Ketua Komnas Anak Imbau Ibu-ibu di Seluruh Nusantara Tolak BPA
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketua Komnas Anak Imbau Ibu-ibu di Seluruh Nusantara Tolak BPA

Kamis, 10 Juni 2021 | 07:40 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist merdeka Sirait, mengimbau kepada ibu-ibu di seluruh Nusantara untuk menolak BPA, karena berbahaya, ada persoalan serius. Ada zat Bisphenol A (BPA) yang sekarang ini menjadi agenda internasional.

BPA adalah adanya senyawa lain yang berfungsi menghasilkan plastik polikarbonat yang kuat dan tangguh yang mengandung racun.

"Saya hanya mengingatkan kepada ibu-ibu di Nusantara bahwa BPA berbahaya. Bukan hanya galon (guna ulang-red). Kenapa galon guna ulang terjadi migrasi BPA, karena di jalan saat pengangkutan terpapar matahari, dilempar-lempar yang membuat terkelupas. Begitu juga wadah plastik yang lain. Intinya harus menolak BPA," seru Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers “Bahaya BPA bagi Bayi, Balita dan Janin” di aula kantor Komnas Perlindungan Anak Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021).

Dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (10/6/2021), Arist juga mendesak Badan POM (BPOM) sebagai pemegang regulator peredaran pangan dan obat-obatan untuk memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA.

"Setelah ini (konferensi pers-red) saya akan mendatangi BPOM untuk mendesak segera dilakukan pelabelan. Segala hal yang menyangkut informasi produk harus jelas. Kode daur ulang juga harus dicantumkan besar-besar. Supaya ibu-ibu dapat melihat dengan jelas sehingga bisa menghindarinya. Karena dampak paparan BPA itu bisa menimbulkan kanker, lahir prematur. Dan bahkan hasil penelitian terbaru pada 21 April 2021, bukan hanya berbahaya bagi bayi balita dan janin. Tapi juga merusak otak orang dewasa," tandas Arist.

Sememtara itu menurut Ketua Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) Roso Daras, seperti yang disampaikan melalui Sekjen JPKL, Masyus tujuan dilakukan konferensi pers untuk menginformasikan kepada ibu-ibu di seluruh Nusantara agar menghindari kemasan yang mengandung BPA sebagai wadah makanan dan minuman untuk bayi, balita dan ibu hamil.

Selain itu pihaknya juga mendesak Badan POM sebagai lembaga pemegang regulator peredaran makanan, minuman dan obat-obatan agar segera memberi label peringatan konsumen pada galon guna ulang supaya tidak dikonsumsi oleh bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

Kenapa dikhususkan kepada bayi, balita dan pada ibu hamil? Karena mereka kelompok usia rentan yang mudah terdampak penyakit akibat paparan BPA secara akumulatif. Akibat yang ditimbulkan tidak tanggung-tanggung. Bagi, janin yang berada di dalam kandungan bisa lahir prematur jika sang ibu yang sedang hamil selalu mengonsumsi dari wadah yang mengandung Bisphenol A.

"Bagi bayi juga bisa terjangkit kanker dan penyakit lain di kemudian hari, terutama juga pada otak. Malah pada sebuah studi terbaru dampaknya bukan saja bagi bayi, balita dan janin saja tapi juga bagi orang dewasa," paparnya.

Disebutkan perjuangan JPKL dalam rangka meminta kepada BPOM supaya bersedia memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik mengandung BPA, sudah sejak lima bulan silam. Akan tetapi BPOM tidak segera menindaklanjuti usulan JPKL.

Padahal JPKL dalam pertemuan dengan Tim BPOM (Cendekia Sri Murwani, Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan) pada 4 Februari 2021, sudah membawa beberapa bukti pemberitaan baik dari media dalam negeri dan luar negeri tentang bahaya BPA.

Juga menunjukkan bukti bahwa di luar negeri, seperti Kanada sejak tahun 2010 sudah melarang penggunaan BPA pada kemasan wadah yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi bayi dan balita, disusul Eropa, Jepang.

“Tahun 2017 Jepang melarang penggunaan BPA. Akan tetapi, pihak BPOM belum mau bergerak. Malah pada pertemuan itu, BPOM meminta JPKL untuk melakukan penelitian tersebut,” ujarnya.

Permintaan tersebut jelas tidak bisa dilakukan, mengingat JPKL organisasi wartawan, bukan lembaga penelitian. Akan tetapi demi membuktikan hipotesis JPKL bahwa kemasan plastik galon guna ulang telah terpapar BPA, maka JPKL menunjuk salah satu laboratorium yang kredibel, independent dan terakreditasi untuk menganalisis sampel yang diserahkan oleh JPKL.

JPKL menyerahkan enam galon yang dibeli di mini market kemudian dilakukan treatment. Dua galon tidak dilakukan treatment apa pun. Dua galon dijemur selama seminggu. Dan dua galon lainnya lagi dijemur secara extrim selama 56 hari.

Setelah galon itu dianalisis oleh pihak laboratorium, ternyata terbukti ada migrasi BPA yang besarnya di atas batas toleransi yang diizinkan BPOM. BPOM memberi batas toleransi sebesar 0,6 PPM atau bpj. Sedangkan dari hasil analisis yang dilakukan laboratorium berkisar antara 2 hingga 4 PPM.

Melihat betapa bahaya BPA mengintai anak-anak Indonesia, di sinilah peran Komnas Anak ikut merasa terpanggil untuk ikut mendesak BPOM dan memberi informasi kepada masyarakat, agar berhati hati dalam memilih wadah makanan maupun minuman.

"Saat ini, semua botol susu bayi sudah terbebas dari BPA. Tapi jadi mubazir jika sumber air yang digunakan untuk membuat susu dari air galon guna ulang yang termigrasi BPA," kata Teguh.

Baik JPKL maupun Arist Merdeka Sirait sepakat selain berjuang mendesak ke BPOM, juga secara bertahap mengedukasi ibu-ibu agar mengetahui akan bahaya BPA. Nantinya ibu-ibu yang sudah paham akan bahaya BPA menjadi agen perubahan yang akan menularkan kepada ibu-ibu yang lain.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Pentingnya Jaga Kecukupan Hidrasi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Kecukupan hidrasi sangat dibutuhkan ibu yang tengah hamil dan menyusui guna mengurangi berbagai penyakit dan risiko terhadap janin serta bayi.

KESEHATAN | 19 September 2021

Kabar Gembira, Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 3.952 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 6.86 sementara penambahan kasus positif 2.234.

KESEHATAN | 19 September 2021

Update Covid-19: Membaik, Kasus Aktif Turun Jadi 60.069 Orang

Kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.097 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 60.969 orang.

KESEHATAN | 19 September 2021

Erick Thohir Tinjau Penerapan Pedulilindungi di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk

Dalam persyaratan perjalanan telah diatur bahwa vaksinasi dan hasil negatif tes Covid-19 adalah keharusan bagi setiap masyarakat.

KESEHATAN | 19 September 2021


Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Duo Bos Klub Liga 1 Berebut Udara Las Vegas

Duo Bos Klub Liga 1 Berebut Udara Las Vegas

DIGITAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings