Disebar Bakteri Wolbachia, Kasus Demam Berdarah di Yogyakarta Menurun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Disebar Bakteri Wolbachia, Kasus Demam Berdarah di Yogyakarta Menurun

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:34 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CAR

Yogyakarta, Beritasatu.com - Hasil uji coba terkontrol secara acak yang diterbitkan Jurnal Kesehatan New England menunjukkan bahwa terdapat pengurangan kasus demam berdarah 77% di area Yogyakarta, pasca pelepasan bakteri Wolbachia. Direktur World Mosquito Program, Scott O’Neill mengatakan hasil tersebut telah dinantikan sejak lama.

Dengan hasil tersebut menunjukan metode Wolbachia merupakan terobosan aman, berkelanjutan, dan secara drastis dapat mengurangi kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Kami yakin terhadap dampak positif yang akan dimiliki metode ini secara global ketika diberikan kepada masyarakat yang berisiko terkena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini,” kata Scott dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (10/6/2021).

Pendapat senada juga disampaikan oleh Direktur Impact Assessment WMP, Katie Anders. Menurutnya, terdapat sangat sedikit uji coba intervensi yang dilakukan secara acak terhadap nyamuk DBD.

Hasil uji coba dari Yogyakarta tersebut menunjukkan secara meyakinkan bahwa Wolbachia bekerja mengurangi insiden DBD dan rawat inap karena DBD.

“Hal ini sejalan dengan dengan apa yang telah disaksikan dalam sejumlah penelitian tidak acak sebelumnya di Indonesia dan wilayah Australia utara, dan dengan prediksi pemodelan epidemiologi dari pengurangan substansial beban penyakit demam berdarah setelah penyebaran Wolbachia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, potensi dari Wolbachia untuk disebar ke seluruh komunitas di seluruh dunia telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini ditandai dengan pernyataan dari kelompok penasihat kontrol vektor bahwa Wolbachia menunjukkan nilai kesehatan masyarakat terhadap DBD dalam laporan pertemuan ke-14 pada Desember 2020.

Uji coba penerapan Wolbachia untuk memberantas dengue (AWED), dilakukan oleh World Mosquito Program dari Monash University yang bermitra dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Yayasan Tahija.

Percobaan tersebut bertujuan untuk menguji apakah bakteri Wolbachia yang dikenalkan ke populasi nyamuk aedes aegypti setempat akan mengurangi insiden demam berdarah. Hal ini juga telah secara virologi di antara masyarakat berusia 3 hingga 45 tahun yang tinggal di Yogyakarta.

Kasus DBD yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit berkurang 86% di wilayah yang mendapat percobaan Wolbachia. Tingkat keberhasilan Wolbachia dinilai sama efektifnya untuk keempat serotipe virus DBD.

Menurut studi Global Burden of Disease pada 2019, DBD memiliki tingkat penularan yang cepat dengan lebih dari 50 juta kasus terjadi secara global setiap tahun. Lebih dari tiga tahun setelah penyelesaian proses pelepasan nyamuk di Yogyakarta, Wolbachia tetap berada dalam level tinggi di populasi nyamuk setempat.

Sejak uji coba tersebut, metode Wolbachia telah diterapkan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta dan pelepasan telah dilakukan ke sejumlah tetangga, yang mencakup populasi sebesar 2,5 juta orang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa metode Wolbachia efektif dalam mencegah transmisi Zika, chikungunya, demam kuning, dan juga penyakit lain yang ditularkan lewat vektor. Demam berdarah sendiri merupakan kasus endemis di Indonesia dengan prakiraan terbaru menunjukkan hampir 8 juta kasus terjadi per tahun.

Dalam lima tahun sebelum uji coba AWED, lebih dari 4.500 pasien yang menjalani rawat inap karena DBD telah dilaporkan ke Kantor Kesehatan Kota Yogyakarta. Namun, hal ini belum dapat mencerminkan beban sebenarnya dari kasus DBD terhadap sistem kesehatan dan masyarakat.

Penelitian lain memperkirakan terdapat rata-rata 14.000 kasus DBD termasuk 2.000 rawat inap di Yogyakarta setiap tahunnya sebelum Wolbachia.

Co-principal investigator dari UGM dalam penelitian tersebut, Adi Utarini mengatakan capaian ini merupakan sebuah keberhasilan yang sangat besar bagi warga Yogyakarta juga Indonesia yang mencatat lebih dari 7 juta kasus DBD setiap tahunnya.

“Terobosan ini dapat memperluas kerja kami ke seluruh wilayah kota Yogyakarta dan ke área perkotaan tetangga. Bahkan hal ini bisa menjadi dasar untuk mewujudkan wilayah bebas demam berdarah dengue di kota lain di Indonesia,” ucapnya.

Co-principal investigator dari Monash University, Cameron Simmons mengatakan, hasil uji coba ini menunjukkan dampak signifikan yang bisa dimiliki metode Wolbachia dalam mengurangi DBD pada populasi perkotaan.

“Wolbachia bisa menjadi terobosan yang sangat menarik sekaligus membuktikan bahwa metode ini tergolong yang aman, andal dan efektif untuk pengendalian demam berdarah dengue-lah yang dibutuhkan masyarakat global,” ujar Cameron.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aspek Sosial dan Budaya Pengaruhi Kesuksesan Kampanye Masker

Masyarakat diimbau disiplin menerapkan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker, mengingat beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Menkes Diminta Tingkatkan Vaksinasi hingga 1 Juta Dosis per Hari

Menko Marves meminta Menkes untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 hingga 1 juta dosis penyuntikan setiap hari pada Juli mendatang.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Update Covid-19: Tambah 8.982, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.885.942

Kasus sembuh bertambah 5.661 sehingga total menjadi 1.728.914 atau 91.67% dari kasus terkonfirmasi positif.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Kemkes Terus Berupaya Turunkan Angka Kematian Akibat Dengue

Istilah dengue berbeda dengan demam berdarah dengue (DBD). Istilah DBD adalah bagian kecil dari dengue. DBD adalah dengue yang parah.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Bio Farma: Ini Jadwal Kedatangan Bulk Vaksin Sinovac hingga Desember

Jadwal kedatangan bulk atau bahan baku vaksin Sinovac akan datang sesuai kesepakatan yakni hingga Desember 2021.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Bio Farma Telah Produksi 56,55 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Bio Farma telah memproduksi 56,55 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Malam Ini Indonesia Kembali Terima Vaksin Covid-19

Terakhir kali Indonesia terima vaksin Astrazeneca tahap kelimabelas dari Covax Facility yang tiba pada Sabtu 5 Juni 2021, sebanyak 313.100 dosis.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Jokowi Tinjau Vaksinasi 1.000 Pekerja Pelabuhan Sunda Kelapa

Jokowi mengharapkan vaksinasi ini bisa memberikan perlindungan terhadap para pekerja di Pelabuhan Sunda Kelapa.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Satgas: Pemerintah Sepakat Pembiayaan Isolasi Mandiri Didesentralisasi

Bantuan tersebut diberikan untuk mempermudah daerah mengendalikan kasus yang sedang tinggi.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Jokowi Tinjau Vaksinasi Pelaku Transportasi di Terminal Kampung Rambutan

Terlihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendampingi Jokowi dalam tinjauannya.

KESEHATAN | 10 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS