Pernikahan Dini Jadi Penyebab Masalah Stunting di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pernikahan Dini Jadi Penyebab Masalah Stunting di Indonesia

Kamis, 22 April 2021 | 19:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mengatakan, stunting adalah salah satu masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan minimnya asupan gizi dalam waktu lama. Pemicunya pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Selain itu, stunting juga disebabkan pernikahan dini. Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) di Indonesia. “Hasil studi, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebutkan, salah satu masalah stunting karena tingginya pernikahan dini,” kata Tri pada webinar "Peran Kartini Indonesia di Era Milenial" pada Kamis (22/4/2021).

Tri menyebutkan, pernikahan dini sulit dicegah karena budaya dan pola pikir masyarakat yang menganggap hal itu adalah lumrah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada 15,18% pernikahan dini dan mengalami peningkatan pada 2018 dengan angka 15,66%.

Tri mengatakan, banyak faktor yang mendasari pernikahan anak bisa terjadi mulai budaya, ekonomi, hingga ketidakmengertian fungsi reproduksi sehingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Padahal, kehamilan ini dapat melahirkan generasi stunting. Faktor lain penyebab stunting adalah sanitasi yang kurang mendukung di masyarakat. Hal ini berisiko pada pencemaran makanan dan minuman akibat bakteri.

Kompleksitas permasalahan stunting ini membutuhkan sinergisitas semua kementerian dan lembaga (K/L), pemerintah daerah (Pemda), dunia usaha, dan masyarakat seperti PKK, posyandu. "Perlu diberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya remaja tentang pengetahuan membangun keluarga sehat untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul," kata dia.

Menurut Tri, stunting akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas SDM. Dampak buruk pada balita seperti perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan metabolisme tubuh. "Sementara dampak jangka panjang yakni menurunnya kekebalan tubuh, dan berisiko tinggi terhadap penyakit generatif seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, kanker," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Gol Gabriel Jesus Buat Manchester City Ungguli Chelsea

Gol Gabriel Jesus Buat Manchester City Ungguli Chelsea

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings