Raden Pardede: Larangan Mudik untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Raden Pardede: Larangan Mudik untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat

Jumat, 23 April 2021 | 23:40 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Raden Pardede menegaskan larangan mudik semata-mata bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat. KPCPEN tak ingin aktivitas mudik justru menyebabkan gelombang kasus baru Covid-19.

“Ini adalah dalam rangka melindungi kesehatan yang utama. Kalau kesehatan kita tidak terlindungi, bagaimana kita bicara ekonomi? Jadi kesehatan yang terlindungi tadi itu yang membangkitkan optimisme,” kata Raden Pardede dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Raden menyebut pemerintah akan melonggarkan kegiatan masyarakat ketika kasus Covid-19 sudah bisa terkendali. Saat ini pun pemerintah terus mempercepat program vaksinasi, sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional bisa tercapai.

“Tapi tetap dengan protokol kesehatan dulu untuk sementara waktu ini,” ujarnya.

Raden menambahkan, hingga Selasa (20/4/2021), jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin baik suntikan pertama dan kedua adalah sebanyak 17,25 juta orang. Secara terpeinci, sebanyak 11,1 juta orang atau 27,6% masyarakat telah menerima vaksin Covid-19 untuk dosis pertama.

Sementara untuk suntikan dosis kedua, jumlah penerimanya sebanyak 6,1 juta orang atau 15,2% dari total keseluruhan penerima vaksinasi. Jika target vaksinasi bisa optimal dan penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan, Raden optimistis hal tersebut bisa mendorong optimisme bahwa ekonomi juga kian membaik.

“Dengan cara seperti itu kita harapkan pemulihan ekonomi kita akan baik, karena antara optimisme kemudian mereka mau berbelanja, mereka mau berinvestasi, itulah yang menggerakkan ekonomi,” ujar Raden.

Sementara itu, Managing Director IPSOS in Indonesia Soeprapto Tan mengatakan optimisme masyarakat Indonesia mencapai 76% bahwa ekonomi akan segera membaik. Untuk itu, seluruh elemen perlu menjaga jangan sampai yang terjadi di negara lain terjadi juga di Indonesia.

Pada Mei 2020, kata Ato, sapaan Soeprapto, belanja masyarakat hanya untuk bahan masakan yang dibuat di rumah, obat-obatan pribadi, dan produk kebersihan. Kecenderungan yang sama terjadi pada September 2020.

Dengan optimisme yang mulai meningkat, belanja masyarakat mulai merambah ke sektor travel atau jalan-jalan. Begitu juga restoran dan kafe presentasi negatifnya semakin kecil yang menandakan masyarakat tidak berdiam diri di rumah.

“Kondisinya sudah jauh membaik,” katanya.

Dokter Spesialis Anak, Soedjatmiko menyatakan semua negara mengakui imunisasi itu aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, cacat, dan kematian.

“Oleh karena itu, negara-negara berusaha memberikan vaksin gratis kepada rakyatnya, supaya bayi balita anak hingga remaja terhindar dari kesakitan dan kematian,” ucapnya.

Meski demikian, Soedjatmiko mengingatkan penyakit seperti difteri, campak, pneumonia, masih ada dan perlu ditekan penularannya. Sebelum pandemi Covid-19 banyak bayi yang terancam oleh penyakit tersebut. Sementara di masa pandemi Covid-19 seolah-olah penyakit tersebut berkurang.

“Tapi sebenarnya apabila vaksinasi tidak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain Covid-19,” katanya.

Untuk itu, pekan imunisasi dunia yang dilaksanakan tiap pekan keempat bulan April menjadi momentum untuk mengingatkan kembali semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Epidemiolog Sarankan GeNose Tak Digunakan untuk Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyarankan GeNose tidak digunakan dalam tes Covid-19 pelaku perjalanan.

KESEHATAN | 23 April 2021

Indonesia Antisipasi Varian Baru Covid-19 dari Inggris, Afsel, Brasil, dan India

Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara di antaranya Inggris, Afsel, Brasil, dan India.

KESEHATAN | 23 April 2021

Pentingnya Perawatan Gigi Selama Pandemi Covid-19

Perawatan gigi dan mulut ternyata belum menjadi prioritas dan masih terabaikan selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 23 April 2021

Ini Penjelasan Satgas tentang Perbedaan Kebijakan Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan

Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan perbedaan kebijakan tes Covid-19 pelaku perjalanan.

KESEHATAN | 23 April 2021

Jangan Abaikan Vaksinasi Rutin Anak di Masa Pandemi

Kementerian Kesehatan mengajak semua orang untuk divaksinasi, dan tidak menunda jadwal vaksinasi di saat pandemi agar tetap sehat dan tetap produktif.

KESEHATAN | 23 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 11,5 Juta

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Jumat (23/4/2021), mencapai 11,5 juta lebih.

KESEHATAN | 23 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 63.623

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Jumat (23/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 63.623.

KESEHATAN | 23 April 2021

Menkes: Stok Vaksin Covid-19 Tersisa 8 Juta Dosis

Saat ini stok vaksin Covid-19 dari produksi Bio Farma maupun vaksin jadi tersisa sekitar 8 juta dosis.

KESEHATAN | 23 April 2021

Update Covid-19: Tambah 5.436, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.632.248

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Jumat (23/4/2021), sebanyak 5.436. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.632.248.

KESEHATAN | 23 April 2021

KPC-PEN: Terjadi Kenaikan Tingkat Keterisian Rumah Sakit di 12 Provinsi

KPC-PEN mengatakan terjadi kenaikan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit di 12 provinsi yang menjalankan PPKM mikro.

KESEHATAN | 23 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS