasi, hingga kotak vaksin yang bisa menjaga suhunya.

"Paling penting memang bagaimana mengelola distribusi rantai dingin ini, sehingga bisa dipastikan vaksin bisa aman sampai di fasilitas kesehatan paling ujung, dan aman ke orang yang menerima. Itu prinsip yang utama, bagaimana vaksin betul-betul punya efikasi tinggi sampai pada saat diberikan," kata Maxi.

Beberapa langkah terobosan dilakukan pihaknya, seperti memutus rantai distribusi tanpa harus singgah ke pemerintah provinsi, mengajak kelompok masyarakat yang berpengalaman mendistribusikan vaksin, hingga melibatkan produk dalam negeri untuk distribusi.

"Kalau sistem ini bagus, saya kira ke depan ini jadi kekuatan bagi kita melakukan perubahan dalam distribusi vaksin rutin, vaksin di luar covid," tukasnya.

Maxi menegaskan, pemerintah berkomitmen meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang digunakan, adalah betul-betul aman dan sehat. Yakni dari proses pembuatan, produksi, sampai disttribusinya.

"Semuanya dilaksanakan secara profesional dan dijaga ketat suhunya sampai ke daerah dan disampaikan ke masyarakat," pungkas Maxi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

DKI Catat Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Terendah Sejak Juni 2020

Dinkes DKI mencatat sebanyak 91 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini. Jumlah ini menjadi rekor penambahan kasus harian terendah sejak Juli 2020.

KESEHATAN | 20 September 2021

Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses transisi dari pandemi ke endemic Covid-19 tergantung dari cakupan vaksinasi

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 125,7 Juta Dosis Suntikan

Untuk mempercepat vaksinasi, Budi menyebutkan, atas saran Presiden Joko Widodo, target cakupan vaksinasi per provinsi harus mencapai di atas 20%.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: 50% Masyarakat Masih Takut Jalani Testing

Sebanyak 50% masyarakat Indonesia masih takut di-testing Covid-19.

KESEHATAN | 20 September 2021

Tak Mau Kecolongan Lagi, Pemerintah Batasi Pintu Masuk ke Indonesia

Pemerintah membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Untuk Pertama Kalinya, Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Bawah 1

Untuk pertama kalinya, angka reproduktif efektif Covid-19 di Indonesia mencapai di bawah angka 1, tepatnya 0,98.

KESEHATAN | 20 September 2021

Antisipasi Penularan Covid-19, TNI-Polri Dikerahkan Awasi Jalur Tikus

Pemerintah akan mengerahkan TNI dan Polri mengawasi ratusan jalur tikus, baik di darat maupun laut untuk mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Luhut Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia dan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski situasi pandemi Covid-19 membaik.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: PeduliLindungi Diakses 50 Juta Kali Dalam Sehari

Aplikasi PeduliLindungi saat ini telah diakses lebih dari 50 juta kali dalam sehari oleh masyarakat yang beraktivitas di berbagai ruang publik

KESEHATAN | 20 September 2021

Bioskop dan Pertandingan Liga Dibuka pada Kabupaten-Kota Level 3 dan 2

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bioskop dan pertandingan Liga 2 dapat dibuka kembali pada kabupaten dan kota level 3-2

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Satgas Bogor Kesulitan Capai Target yang Diberikan Luhut karena Vaksinator Minim

Satgas Bogor Kesulitan Capai Target yang Diberikan Luhut karena Vaksinator Minim

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings