Beri DKI Jakarta Nilai E untuk Penanganan Pandemi, Menkes Minta Maaf
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Beri DKI Jakarta Nilai E untuk Penanganan Pandemi, Menkes Minta Maaf

Jumat, 28 Mei 2021 | 14:50 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas penilaian kualitas pengendalian pandemi yang dinilai berdasarkan laju penularan dan level respons. Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) menempatkan DKI Jakarta di posisi paling rendah atau paling buruk dengan nilai E.

Menurut Budi, indikator penilaian tersebut bukan terkait penilaian kinerja dari daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, hal tersebut merupakan indikator risiko berdasarkan pedoman WHO terbaru yang digunakan sebagai analisa internal di Kemkes.

Pedoman itu digunakan untuk melihat persiapan Indonesia menghadapi lonjakan kasus sesudah liburan Lebaran.

“Saya menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi sebagai Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi. Bahwa indikator risiko ini tidak menjadi penilaian kinerja apalagi penilaian kinerja di salah satu provinsi yang sebenarnya menjadi salah satu provinsi terbaik, dan tenaga kesehatannya sudah melakukan hal-hal yang paling baik yang selama ini bisa mereka lakukan,” kata Menkes dalam konferensi pers daring tentang Klarifikasi Kategorisasi dalam Penilaian Situasi Provinsi, Jumat (28/5/2021).

Menkes menyebutkan, banyak sekali keunggulan telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Misalnya, DKI Jakarta merupakan daerah dengan testing paling tinggi. Selain testing, Budi juga menyebutkan, DKI Jakarta sebagai daerah dengan vaksinasi paling cepat bersama Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Saya juga terima kasih ke tenaga kesehatan DKI, ke teman-teman aparat DKI, karena vaksinasi lansia paling tinggi itu di DKI Jakarta. Lebih 60% (lansia) sudah disuntik,” ucapnya.

Budi menegaskan, lansia merupakan kelompok yang paling rentan apabila terkena Covid-19 dan masuk rumah sakit tentu wafatnya paling cepat. Oleh karena itu, pemerintah harus fokus pada lansia. Apalagi pada pascalebaran, semua orang bertemu lansia.

Ketika lansia terpapar Covid-19 dan mendapat perawatan, mereka akan bisa tetap sembuh.

Selain itu, Budi menambahkan, data-data untuk indikator risiko ini sedang didalami oleh Kemkes untuk melihat faktor-faktor lain seperti berdasarkan pengalaman sebelumnya untuk bisa memperbaiki respons atau intervensi kebijakan atau program yang bisa dilakukan untuk mengatasi pandemi.

Budi menyebutkan, selama pandemi berlangsung ini, tidak ada negara di dunia termasuk organisasi seperti WHO yang sudah menemukan resep yang komprehensif dan 100% dapat mengatasi pandemi. Akan tetapi, semua negara dan semua organisasi seluruh dunia masih terus melakukan modifikasi dari kebijakan dan intervensi untuk mencari kebijakan paling pas untuk mengatasi pandemi.

“Ada kebijakan yang tadinya kita anggap baik, tetapi 6 bulan kemudian ada mutasi virus yang baru. Kita harus mengubah kebijakan tersebut. Itu sebabnya kajian-kajian atau review mengenai kebijakan dan indikator untuk mempersiapkan kita menghadapi pandemi ini memang harus berubah-ubah,” ucapnya.

Dikatakan Menkes, Indonesia sendiri sudah banyak melakukan baik dan benar, namun masih banyak sekali kesempatan untuk memperbaiki diri dan daerah-daerah yang baik implementasinya harus melakukan modifikasi berdasarkan kondisi sosial dan politik juga yang berbeda di masing-masing negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ketua IDAI Minta Sekolah Tatap Muka Jamin Kesehatan Anak

IDAI sangat mendukung pelaksanaan PTM terbatas, karena mempertimbangkan situasi pendidikan anak Indonesia.

KESEHATAN | 26 September 2021

IDAI: 1.800 Anak Indonesia Meninggal Akibat Covid-19

Data anak yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 1.800 orang.

KESEHATAN | 26 September 2021

Survei: Sebagian Besar Masyarakat Tidak Setuju Perpanjangan PPKM

Sebanyak 64,3% masyarakat menyatakan tidak setuju atau kurang setuju jika kebijakan PPKM diperpanjang.

KESEHATAN | 26 September 2021

Masyarakat Apresiasi Presiden Jokowi dan Menkes dalam Penanganan Covid-19

Survei Indikator Politik Indonesia menyebut masyarakat mengapresiasi kerja Presiden Jokowi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam penanganan Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 26 September 2021

Masih ada 10% Masyarakat Indonesia Tak Takut Tertular Covid-19

Survei Indikator Politik Indonesia mengungkap masih ada sebanyak 10% warga Indonesia yang tak takut tertular virus corona atau Covid-19.

KESEHATAN | 26 September 2021

Update Covid-19: Kasus Kematian Turun di Bawah 100

Rekor kematian tertinggi pernah terjadi pada 27 Juli 2021 yakni mencapai 2.069 kasus dalam sehari.

KESEHATAN | 26 September 2021

Pelonggaran PPKM Tingkatkan Persepsi Publik terhadap Kondisi Ekonomi Nasional

Burhanuddin melihat persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional sedikit mengalami perbaikan.

KESEHATAN | 26 September 2021

Pemakaian Alat Kontrasepsi Pascapersalinan Harus Digencarkan

Indonesia memiliki kurang lebih 4,8 juta hingga lima juta persalinan setiap tahun.

KESEHATAN | 26 September 2021


Pasien Covid-19 Turun, RSDC Wisma Atlet Semakin Sepi

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran saat ini sebanyak 341 orang.

KESEHATAN | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Lionel Messi


# Kegiatan Besar



TERKINI
Ketua IDAI Minta Sekolah Tatap Muka Jamin Kesehatan Anak

Ketua IDAI Minta Sekolah Tatap Muka Jamin Kesehatan Anak

KESEHATAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings