Pakar Kembali Ingatkan Jangan Remehkan Covid-19 yang Bisa Merusak Jaringan Tubuh
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar Kembali Ingatkan Jangan Remehkan Covid-19 yang Bisa Merusak Jaringan Tubuh

Jumat, 4 Juni 2021 | 08:10 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ahli virologi dari Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika meminta masyarakat jangan lagi menganggap remeh Covid-19. Semua jaringan tubuh manusia bisa terinfeksi dan menjadi long Covid-19 yang membuat pasien berisiko terjadi kerusakan dalam jaringan tubuh dalam jangka panjang hingga menyebabkan gangguan respons imun dan gangguan saraf.

Ditegaskan virus ini mempunyai sifat yang sangat berbeda dari SARS-CoV pendahulunya dengan segala spektrum klinis yang sangat baru. Ini penyakit baru. Baru kita pelajari.

"Jadi jangan ada lagi yang menganggap Covid-19 bukan masalah besar karena ini masalah serius," katanya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis bertema "Long Covid: Kenali dan Waspadai" yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama FMB9ID_IKP pada Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, Covid-19 memiliki kemampuan untuk menginfeksi banyak jaringan dalam tubuh seperti darah, otak, jantung, ginjal, dan otot. Kemampuannya ini membuat virus Covid-19 berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan dalam jangka panjang yang akan memengaruhi produktivitas individu.

"Jika kita mengalami gangguan jangka panjang, itu akan menimbulkan beban ekonomi, keluarga, bahkan negara karena kebutuhan tenaga kerja tidak tercapai," urai Gusti.

Virus ini bisa menyebabkan gangguan lanjutan atau long covid seperti sindrom inflamasi multisistem atau sindrom peradangan pada orang dewasa dan anak-anak, kelelahan, gangguan paru-paru dan jantung, hingga gangguan pada saraf.

Faktor yang dapat menimbulkan gejala lanjutan bisa berasal dari sifat virusnya itu sendiri atau tekanan dari luar seperti kurang gizi, stres, atau gangguan hormonal.

"Jadi, internal Covid-19-nya saja sudah mengganggu respons imun. Faktor eksternal kalau kita tambah dengan beban yang menurunkan sistem imun akan membuat gejala makin parah," ujar pakar virologi itu.

Maka dari itu, Gusti mengimbau masyarakat penyintas Covid-19 untuk peka pada kondisi kesehatan diri mereka dan segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul gejala lanjutan. Karena menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan baru akan mengunjungi dokter setelah 5-10 hari merasakan gejala.

"Akhirnya nanti itu semua terlambat. Jadi kalau memang sudah sembuh dari Covid-19, jangan lengah. Segera konsul dengan dokter sehingga bisa mendapat penanganan sedini mungkin," terang Gusti.

Cahyandaru Kuncorojati, penyintas Covid-19 menceritakan bahwa selain mengganggu kesehatan fisik, virus ini benar-benar menyerang secara psikologis.

“Waktu saya dirawat bersama istri dan dua anak saya yang masih kecil, saya memikirkan anak saya. Saya bertekad untuk segera sembuh agar anak saya yang masih usia dua tahun dan satu lagi tujuh bulan bisa segera saya pantau juga kesembuhannya,” kenang dia.

Setelah dinyatakan negatif, gejala long covid berupa kehilangan penciuman dan pengecapan tetap masih dirasakan Cahyandaru selama kurang lebih satu bulan.

“Berangsur-angsur mulai kembali, tetapi sampai sekarang indra penciuman saya tidak setajam dulu lagi,” kisahnya.

Ia pun menyarankan agar masyarakat tetap harus terus menjaga protokol kesehatan karena dirinya juga sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama pun bisa tertular kembali.

"Tapi setidaknya kita bisa terhindar dari sakit berat dari Covid-19 apabila sudah terlindungi vaksin,” tutup Cahyandaru.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings