Logo BeritaSatu

Pakar: 61% Pemudik Positif Covid-19 Jadi Peringatan Semua

Kamis, 13 Mei 2021 | 21:07 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom menilai, penemuan 4.123 orang positif Covid-19 atau 61% dari 6.742 pemudik bisa menjadi peringatan bersama.

"Jadi saya bisa memahami angka yang diberikan oleh Ketua KPCPEN, minimal sebagai warning kita semua dalam menghadapi situasi yang mungkin dengan teori-teori yang ada selama ini perlu mendapat revisi," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com pada Kamis (13/5/2021).

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari "Professor Nidom Foundation" (PNF) itu memberi contoh penggunaan vaksin yang sekadar mengejar teori herd immunity.

Dikatakan, vaksin untuk Covid-19 yang digunakan saat ini akan menimbulkan banyak persoalan dibanding manfaat yang diberikan. Ini sangat berbeda dengan vaksin-vaksin untuk virus-virus yang lain.

Menurutnya, positivitas rate 61% ini bukan perhitungan matematika yang bersifat absolut. Dalam situasi pandemi seperti sekarang, apalagi karakter virus belum stabil yang setiap saat bisa berubah, tentunya lebih baik kalau segala hal dihitung dalam hitungan risiko yang maksimal.

"Selama ini dalam testing dan tracing belum memperlihatkan keteraturan dalam pemetaan yang sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Saat ini Covid-19 tidak selalu memperlihatkan gejala yang jelas. Artinya kondisi dan situasi OTG semakin mengkhawatirkan yang sewaktu-waktu bisa menunjukkan keadaan yang tidak terduga," ungkap Nidom.

Sebetulnya, lanjut dia, yang dilarang mudik itu virusnya bukan orang. Kalau semua masyarakat memahami konsekuensi dari pandemi ini, maka masyarakat bisa melakukan kegiatan apa saja.

"Tetapi karena kita tidak bisa melihat virus secara langsung face to face, akibatnya yang dilarang orangnya, padahal bukan selalu orang yang kelihatan sehat, tidak membawa virus," jelasnya.

Jadi edukasi kepada masyarakat tidak tuntas keburu pengadaan-pengadaan yang didahulukan, termasuk penggunaan alat ukur virus yang digunakan. Seperti rapid test serologi yang seharusnya cocok untuk mendeteksi antibodi vaksinasi, tetapi justru dibuat untuk diagnosa virus.

"Celakanya saat vaksinasi perlu ukuran hasil antibodi, rapid tidak ada. Demikian juga rapid antigen dan GeNose itu sebenarnya sangat cocok untuk konsentrasi virus yang tinggi, seperti pasien di rumah sakit, tapi digunakan untuk OTG, ya kurang pas. Keadaan seperti ini tidak alami perbaikan pendekatan pada aspek virologi. Akhirnya Indonesia sebagai negara terakhir yang bebas pandemik yang tidak kaget," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Nilai Sepak Bola Kerap Pancing Suporter Emosi

Mahfud MD menyampaikan penyesalan pemerintah atas terjadinya tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kantongi Berbagai Video Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi berbagai video terkait kerusuhan Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

174 Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

BOLA | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings