Varian Baru Covid-19 Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin dan Akurasi PCR
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Varian Baru Covid-19 Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin dan Akurasi PCR

Kamis, 6 Mei 2021 | 21:58 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan Covid-19 terus mengalami perkembangan sehingga muncul mutasi virus di berbagai negara. Wiku menyebut varian baru bisa menurunkan efektivitas vaksin karena umumnya vaksin dikembangkan dengan jenis virus yang spesifik.

Selain itu, varian baru Covid-19 juga berpotensi menurunkan akurasi pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) karena lokasi/hotspot berbeda-beda.

“Dengan adanya karakteristik virus Covid-19, kita tidak bisa berserah diri dan tidak melakukan apa-apa. Apabila mutasi virus dibiarkan, maka makin banyak varian Covid-19 yang muncul dan berpotensi berdampak buruk terhadap upaya pengendalian Covid-19,” kata Wiku dalam keterangan pers di kantor presiden, Kamis (6/5/2021).

Wiku menjelaskan, mutasi Covid-19 bisa disebabkan berbagai hal, termasuk penyebab internal seperti kesalahan saat perbanyakan materi genetik atau kondisi eksternal seperti lingkungan, pemanasan global, cahaya, paparan, bahan kimia, dan lainnya.

“Pada prinsipnya virus Covid-19 adalah salah satu bentuk virus RNA yang secara alamiah jumlah kejadian mutasi lebih banyak daripada virus DNA sehingga sangat wajar kemunculan Covid-19 berkembang sangat cepat saat ini,” kata Wiku.

Mutasi
Wiku mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan jenis mutasi virus berdasarkan karakteristik yang ditimbulkan akibat mutasi tersebut. Tiga mutasi ditetapkan sebagai variant of concern yaitu B117 (Inggris), B1351 (Afrika Selatan), dan B11281 atau P1 (Brasil).

Selain variant of concern, ada pula yang disebut variant of interest salah satunya adalah varian dari India B1617, yaitu virus yang mengalami mutasi genetik tetapi perubahan karakteristiknya masih belum bisa dipastikan.

Menurut Wiku, pemerintah juga makin mewaspadai kasus penularan Covid-19 lintas negara. Dilihat dari kewarganegaraannya, lima sumber kasus positif warga negara asing (WNA) terbanyak adalah India, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Jepang, dan Turki.

“Virus tidak mengenal batas teritorial dan tiap negara saling terhubung. Oleh karena itu, salah satu upaya mengendalikan virus khususnya virus yang sudah pasti meningkatkan kemampuan infeksi adalah mengatur mobilitas pendatang luar negeri,” ujarnya.

Kedatangan
Berdasarkan data terbaru dari kantor kesehatan pelabuhan Kementerian Kesehatan, tercatat 10 negara asal kedatangan dengan kasus positif terbanyak dalam periode 28 Desember 2020-3 Mei 2021. Ke-10 negara itu adalah Arab Saudi, UEA, Turki, Malaysia, Qatar, Mesir, Jepang, Singapura, Kongo, dan Lebanon.

Wiku mengatakan, salah satu distribusi varian B1617 asal India telah menyentuh seluruh benua di dunia. Hal itu menjadi dasar perlunya adaptasi terhadap berbagai kebijakan mobilitas termasuk perjalanan luar negeri.

“Jika mobilitas pelaku perjalanan tidak dikendalikan maka akan menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 yang mengandung varian-varian tersebut," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Mudik

Wiku Adisasmito menyatakan, terdapat sanksi bagi masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Satgas: Harga Vaksin Gotong Royong Masih Digodok Kemkes

Wiku Adisasmito mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga masih menggodok harga vaksin Gotong Royong tersebut.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Dijuluki Mutan Ganda, Varian Covid-19 Asal India Memang Sangat Menular

Varian Covid-19 asal India yang dijuluki “mutan ganda” dituding menyebabkan penularan yang sangat cepat.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Kerumunan Pemudik di Sultra, Satgas Daerah Diminta Ambil Tindakan Tegas

Wiku Adisasmito meminta Satgas di daerah menindak tegas masyarakat yang masih nekat melakukan mudik di daerah.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Tips Merawat Tubuh dengan Olahraga selama Pandemi

Olahraga menjadi salah satu kegiatan favorit yang banyak dilakukan baik kaum pria maupun wanita selama berada di rumah.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Anies Sekali Lagi Ingatkan Potensi Tertular Covid-19 Karena Bepergian Bersama

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengingatkan warga Jakarta untuk tidak bepergian bersama-sama khususnya pada masa liburan.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Satgas: Seluruh Wilayah Perbatasan Sudah Dijaga Kepolisian

Wiku Adisasmito menegaskan, kebijakan larangan mudik adalah upaya perlindungan pemerintah kepada masyarakat.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

8,3 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Kamis (6/5/2021) mencapai lebih dari 8,3 juta.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 76.273

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Kamis (6/5/2021), jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 76.273.

KESEHATAN | 6 Mei 2021

Update Covid-19: Tambah 5.647, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.697.305

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Kamis (6/5/2021) sebanyak 5.647. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.697.305.

KESEHATAN | 6 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS