Logo BeritaSatu

61% Pemudik Positif Covid-19, Pemerintah Perlu Beri Penjelasan

Selasa, 11 Mei 2021 | 12:03 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) kemarin menyebutkan data mengejutkan, yakni 61% pemudik yang dites secara random ternyata positif Covid-19. Pemerintah, dalam hal ini KPCPEN maupun Satgas Penanganan Covid-19, perlu memberikan penjelasan terperinci mengenai data tersebut agar penanganan pandemi tidak salah arah.

“Pemerintah perlu menjelaskan lebih terperinci dari mana angka-angka itu agar tidak salah arah. Termasuk (menjelaskan) bagaimana caranya memilih siapa yang dites (random),” kata ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, Senin (10/5/2021) malam.

Seperti diberitakan, Ketua KPCPEN sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dari 6.742 jumlah pemudik yang dites secara random, sebanyak 4.123 di antaranya positif Covid-19.

Airlangga menyebut tes random terhadap para pemudik yang dimaksud adalah saat dilakukan Operasi Ketupat. Operasi ini digelar sejak 6 Mei 2021 atau pada saat pemberlakuan larangan masyarakat mudik lebaran.

“Operasi Ketupat kemarin, jumlah pemudik yang di-random testing dari 6.742 orang, konfirmasi positif ada 4.123 orang. Dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang, dan dirawat 75 orang,” kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers secara daring, Senin (10/5/2021) siang.

Tonang Dwi Ardyanto yang rajin memberikan edukasi terkait Covid-19 melalui media sosial ini menilai bahwa pernyataan terdapat 4.123 atau 61,15% dari 6.742 pemudik positif Covid-19 itu gegabah.

61% Pemudik Positif Covid-19, Pemerintah Perlu Beri Penjelasan
Tonang Dwi Ardyanto

Menurut Tonang Dwi Ardyanto, angka positivitas 61,15% tersebut sangat jauh di atas rata-rata tes harian nasional. Karena itu, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS ini menyebutnya sangat tidak logis.

Diterangkan, selama ini pemerintah melakukan tes sebagai bagian dari upaya 3T, yakni tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pasien (treatment).

Tes harian ini dilakukan pada masyarakat dengan berbasis adanya gejala dan kontak erat. Artinya, tidak sembarang orang yang dites. Hanya mereka yang punya indikasi awal yang dites. Kemungkinan menemukan orang yang positif dalam tes seperti ini cukup besar mengingat sasaran pengetesan sudah punya indikasi.

Sedangkan tes random seperti yang dilakukan saat Operasi Ketupat berarti dilakukan kepada orang tanpa indikasi gejala atau kontak erat. Logikanya, menemukan orang yang positif pada tes random lebih rendah ketimbang pengetesan pada sasaran yang punya idikasi.

Tes random, menurut Tonang Dwi Ardyanto, justru lebih menggambarkan kondisi sebenarnya di masyarakat. “Tapi menyebut 61% itu gegabah. Karena kalau benar sebesar itu, kondisi kita tentu sudah melebihi India,” kata Tonang yang juga adalah juru bicara Satgas Covid-19 RS UNS Surakarta.

Diungkapkan, angka positivitas di India saat ini pada kisaran 22-25%. Angka tersebut dianggap cukup mewakili kondisi sebenarnya karena pemeriksaan PCR di India 1,6-1,7 juta tiap hari, melebihi batas minimal 200.000-an per hari. “Maka hasilnya kuat bisa dijadikan acuan,” katanya.

Sementara itu angka positivitas pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) harian di Indonesia pada kisaran 22%. Publik bisa dengan mudah mengakses data tes harian yang selalu diumumkan melalui media sosial oleh Satgas Covid, Kemkes, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sedangkan angka positivitas tes antigen hanya 0,5-1,5%. “Artinya dari sekitar 10.000 sampai 25.000 tes antigen yang dilaporkan tiap harinya itu, yang positif hanya sekitar 100-200 orang,” katanya.

Dengan argumen seperti itu Tonang menyebut bahwa wajar bila hasil tes random para pemudik ada pada kisaran 20-25% atau sesuai dengan angka laporan tes harian PCR. Namun menjadi tidak wajar ketika angkanya mencapai 61,15%.

“Yang wajar itu, hasil testing random sedikit lebih rendah daripada laporan tes PCR harian karena laporan tes harian itu dilakukan berdasarkan adanya indikasi maka peluang positifnya lebih besar daripada tes yang dilakukan pada sembarang orang,” kata Tonang yang juga pengurus Kompartemen JKN Perhimpunan RS Seluruh Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rizky Billar Makan Omongannya Sendiri tentang Selingkuh

"Seorang pernah berkata, Selingkuh itu murah, maka hanya dilakukan oleh orang murahan," ucap Rizky Billar.

NEWS | 1 Oktober 2022

Anggota DPR Intan Fauzi Ajak Kaum Milenial dan Gen Z Gabung Parpol

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mengatakan dengan bergabung parpol, kaum muda bisa berperan sebagai pengambil kebijakan.

NEWS | 1 Oktober 2022

KPU: Parsindo Tidak Perbaiki Hasil Verifikasi Administrasi

KPU mengungkapkan Parsindo, yang sudah sampai pada tahapan verifikasi administrasi, tidak menyerahkan hasil perbaikannya.

NEWS | 1 Oktober 2022

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rizky Billar Makan Omongannya Sendiri tentang Selingkuh

Rizky Billar Makan Omongannya Sendiri tentang Selingkuh

NEWS | 15 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings