Hari Kartini, Kepala BKKBN Ajak PKK Turunkan Angka Stunting
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hari Kartini, Kepala BKKBN Ajak PKK Turunkan Angka Stunting

Kamis, 22 April 2021 | 14:27 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, per 2019 angka stunting Indonesia berada di angka 27%. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, para ahli memprediksi angka stunting berpeluang mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, pada peringatan Hari Kartini, Hasto mengajak para Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi motor penggerak utama menurunkan angka stunting.

“Hari Kartini menjadi momentum sangat tepat untuk melanjutkan perjuangannya untuk memperjuangkan kesehatan perempuan yang pada gilirannya juga menyehatkan anak-anak dan bebas dari stunting untuk menuju Indonesia unggul dan maju,” kata Hasto pada webinar tentang Peran Kartini Indonesia di Era Milenial, Kamis (22/4/2021).

Dikatakan Hasto, hal tersebut selaras dengan amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada BKKBN untuk mengawal penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024.

“Ini tugas yang besar tentunya yang diberikan oleh Bapak Presiden dan kita harus mensukseskan cita- cita dan janji yang telah diberikan Presiden kepada masyarakat mewujudkan turunnya angka stunting,” ucapnya.

Selanjutnya, Hasto menuturkan melibatkan PPK ini untuk melanjutkan perjuangan RA Kartini masa kini. Pasalnya, RA Kartini di saat sedang berjuang untuk perempuan Indonesia, justru meninggal karena masalah kesehatan reproduksi.

Bahkan, saat ini, angka kematian ibu di Indonesia juga masih 305 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, kematian bayi yang masih 24 per 1.000.

“Angka kematian ibu dan bayi itu menjadi tolok ukur derajat kesehatan sebuah bangsa, maka sudah selayaknya marilah kita meneruskan perjuangan RA Kartini. Kemudian kita bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendidikan, pengajaran terkait dengan kesehatan reproduksi, masalah seksualitas kepada remaja, perempuan, dan keluarga,” kata Hasto.

Hasto menyebutkan, angka kematian masih cukup tinggi pada proses kehamilan yang terjadi, salah satu penyebabnya karena anemia, kekurangan zat besi pada saat calon ibu masih remaja dan juga pada saat hamil.

Dikatakan dia, ketika ibu hamil masih anemia dan mengalami berbagai masalah kehamilan, akan berdampak pada bayi yakni menghasilkan produk kehamilan yang tidak sempurna dan salah satunya adalah stunting.

“Kita boleh bersedih ketika hari ini hasil dari riset kesehatan dasar tahun 2018 masih menunjukan angka stunting atau angka bayi yang lahir berbakat stunting karena panjang badannya pada saat lahir tidak mencapai 48 cm sesuai standar WHO, masih 22, 6% dan cukup besar angka itu,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Hasto, setelah ibu melahirkan bayi berpotensi menjadi stunting tentu harus memperhatikan perkembangan bayi mulai dari ASI eksklusif dan pemberian makanan tambahan setelah usia 6 bulan. Namun, pada fase ini ternyata angka 22,6% bayi berpotensi malah semakin meningkat menjadi sekitar 23, 2% .

“Artinya kita sudah menyuguhkan bayi yang lahir yang ukurannya di bawah standar dan setelah lahir sebagai keluarga mengurusnya belum menurunkan angka 22,6% tadi malah masih menaikkan,” ucap Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bantu Program Covid-19 Pemerintah, AGP Vaksinasi Pelaku UMKM

Program ini menargetkan 500 pelaku UMKM divaksinasi setiap hari.

KESEHATAN | 22 April 2021

Ini Perincian Aturan Baru Satgas Covid-19 tentang Pengetatan Mudik Lebaran

Surat Edaran tersebut mulai berlaku hari ini, Kamis (22/4/2021) hingga 24 Mei 2021.

KESEHATAN | 22 April 2021

Satgas Covid-19 Berlakukan Pengetatan Mudik Mulai Hari ini hingga 24 Mei 2021

Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada Idulfitri mendatang.

KESEHATAN | 22 April 2021

BPJS Kesehatan Dorong Koperasi dan UMKM Jadi Peserta JKN-KIS

BPJS Kesehatan memerlukan dukungan segenap pihak untuk bergerak bersama merealisasikan cita-cita jaminan kesehatan semesta.

KESEHATAN | 22 April 2021

Kalbis Institute Jadi Sentra Vaksinasi Dosen di Jakarta Timur

Kalbis Institute dipilih secara langsung oleh L2 Dikti Wilayah III dikarenakan terafiliasi dengan korporasi farmasi dan RS.

KESEHATAN | 22 April 2021

Makanan Mudah Dicerna Sangat Bagus untuk Menu Berbuka Puasa

Selama bulan Ramadan atau puasa, perlu menghindari aktivitas sehari-hari yang dapat membuat tubuh dehidrasi, terutama saat hari-hari musim panas.

KESEHATAN | 22 April 2021

Reisa Broto Asmoro: Perempuan Harus Mandiri dan Pintar Membagi Waktu

Reisa Broto Asmoro menilai seorang perempuan harus mampu mandiri dan pintar membagi waktu di tengah berbagai perannya.

KESEHATAN | 21 April 2021

APPSI Harap Pemerintah Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia

APPSI mengapresiasi inisiatif pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pedagang pasar.

KESEHATAN | 21 April 2021

Tips Konsumsi Makanan dan Minuman Sehat di Bulan Ramadan

Sangat penting memilih makanan dan minuman sehat selama bulan Ramadan.

KESEHATAN | 21 April 2021

IDI Dorong Halodoc Berkontribusi pada Transformasi Layanan Kesehatan

Salah satu pelayanan kesehatan yang positif adalah memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat.

KESEHATAN | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS