Logo BeritaSatu

Biontech: Tak Perlu Adaptasi Vaksin untuk Hadapi Varian Covid-19

Selasa, 11 Mei 2021 | 11:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Berlin, Beritasatu.com- Biontech menegaskan pihaknya tidak perlu mengadaptasi vaksin untuk berbagai varian Covid-19. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (10/5/2021), perusahaan Jerman itu menyatakan modifikasi vaksin tidak diperlukan untuk melindungi orang dari berbagai varian yang beredar.

“Sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa adaptasi vaksin Covid-19 Biontech diperlukan untuk menghadapi varian-varian utama yang muncul teridentifikasi,'' kata perusahaan.

Biontech menambahkan bahwa pihaknya telah mengembangkan strategi komprehensif untuk mengatasi varian ini jika diperlukan di masa depan.

Untuk mempersiapkan potensi kebutuhan untuk mengubah vaksin saat ini, Biontech menyatakan telah memulai pengujian pada bulan Maret pada "versi modifikasi, varian khusus" dari suntikannya.

“Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi jalur regulasi yang akan dikejar oleh Biontech dan Pfizer jika SARS-CoV-2 cukup berubah sehingga memerlukan vaksin yang diperbarui,” katanya.

Kepala Eksekutif Biontech Ugur Sahin sebelumnya telah menyatakan keyakinannya bahwa mereka bekerja melawan varian virus corona pertama kali terdeteksi di India, secara resmi dikenal sebagai B.1.617.

Pada Senin, pernyataan Biontech mengikuti penelitian minggu lalu yang menunjukkan vaksin yang diproduksi dengan Pfizer yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sangat efektif dalam melindungi penerima dari penyakit parah yang disebabkan oleh dua varian berbahaya dari virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan masing-masing yakni B .1.1.7 dan B.1.351.

Penelitian sebelumnya menunjukkan vaksin itu juga mampu menetralkan strain P1 yang sangat menular dari virus corona yang awalnya diidentifikasi di Brasil.

Sementara itu, penilaian juga sedang berlangsung tentang efek kemungkinan dosis ketiga vaksin dalam memperpanjang kekebalan dan melindungi terhadap varian.

Vaksin Biontech-Pfizer adalah yang pertama digunakan secara luas untuk melawan Covid-19, setelah otorisasi yang cepat di beberapa negara Barat.

Sejak itu, vaksin Biontech-Pfizer telah digunakan di banyak negara di seluruh dunia, dengan pesanan sekitar 1,8 miliar dosis telah ditandatangani untuk tahun ini

Seperti vaksin saingan yang diproduksi oleh Moderna, vaksin tersebut menggunakan teknologi mRNA untuk mengunggulkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang virus corona.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022

Bima Arya Mengaku Menikmati Kerja Sama dengan Anies Baswedan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku menikmati jalinan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengelola daerahnya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Survei: Mayoritas Warga Inggris Ingin Liz Truss Mengundurkan Diri

Mayoritas warga Inggris ingin Perdana Menteri Liz Truss mengundurkan diri. Hal itu terungkap dari jajak pendapat baru yang diterbitkan YouGov.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

EKONOMI | 21 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings