Epidemiolog Sarankan GeNose Tak Digunakan untuk Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog Sarankan GeNose Tak Digunakan untuk Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan

Jumat, 23 April 2021 | 22:54 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, jika pemerintah ingin membatasi penyebaran virus, maka pelaku perjalanan harus menggunakan tes Covid-19 yang akurat yakni swab polymerase chain reaction (PCR) dan swab antigen. Dia menyarankan tes dengan GeNose tidak digunakan.

“Tes yang akurat itu cuma dua, swab PCR dan swab antigen. Kalau pakai tes lain yang enggak dianjurkan Kemkes bisa banyak bocornya,” kata Pandu saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat ( 22/8/2021).

Pandu menegaskan, pentingnya tes Covid-19 menggunakan alat akurat karena saat ini secara global sedang terjadi peningkatan kasus baru akibat adanya varian B117 yang sangat cepat penularannya.

Sementara GeNose ini merupakan alat yang belum divalidasi penggunaannya dan belum mendapat izin dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk melakukan screening. Izin diberikan Kemkes baru untuk izin edar selama satu tahun.

“Pada saat ini penggunakan ini harus dilaporkan data perbaikan untuk penyempurnaan. Dulu kan waktu coba pada kelompok di rumah sakit dan di puskesmas dan belum pernah uji di tempat umum,” ucapnya.

Selain itu, Pandu menyebutkan GeNose tidak dapat mendeteksi langsung virus. Sejauh ini, kata Pandu, sudah banyak laporan dari masyarakat melakukan perjalanan dan hasil GeNose negatif dan ketika sampai suatu tempat tes swab PCR positif.

Pandu menegaskan, banyak kejadian ditemukan menunjukkan penggunakan belum diuji secara optimal tetapi langsung dipakai oleh pemerintah untuk pelayanan. Kebijakan tersebut dinilai sangat berbahaya. “Bahaya sekali cara berpikir ini, sangat berbahaya dan tidak etis, membahayakan kesehatan publik,” ucapnya.

Dikatakan Pandu, apabila Satgas Penanganan Covid-19 masih tetap menggunakan GeNose untuk screening pelaku perjalanan, artinya Satgas memberikan peluang penularan terjadi karena membiarkan masyarakat menggunakan alat tidak akurat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Antisipasi Varian Baru Covid-19 dari Inggris, Afsel, Brasil, dan India

Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara di antaranya Inggris, Afsel, Brasil, dan India.

KESEHATAN | 23 April 2021

Pentingnya Perawatan Gigi Selama Pandemi Covid-19

Perawatan gigi dan mulut ternyata belum menjadi prioritas dan masih terabaikan selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 23 April 2021

Ini Penjelasan Satgas tentang Perbedaan Kebijakan Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan

Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan perbedaan kebijakan tes Covid-19 pelaku perjalanan.

KESEHATAN | 23 April 2021

Jangan Abaikan Vaksinasi Rutin Anak di Masa Pandemi

Kementerian Kesehatan mengajak semua orang untuk divaksinasi, dan tidak menunda jadwal vaksinasi di saat pandemi agar tetap sehat dan tetap produktif.

KESEHATAN | 23 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 11,5 Juta

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Jumat (23/4/2021), mencapai 11,5 juta lebih.

KESEHATAN | 23 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 63.623

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Jumat (23/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 63.623.

KESEHATAN | 23 April 2021

Menkes: Stok Vaksin Covid-19 Tersisa 8 Juta Dosis

Saat ini stok vaksin Covid-19 dari produksi Bio Farma maupun vaksin jadi tersisa sekitar 8 juta dosis.

KESEHATAN | 23 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.436, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.632.248

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Jumat (23/4/2021), sebanyak 5.436. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.632.248.

KESEHATAN | 23 April 2021

KPC-PEN: Terjadi Kenaikan Tingkat Keterisian Rumah Sakit di 12 Provinsi

KPC-PEN mengatakan terjadi kenaikan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit di 12 provinsi yang menjalankan PPKM mikro.

KESEHATAN | 23 April 2021

Satgas: Aturan tentang Peniadaan Mudik untuk Pengetatan Mobilitas

Aturan tersebut bertujuan untuk pengetatan mobilitas yang berpeluang terjadi.

KESEHATAN | 23 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS