Epidemiolog Sebut Data 61% Pemudik Positif Covid-19 Kemungkinan Salah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog Sebut Data 61% Pemudik Positif Covid-19 Kemungkinan Salah

Selasa, 11 Mei 2021 | 18:55 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr. Pandu Riono menduga, data yang disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang menyebutkan 61% pemudik yang dites secara random ternyata positif Covid-19, kemungkinan besar ada kesalahan.

"Itu datanya pasti ngaco. Banyak pihak pasti membantah data itu. Orang yang masuk rumah sakit angka positivity rate atau rasio kasus positif dari surveillance itu sekitar 10-20 %, tidak mungkin mencapai 61%. Tidak ada di dunia yang mencapai hingga 60% itu. Data itu pasti ada kesalahan, bisa kesalahan data atau yang di lapangan," kata Pandu ketika dihubungi Beritasatu pada Selasa (11/5/2021).

Seperti diberitakan, Ketua KPCPEN sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, dari 6.742 jumlah pemudik yang dites secara random, sebanyak 4.123 di antaranya positif Covid-19.

Airlangga menyebutkan tes random terhadap para pemudik yang dimaksud adalah saat dilakukan Operasi Ketupat. Operasi ini digelar sejak 6 Mei 2021 atau pada saat pemberlakuan larangan masyarakat mudik lebaran.

“Operasi Ketupat kemarin, jumlah pemudik yang di-random testing dari 6.742 orang, konfirmasi positif ada 4.123 orang (61% lebih). Dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang, dan dirawat 75 orang,” kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers secara daring, Senin (10/5/2021) siang.

Dr. Pandu menyakini, kesalahan pertama ada pada pemeriksaan. Cara memeriksanya banyak memberikan positif palsu. Bisa jadi karena menggunakan alat testing yang tidak akurat. Diakui, biasanya Kementerian Perhubungan menggunakan alat GeNose untuk mengetes covid-19.

"Alat ini dikenal memberikan hasil positif yang kurang akurat, sehingga banyak masyarakat yang dirugikan. Dengan begitu akhirnya mereka tidak bisa bepergian," jelasnya.

Masyarakat yang telah dites tersebut kemudian lakukan tes ulang di labotorium dan ternyata hasilnya negatif. Hal ini jelas merugikan masyarakat yang pada akhirnya tiket mereka dipulangkan dan keberangkatannya terpaksa dibatalkan bahkan hingga disarankan untuk karantina.

Pandu pun menyarankan bagi pemerintah bila ingin melakukan testing, sebaiknya menggunakan cara-cara yang akurat, jangan gunakan cara yang tidak akurat.

"Jadi ini menurut saya kemungkinan kesalahan semua. Salah mengumpulkan data, salah pemeriksaannya, salah menginterprestasikan. Seorang presiden saja bisa salah, karena yang menyiapkan pidatonya salah. Harusnya menterinya mengerti. Namun tak mengerti dan tidak memakai akal, hanya membaca yang sudah disiapkan oleh anak buahnya," ungkap Pandu.

"Anak buah di tingkatnya bisa saja menerima dari anak buah lainnya yang berada dibawahnya lagi, sehingga data itu tidak disortir, tidak diinterprestasikan dan tidak dikritisi lagi, sehingga data yang salah terpublikasi," tutup dr Pandu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 75.416

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Selasa (11/5/2021), jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 75.416.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Indonesia Capai 13,6 Juta

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai Selasa (11/5/2021), mencapai lebih dari 13,6 juta.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Update Covid-19: Tambah 5.021, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.723.596

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia, Selasa (11/5/2021), sebanyak 5.021. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.723.596.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Pemda Diminta Perketat Pengawasan Mobilitas dan Kerumunan Warga

Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah (Pemda) memperketat pengawasan mobilitas dan kerumunan di daerah.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Hadapi Lonjakan Arus Balik, Tes Acak Covid-19 Akan Diperbanyak

Salah satu cara menghadapinya adalah dengan memperbanyak tes acak atau random testing kepada para pemudik.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Satgas Covid-19: Hati-hati, Indonesia Bisa Seperti India

Satgas Covid-19 meminta masyarakat berhati-hati dan waspada karena potensi kasus Covid-19 di Indonesia bisa seperti India, apabila masyarakat memaksakan mudik.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Satgas: Terobos Penyekatan, Pemudik akan Terima Konsekuensi Hukum

Masyarakat perlu memahami bahwa penyekatan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari kebijakan pelarangan mudik yang sepatutnya dipatuhi.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Satgas Covid-19: Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Ditutup

Penutupan tempat wisata di zona merah dan oranye dilakukan berdasarkan rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

61% Pemudik Positif Covid-19, Pemerintah Perlu Beri Penjelasan

Operasi Ketupat kemarin, jumlah pemudik yang di-random testing dari 6.742 orang, konfirmasi positif Covid-19 ada 4.123 orang atau sekitar 61%.

KESEHATAN | 11 Mei 2021

Satgas Minta Pemda Perketat Pengawasan Mobilitas dan Kerumunan

Wiku mengatakan kebijakan pelarangan mudik yang sudah diputuskan pemerintah bukan tanpa alasan.

KESEHATAN | 11 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS