Studi: Jam Kerja Panjang Bunuh 745.000 Orang Per Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: Jam Kerja Panjang Bunuh 745.000 Orang Per Tahun

Senin, 17 Mei 2021 | 14:52 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jam kerja yang panjang telah membunuh 745.000 orang setahun. Seperti dilaporkan BBC, Senin (17/5/2021), laporan studi WHO menemukan bahwa orang yang tinggal di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik Barat adalah yang paling terpengaruh.

Studi global pertama dari jenisnya menunjukkan 745.000 orang meninggal pada 2016 akibat stroke dan penyakit jantung karena jam kerja yang panjang. WHO juga mengatakan tren tersebut dapat memburuk karena pandemi virus corona.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan bekerja seminggu selama 35 hingga 40 jam.

Studi WHO yang dilakukan dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO), juga menunjukkan hampir tiga perempat dari mereka yang meninggal akibat jam kerja yang panjang adalah pria paruh baya atau lebih tua.

Seringkali, kematian terjadi jauh di kemudian hari, terkadang beberapa dekade kemudian, dari jam kerja yang panjang.

Sementara studi tersebut tidak mencakup periode pandemi, pejabat WHO mengatakan lonjakan baru-baru ini pada pekerja jarak jauh dan perlambatan ekonomi mungkin telah meningkatkan risiko terkait dengan jam kerja yang panjang.

"Kami memiliki beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ketika negara-negara melakukan karantina nasional, jumlah jam kerja meningkat sekitar 10%," kata petugas teknis WHO, Frank Pega.

Laporan tersebut, mengatakan jam kerja yang panjang diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari semua penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, membuat beban penyakit akibat kerja terbesar.

WHO menyarankan agar pemberi kerja sekarang mempertimbangkan hal ini saat menilai risiko kesehatan kerja para pekerjanya.

“Pembatasan jam kerja akan bermanfaat bagi pemberi kerja karena hal itu telah terbukti meningkatkan produktivitas. Ini benar-benar pilihan cerdas untuk tidak menambah jam kerja panjang dalam krisis ekonomi, kata Pega.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Imbau Pemudik Segera Isolasi Mandiri

Upaya ini perlu dilakukan untuk mencegah potensi lonjakan kasus akibat adanya transmisi penularan Covid-19, khususnya di masa arus balik mudik Lebaran 2021.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Stok Vaksin Banyak, Menkes: Saatnya Genjot Kembali Program Vaksinasi

Sebelumnya, laju vaksinasi sempat dikurangi karena menyesuaikan dengan stok vaksin Covid-19 pada April dan awal Mei 2021.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Mutasi Covid-19 Asal Afsel dan Inggris Kembali Ditemukan pada Pekerja Migran dari Malaysia

Kedua mutasi ini dibawa oleh pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang tinggal di Jawa Timur.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Kapasitas Tempat Tidur Isolasi dan ICU Covid-19 di Atas 200%

Ini merupakan antisipasi pemerintah untuk menghadapi potensi lonjakan kasus pascalebaran.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Ini Provinsi dengan Tingkat BOR yang Masih Tinggi

Beberapa provinsi masih mencatatkan tingkat BOR yang relatif tinggi, terutama di Pulau Sumatera.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Besok

Untuk tahap pertama, vaksinasi Gotong Royong akan diprioritaskan untuk sektor padat karya atau industri manufaktur.

KESEHATAN | 17 Mei 2021

Penggunaan Astrazeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 16 Mei 2021

Satgas: Pascalibur Lebaran Pasti Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19

Doni Monardo meyakini pascalibur panjang Idulfitri pasti terjadi kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air

KESEHATAN | 16 Mei 2021

Doni Monardo: Kita Masih Ada "PR"

Doni Monardo mengakui, pihaknya beserta pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah atau PR yakni masih tingginya angka kematian akibat Covid-19

KESEHATAN | 16 Mei 2021

Kemkes: Vaksin Astrazeneca Selain Batch CTMAV547 Aman Digunakan

Batch CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis Astrazeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021.

KESEHATAN | 16 Mei 2021


TAG POPULER

# Covid-19 di Bekasi


# Markis Kido


# Covid-19


# Lionel Messi


# Pungli



TERKINI

IPO di Nasdaq, Anak Usaha IPTV Ajukan Registrasi ke Otoritas Bursa AS

EKONOMI | 9 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS