Logo BeritaSatu

Abbott Panbio Antigen Nasal Beri Kenyamanan Saat Rapid Test Antigen

Jumat, 4 Juni 2021 | 00:00 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 yang masih melanda secara global mendorong masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker; mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir; menjaga jarak; menjauhi kerumunan; dan membatasi mobilisasi dan interaksi. Namun, beberapa pekerja masih ada yang harus menjalankan tugas di luar rumah atau bekerja dari kantor, sehingga ada protokol lain yang dilakukan yakni rapid test antigen.

Sebagai pegawai di sebuah lembaga independen pengawas persaingan usaha, Nugraheni mendapat jadwal dinas keluar kota minimal sekali sebulan. Sesuai aturan pemerintah, ia pun harus selalu menunjukan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

“Waktu awal-awal suka agak cemas, tapi lama-lama jadi biasa. Tapi kadang bikin males, karena skill petugas yang menangani beda-beda. Ada yang lembut jadi tidak terasa sakit, tapi banyak juga yang nyolokinnya sampai keluar air mata. Ada juga yang nyoloknya secukupnya sehingga terasa lebih nyaman,” ujarnya membagikan pengalaman rapid test antigen dalam siaran pers, Kamis (3/6)

Senada dengan yang dialami Nugraheni, Dwi dan Mayra juga mengaku proses rapid test antigen sering menjadi momok tersendiri karena ketidaknyamanan yang dirasakan.

“Sakit banget karena nyoloknya sampai ke belakang hidung, aku sampai sering nangis,” tutur Dwi, seorang jurnalis yang selama masa pandemi Covid-19 sempat mendapatkan tugas liputan keluar kota.

Selain untuk keperluan bepergian, beberapa kali rapid test antigen juga harus dialami Dwi saat masuk ke sebuah perkantoran/instansi untuk keperluan tugas jurnalistiknya.

“Kalau nggak pinter nakesnya dan terlalu dalam nyoloknya, memang suka sakit. Makanya, kalau ada alternatif rapid test yang lebih nyaman, saya mau juga,” tambah Mayra, pegawai Ditjen Migas yang hampir tiap pekan melakukan perjalanan dinas keluar kota.

Sebagai informasi, metode swab antigen bertujuan mencari/mendeteksi adanya protein dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Selain mengungkapkan bila seseorang terinfeksi patogen seperti virus SARS-CoV-2, rapid test antigen juga bisa digunakan sebagai tes skrining, sehingga tindakan pencegahan penularan infeksi dapat segera dilakukan.

Menanggapi hal itu, kini ada proses pengambilan sampel sekresi menggunakan Abbott Panbio antigen nasal, yang tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Proses swab hidung untuk mengumpulkan spesimen pun tidak berlangsung invansif, karena pengambilan sampel hanya dilakukan sedalam 2 cm dari permukaan lubang hidung.

Proses pengambilan sampel sekresi dalam rapid test antigen dengan memasukan alat tes yang cukup panjang sampai ke bagian paling atas tenggorokan, yang posisinya di belakang hidung memang sering dikeluhkan oleh banyak pasien, khususnya bagi yang baru pertama kali menjalani tes swab antigen. Sampel kemudian diletakan ke dalam botol untuk uji selanjutnya.

Pada kasus tertentu, ada sejumlah pasien yang mengalami luka berdarah pada hidung pasca tes swab antigen berlangsung. Tidak heran kalau proses tersebut bisa menimbulkan trauma tersendiri, apalagi bagi anak-anak yang kulit hidungnya relatif lebih sensitif dibandingkan orang dewasa.

Nyaman Saat Rapid Test Antigen

Tes rapid Abbott Panbio antigen nasal tidak memerlukan instrumentasi dan memberikan hasil sekitar 15 menit. Dengan proses yang simple, alat ini sangat cocok untuk pengujian dalam skala besar pada berbagai keadaan dan kondisi masyarakat. Tes Panbio Covid-19 Ag telah digunakan secara luas di Eropa, Asia, dan Afrika.

Hasil studi klinis oleh Abbott terhadap 585 sampel menunjukkan bahwa uji Panbio Covid-19 Ag memiliki sensitivitas (kecocokan positif) sebesar 98,1% dan spesifisitas (kecocokan negatif) 99,8% pada orang yang diduga terpapar Covid-19 atau mengalami gejala-gejala akibat virus tersebut dalam tujuh hari terakhir.

Sebagai informasi, rapid test Panbio Covid-19 Ag adalah alat uji aliran lateral untuk deteksi cepat kualitatif virus SARS-CoV-2 yang andal, praktis dan terjangkau. Panbio Covid-19 Ag bertanda CE, telah menerima Emergency Use Listing (EUL) atau Daftar Penggunaan Darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan telah memiliki ijin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga memenuhi syarat penggunaan yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Tri Laksono, seorang karyawan swasta yang tertempat tinggal di Bogor, pada pertengahan April melakukan rapid test antigen sekeluarga di sebuah klinik, karena akan melakukan perjalanan keluar kota dengan kendaraan pribadi.

Menurut Tri, proses pengambilan sampel sekresi dengan alat Abbott Panbio antigen nasal tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Dia mengungkapkan hanya perlu memiringkan kepala ke belakang kira-kira 70 derajat, lalu kapas bertangkai dimasukkan ke lubang hidungnya sambil diputar dengan hati-hati sampai kedalaman sekitar 2 cm. Setelah itu ia rasakan kapas diputar lima kali mengelilingi dinding hidung. Dengan menggunakan kapas yang sama, prosedur diulangi pada lubang hidung kedua, sebelum akhirnya dikeluarkan dari lubang hidung secara perlahan.

Tri merasa nyaman sehingga tidak khawatir terhadap reaksi anak-anaknya yang terlihat tenang ketika diambil sampel sekresinya. “Sebelumnya saya sudah beberapa kali melakukan swab test antigen, dan rasanya memang lebih sakit. Swab dengan Panbio nasal ini ternyata tidak sakit,” ujarnya.

Sedangkan Hilda, seorang tenaga kesehatan yang menangani lab drive-thru Halodoc di Jakarta menjelaskan, efektivitas dan kenyamanan pasien dalam proses pengambilan sampel sekresi merupakan salah satu kelebihan metode dan teknologi dari Panbio Abbott antigen nasal.

Hilda mengakui, sejauh ini permintaan swab antigen dengan metode nasofaring memang masih lebih banyak dibandingkan metode nasal di lab Tomang. Namun menurutnya, setelah diberi tahu kelebihan teknik nasal baik dari sisi kenyamanan maupun efektivitas serta akurasinya yang tinggi, pasien-pasien tersebut biasanya memilih beralih ke Panbio antigen nasal.

Tak hanya memberikan rasa nyaman kepada pasien, proses pengambilan sampel sekresi yang simple juga memberi kemudahan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas. Nakes tidak perlu waktu lama untuk berinteraksi dengan pasien sehingga meminimalkan risiko yang mengganggu, seperti batuk dan bersin. Dengan waktu pengambilan sampel yang lebih singkat, berarti tindakan menggunakan Panbio antigen nasal ini juga mengurangi risiko nakes tertular virus Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiba di DPP Demokrat, Anies Baswedan Langsung Disambut AHY

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022) sekitar pukul 09.30 WIB.

NEWS | 7 Oktober 2022

Mengandung Pestisida, Mi Sedaap Ditarik dari Pasar Singapura

Badan Pangan Singapura (SFA) menarik peredaran mi instan Mi Sedaap karena mengandung etilen oksida, pestisida.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kematian Akibat Kanker Hati Diprediksi Meningkat 55% pada 2040

Jumlah orang yang mengidap dan kematian akibat kanker hati di seluruh dunia akan meningkat lebih dari 55 persen pada tahun 2040.

NEWS | 7 Oktober 2022

Fraksi PSI DPRD DKI Kritisi Lagi Banjir Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI menegaskan tidak pernah ada kemajuan yang berarti dalam penanganan banjir Jakarta selama era Gubernur Anies Baswedan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Rizky Billar Bantah KDRT, Polisi: Silakan Saja Membantah

Rizky Billar membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Lesti Kejora.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Mafia Tanah di Kotabaru Kalsel, Ini Respons Menteri ATR/BPN

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto merespons laporan Sawit Watch atas dugaan mafia tanah di Kotabaru, Kalsel.

NEWS | 7 Oktober 2022

Dua Warga Rusia yang Cari Suaka di AS Tiba di Alaska

Dua warga Rusia yang mencari suaka di AS tiba di sebuah pulau terpencil di Alaska, menurut dua senator pada Kamis (6/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Dinkes DKI Minta Opsi Relokasi

Dinkes DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin Covid-19 dari daerah lain. Hal itu untuk mengantisipasi stok vaksin Covid-19 yang mulai menipis.

NEWS | 7 Oktober 2022

Malaysia Kategorikan Permen Karet Pengganti Rokok Tidak Beracun

Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk “tidak beracun” untuk membantu perokok berhenti merokok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 20 Orang

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini tersisa 20 orang.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tim Garuda Baru Berlaga pada Piala Dunia Anak Jalanan 2022 di Qatar

Tim Garuda Baru Berlaga pada Piala Dunia Anak Jalanan 2022 di Qatar

BOLA | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings