Ini Penjelasan Kemkes tentang Izin Vaksin Sinovac dari WHO
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Penjelasan Kemkes tentang Izin Vaksin Sinovac dari WHO

Kamis, 3 Juni 2021 | 09:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com- Usai digunakan sejumlah negara, termasuk Indonesia, vaksin Sinovac dari Tiongkok mendapat izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) untuk vaksin Sinovac dari WHO sebetulnya sama dengan izin emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“EUL sama dengan EUA. Kalau negara itu menggunakan EUA,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (3/6/2021) malam.

Nadia menjelaskan, Sinovac mendapat EUL dari WHO, artinya baik vaksin Sinovac maupun vaksin Astrazeneca sudah memenuhi EUL WHO. Sebagaimana diketahui, WHO telah memvalidasi penggunaan darurat tersebut melalui siaran pers pada Selasa (1/6/2021).

Selanjutnya, Nadia menuturkan, izin darurat dari WHO untuk vaksin Sinovac ini berdampak baik untuk jemaah haji Indonesia apabila Arab Saudi memberi kuota karena sudah memenuhi kriteria.

Secara terpisah, Direktur WHO Asia Tenggara, 2018-2020, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tiga alasan WHO mengambil waktu lama untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac.

Pertama, perusahaan vaksin akan mendaftar dulu ke WHO untuk mendapat EUL. Selanjutnya, ada analisis ilmiah mendalam dari Strategic Advisory Group of Expert (SAGE) on Immunization, suatu badan independen yang membantu WHO dari sudut kepakaran ilmiahnya.

“Sesudah ada lampu hijau dari SAGE, maka akan dianalisa lebih lanjut oleh WHO, dalam hal ini Department of Registration and Prequalification,” kata Tjandra dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (3/6/2021).

Kedua, informasi tentang Sinovac hanya 51% sebetulnya di atas standar WHO, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, dan European Medicines Agency (EMA) Eropa). Ketiga lembaga itu sejak awal menggunakan cut off di atas 50% untuk persetujuan efikasi vaksin Covid-19.

“Kalau dibaca lengkap maka persetujuan WHO menyebutkan hasil penelitian fase 3 skala besar di Brasil menunjukkan efikasi 51% mencegah Covid-19 bergejala, juga efikasi 100% mencegah Covid-19 berat, dan 100% terhadap perawatan di rumah sakit. Tentu sesudah disuntik dua kali. Juga dituliskan data penelitian di Indonesia dengan efikasi 65,3% dan di Turki 83,5% terhadap Covid-19 yang bergejala,” papar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

Lanjut Tjandra, dalam penelitian juga disebutkan hasil penelitian pendahuluan pasca penggunaan di Chili dengan melibatkan sekitar 2,5 juta orang dengan perkiraan efektivitas 67% terhadap Covid-19 yang bergejala, 85% terhadap kemungkinan dirawat di rumah sakit, dan 80% terhadap kemungkinan kematian.

“Disampaikan juga hasil penelitian pendahuluan di Manaus, Brasil di mana ada varian baru P1 yang memperkirakan efektivitas 49,6% sesudah setidaknya disuntik satu kali,” tandasnya.

Tjandra menuturkan, dampak persetujuan EUL WHO terhadap vaksin Sinovac ini tentu akan dapat digunakan dalam bantuan internasional multilateral, seperti Covax Facility, kerja sama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.

“Kebetulan saya sebagai anggota IAVG (Independent Allocation of Vaccines Group, red) dapat undangan Jumat malam ini untuk rapat Covax yang memang menyediakan vaksin bagi negara-negara yang membutuhkannya,”ujarnya.

Ketiga, EUL dari WHO dapat memberi bukti-bukti ilmiah yang cukup lengkap tentang vaksin Covid-19. Tjandra menyebutkan, dengan EUL dari WHO menjadi salah satu bahan pertimbangan baku sebuah negara akan mengeluarkan EUA untuk penggunaannya di negaranya masing-masing.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Aturan Tambahan Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional

Addendum ini bertujuan untuk meningkatkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional, mencegah terjadinya penyebaran varian baru Covid-19.

KESEHATAN | 16 September 2021

Dirut BPJS Kesehatan: Dampak Pandemi, Peserta JKN Meningkat

Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan, dampak pandemi Covid-19 terhadap kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) sangat terlihat

KESEHATAN | 16 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

Untuk angka kesembuhan hari ini bertambah 14.633 orang sehingga total yang sembuh menjadi 3.968.152 orang.

KESEHATAN | 16 September 2021

Hari Ini Indonesia Kedatangan 1,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-63 berupa vaksin bentuk jadi dari Pfizer sejumlah 1.643.850 dosis pada hari ini

KESEHATAN | 16 September 2021

Presiden Ajak Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, karena harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19

KESEHATAN | 16 September 2021

Jumlah Peserta Aktif BPJS Kesehatan Menurun Akibat Pandemi

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa peserta aktif mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 16 September 2021

Menkes: Manfaat JKN Akan Difokuskan pada Penanganan Promotif dan Preventif

Budi menuturkan, fokus pada tindakan promotif dan preventif karena pembiayaan lebih murah dan memberi kenyamanan pada masyarakat.

KESEHATAN | 16 September 2021

Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

Untuk mendapatkan vaksin Nusantara segera mendaftarkan diri kepada Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler, Universitas Airlangga, Prof Dr CA Nidom.

KESEHATAN | 16 September 2021



TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

NASIONAL | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings