Logo BeritaSatu

Hari Kartini, Kepala BKKBN Ajak PKK Turunkan Angka Stunting

Kamis, 22 April 2021 | 14:27 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, per 2019 angka stunting Indonesia berada di angka 27%. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, para ahli memprediksi angka stunting berpeluang mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, pada peringatan Hari Kartini, Hasto mengajak para Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi motor penggerak utama menurunkan angka stunting.

“Hari Kartini menjadi momentum sangat tepat untuk melanjutkan perjuangannya untuk memperjuangkan kesehatan perempuan yang pada gilirannya juga menyehatkan anak-anak dan bebas dari stunting untuk menuju Indonesia unggul dan maju,” kata Hasto pada webinar tentang Peran Kartini Indonesia di Era Milenial, Kamis (22/4/2021).

Dikatakan Hasto, hal tersebut selaras dengan amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada BKKBN untuk mengawal penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024.

“Ini tugas yang besar tentunya yang diberikan oleh Bapak Presiden dan kita harus mensukseskan cita- cita dan janji yang telah diberikan Presiden kepada masyarakat mewujudkan turunnya angka stunting,” ucapnya.

Selanjutnya, Hasto menuturkan melibatkan PPK ini untuk melanjutkan perjuangan RA Kartini masa kini. Pasalnya, RA Kartini di saat sedang berjuang untuk perempuan Indonesia, justru meninggal karena masalah kesehatan reproduksi.

Bahkan, saat ini, angka kematian ibu di Indonesia juga masih 305 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, kematian bayi yang masih 24 per 1.000.

“Angka kematian ibu dan bayi itu menjadi tolok ukur derajat kesehatan sebuah bangsa, maka sudah selayaknya marilah kita meneruskan perjuangan RA Kartini. Kemudian kita bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendidikan, pengajaran terkait dengan kesehatan reproduksi, masalah seksualitas kepada remaja, perempuan, dan keluarga,” kata Hasto.

Hasto menyebutkan, angka kematian masih cukup tinggi pada proses kehamilan yang terjadi, salah satu penyebabnya karena anemia, kekurangan zat besi pada saat calon ibu masih remaja dan juga pada saat hamil.

Dikatakan dia, ketika ibu hamil masih anemia dan mengalami berbagai masalah kehamilan, akan berdampak pada bayi yakni menghasilkan produk kehamilan yang tidak sempurna dan salah satunya adalah stunting.

“Kita boleh bersedih ketika hari ini hasil dari riset kesehatan dasar tahun 2018 masih menunjukan angka stunting atau angka bayi yang lahir berbakat stunting karena panjang badannya pada saat lahir tidak mencapai 48 cm sesuai standar WHO, masih 22, 6% dan cukup besar angka itu,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Hasto, setelah ibu melahirkan bayi berpotensi menjadi stunting tentu harus memperhatikan perkembangan bayi mulai dari ASI eksklusif dan pemberian makanan tambahan setelah usia 6 bulan. Namun, pada fase ini ternyata angka 22,6% bayi berpotensi malah semakin meningkat menjadi sekitar 23, 2% .

“Artinya kita sudah menyuguhkan bayi yang lahir yang ukurannya di bawah standar dan setelah lahir sebagai keluarga mengurusnya belum menurunkan angka 22,6% tadi malah masih menaikkan,” ucap Hasto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditetapkan Tersangka, Dirut PT LIB Dinilai Lalai Verifikasi Stadion

Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan, karena dinilai lalai tidak memverifikasi stadion layak fungsi.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: 11 Personel Tembakkan Gas Air Mata

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, sebanyak 11 anggotanya menembakkan gas air mata di dalam stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

NEWS | 6 Oktober 2022

KTT G-20, Relokasi PLTG Grati ke Bali Tuntas Akhir Oktober

PLN menargetkan relokasi PLTG Grati ke Bali selesai akhir Oktober sebagai bentuk dukungan untuk KTT G-20.

NEWS | 6 Oktober 2022

Dirut LIB Tersangka Tragedi Kanjuruhan Pernah Jadi Terlapor Kasus Rumah Judi

Salah satu tersangka tragedi Kanjuruhan, Dirut Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita sebelumnya sempat jadi terlapor di kasus rumah judi

NEWS | 6 Oktober 2022

Jadi Tersangka, Dirut PT LIB Sempat Sesalkan Tragedi Kanjuruhan

Salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada tragedi Kanjuruhan yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

Kapolri menyebutkan banyak korban tewas pada tragedi Kanjuruhan karena pintu stadion terkunci dan tidak ada petugas yang berjaga.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan

NEWS | 6 Oktober 2022

Komnas Perempuan: Pencegahan KDRT Harus Dilakukan secara Sistematik

Komnas Perempuan untuk melakukan pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga KDRT harus dilakukan secara sistematik

NEWS | 6 Oktober 2022

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KHE Gandeng Sumitomo Garap Proyek PLTA US$ 17,8 M di Kaltara

KHE Gandeng Sumitomo Garap Proyek PLTA US$ 17,8 M di Kaltara

EKONOMI | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings