Mengenal Varian Afsel dan India yang Sudah Masuk Indonesia
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengenal Varian Afsel dan India yang Sudah Masuk Indonesia

Selasa, 4 Mei 2021 | 03:30 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Belum lama ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi sejumlah kasus positif infeksi virus corona dari varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan India.

Semua virus, termasuk corona, bermutasi dan membentuk varian baru saat mereka menggandakan diri untuk berkembang biak dan menyebar.

Mutasi ini bisa mengkhawatirkan jika varian baru lebih mudah menular, lebih mematikan, dan bisa melawan vaksin dibandingkan virus awalnya.

Bagaimana dengan dua varian yang sudah merambah Indonesia itu?

Varian Afrika Selatan
Varian ini diberi nama 501.V2 atau B.1.351 dan menjadi tipe dominan dalam wabah Covid-19 di Afsel.

Varian dimaksud menghasilkan mutasi yang disebut N501Y dan menurut penelitian membuat varian ini lebih menular atau lebih mudah berpindah inang.

Ia juga menghasilkan mutasi yang disebut E484K, yang mampu menerobos sistem kekebalan manusia dan bisa berdampak pada daya tangkal vaksin.

Sejauh ini belum ada bukti bahwa varian Afsel membuat penyakit Covid-19 lebih parah atau lebih mematikan.

Menurut penelitian di Israel, sejumlah orang yang telah divaksin penuh masih bisa terinfeksi varian Afsel.

Seperti halnya virus corona versi original, varian Afsel sangat berbahaya bagi kelompok manula dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Sampai dilakukannya penelitian yang lebih menyeluruh, sejauh ini belum dapat dipastikan bahwa varian Afsel bisa melawan vaksin Covid-19 yang ada sekarang.

Uji coba vaksin buatan Novavax, Janssen, dan Oxford/AstraZeneca di Afsel mengindikasikan bahwa dalam sejumlah kasus, varian ini mampu melawan sistem kekebalan.

Namun, para pakar mengatakan vaksin tetap mampu memberi pelindungan terhadap gejala Covid-19 yang lebih parah atau mencegah kematian akibat varian ini.

Hasil penelitian atas vaksin Moderna mengindikasikan kemampuannya untuk melawan varian Afsel.

Namun, dalam skenario terburuk, vaksin bisa dirancang ulang dan disesuaikan untuk melawan varian baru dalam waktu beberapa pekan atau bulan, kalau memang diperlukan.

Varian Afsel menjadi tipe Covid-19 yang dominan di sejumlah provinsi di Afsel, dan sudah menyebar ke sedikitnya 20 negara, seperti Austria, Inggris, Amerika Serikat, Norwegia, dan Jepang.

Varian ini terdeteksi pertama kali di Nelson Mandela Bay, Afsel, awal Oktober 2020.

Ia juga menjadi tipe yang dominan di Zambia.

Varian India
Varian ini disebut B.1.617, pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020. Sudah ada sedikitnya 17 negara yang melaporkan kasus varian ini.

Varian B.1.617 juga memiliki dua jenis mutasi di bagian luar virus yang menempel ke sel manusia, menurut pakar virologi setempat, Shahid Jameel.

Varian India menjadi perhatian global karena negara itu saat ini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang paling tinggi di dunia.

Dalam dua pekan terakhir, setiap harinya India melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru. Rekornya terjadi Sabtu (1/5/2021) lalu, dengan lebih dari 400.000 kasus.

Hari berikutnya, India mencatat 3.689 korban jiwa akibat Covid dalam periode 24 jam, juga rekor baru di negara tersebut.

Para pakar masih meneliti apakah varian baru ini memang menjadi penyebab utama lonjakan kasus dan korban jiwa di India.

Sejumlah penelitian laboratorium dengan sampel terbatas mengindikasikan demikian, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu penelitian yang lebih luas lagi untuk memastikannya.

Situasinya memang cukup rumit karena di sejumlah wilayah India, tipe yang dominan adalah varian B.117 yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

Di New Delhi, jumlah kasus akibat varian Inggris meningkat dua kali lipat pada Maret lalu.

Varian India banyak ditemukan di Maharashtra, negara bagian yang paling parah dilanda Covid-19.

Pakar penyakit menular Amerika Serikat Chris Murray dari University of Washington mengatakan lonjakan kasus infeksi yang dahsyat di India dalam periode yang begitu singkat mengindikasikan adanya "varian yang lolos" dan mampu mengalahkan sistem kekebalan dari infeksi alamiah di populasi.

"Kemungkinan besar adalah B.1.617," ujarnya.

Carlo Federico Perno, Kepala Mikrobiologi dan Imunologi Bambino Gesù Hospital di Roma, Italia, mengatakan varian India bukan satu-satunya penyebab lonjakan kasus di India saat ini. Ia menuding longgarnya pembatasan sosial di India yang menjadi pemicu lain.

Perdana Menteri India Narendra Modi banyak dikritik karena mengizinkan kampanye politik massal dan perayaan keagamaan yang menjadi pusat penularan skala besar atau super-spreader.

Varian India bisa dikalahkan oleh vaksin, menurut pakar penyakit menular AS Anthony Fauci, berdasarkan bukti awal penelitian vaksin Covaxin yang dikembangkan oleh India sendiri.



Sumber: BBC, Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Antisipasi Fenomena Superspreader, Satgas Pusat Telah Berkoordinasi dengan Daerah

Wiku Adisasmito mengatakan, dalam mewaspadai superspreader, Satgas Pusat sudah berkoordinasi dengan Satgas Daerah untuk antisipasi kerumunan

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Satgas Sebut 9 Hari Terakhir Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Stagnan

berdasarkan analisis Satgas Penanganan Covid-19, lonjakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami stagnan selama sembilan hari terakhir.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Tidak Semua Latihan Fisik Aman bagi Penderita Hipertensi

Bagi yang sudah memiliki hipertensi, tidak semua latihan fisik aman bagi pengidapnya.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 48.199

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Senin (3/5/2021), jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 48.199.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Soal Superspreader Ini Penjelasan Epidemiolog

Menurut Epidemiolog, superspreader adalah fenomena di mana ada pembawa virus yang menularkan ke banyak orang secara cepat karena mengabaikan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Epidemiolog: Klaster Covid-19 Marak karena Disiplin 3M Turun Drastis

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Pandu Riono, menyatakan klaster Covid-19 semakin marak karena tren kepatuhan 3M menurun.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

7.850.407 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Senin (3/5/2021) sebanyak 7.850.407.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Pemerintah Terus Percepat Program Vaksinasi Covid-19

Pemerintah terus bergerak cepat untuk melakukan program vaksinasi massal sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Update Covid-19: Tambah 4.730, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.682.004

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Senin (3/5/2021), sebanyak 4.730. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.682.004.

KESEHATAN | 3 Mei 2021

Awas, Superspreader Punya Gejala Klinis Sama dengan Pengidap Covid-19 Lain

Gejala klinis dari orang yang dianggap superspreader sama dengan penderita Covid-19 lainnya.

KESEHATAN | 3 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS