BPOM Diminta Laporkan Penyebar Hoax Galon Guna Ulang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPOM Diminta Laporkan Penyebar Hoax Galon Guna Ulang

Jumat, 11 Juni 2021 | 13:00 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) - yang menaungi ribuan pengusaha air minum isi ulang - meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) untuk bersikap tegas terhadap orang-orang yang telah menyebarkan isu yang tidak benar terkait galon guna ulang. BPOM harus berani melaporkan mereka ke aparat berwajib karena sudah membuat resah masyarakat dan pengusaha kecil air minum isi ulang yang bertahun tahun menggunakan galon berbahan polikarbonat (PC).

Hal itu disampaikan Ketua Asdamindo, Erik Garnadi, menyikapi hoax bahaya penggunaan galon ulang berbahan polikarbonat karena mengandung Bisphenol A (BPA) karena dianggap berbahaya bagi kesehatan bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

“Jangan sampai masyarakat yang jadi korban karena isu hoaks seperti itu. Jadi, BPOM harus melaporkannya kepada pihak berwajib. Karena ada kewenangan yang khusus dari BPOM untuk melaporkan mereka,” ujar Erik, Jumat (11/6/2021) dalam keterangan tertulisnya. Pengusaha air minum isi ulang selama ini selalu menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat dan tidak pernah ada masalah, tambah Erik.

Menurut Erik, jika itu tidak dilaporkan, masyarakat bisa menyalahkan BPOM yang dianggap tidak tegas dalam mengawasi keamanan pangan. “Masyarakat bisa menganggap isu hoaks itu benar dan bahwa bahan BPA dalam galon guna ulang itu memang benar-benar bermasalah. Dalam hal ini yang disalahkan kan BPOM-nya. Jadi mereka harus mengklarifikasi permasalahan ini dengan segera. Bila perlu dilaporkan,” ucapnya.

“Jangan sampai kita juga ikut dirugikan. Masyarakat kita yang mengkonsumsi air minum isi ulang jadi dirugikan oleh pemberitan-pemberitaan hoaks seperti ini,” tambahnya.

Dia mengatakan galon guna ulang berbahan polikarbonat ini sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu dan belum ada laporan tentang bahayanya. BPOM juga sudah melakukan uji klinis terhadap galon itu dan dinyatakan lulus uji. “Tapi kenapa sekarang ini tiba-tiba galon berbahan BPA ini dipermasalahkan. Ini seperti ada persaingan bisnis di dalamnya. Kalau dilihat dari kacamata saya,” tegasnya.

Dia menandaskan seharusnya yang lebih disoroti para penyebar hoax guna ulang itu adalah soal kualitas air minum isi ulang yang ada di depot-depot yang tidak memiliki legalitas atau layak air minum. Karena menurutnya, data dari Kemenkes menunjukkan baru 10% saja dari depot-depot air minum isi ulang yang ada di Indonesia ini yang memilik legalitas. “Ini jauh lebih penting isunya ketimbang galon guna ulang yang sudah benar-benar ada uji klinisnya dari BPOM,” tandasnya.

Apalagi, kata Erik, penyebar isu hoaks galon guna ulang itu sama sekali tidak mempunyai ilmu mengenai uji klinis makanan. “Kenapa orang yang tidak punya ilmu memberikan pernyatan (benda) ini berbahaya (benda) itu berbahaya. Ini kan harus melalui uji klinis,” katanya.

Sebelumnya, dalam rilis bersamanya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) dan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), juga mendukung adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk melindungi industri makanan dan minuman dari serangan informasi menyesatkan tehadap galon guna ulang. Menurut mereka, sumber berita atau informasi ini berasal dari pihak yang belum diketahui rekam jejak dan kompetensinya untuk berbicara mengenai aspek keamanan pangan olahan di Indonesia.

“Kami mendukung tindakan tegas dari pemerintah ini agar berita hoaks ini tidak menimbulkan keresahan masyarakat dan merusak iklim usaha yang sehat. Dengan demikian industri makanan dan minuman pada umumnya dan industri AMDK pada khususnya dapat bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini, tumbuh dengan sehat, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar pimpinan Gapmmi dan Aspadin dalam rilis bersamanya itu.

BPOM telah melakukan klarifikasi di laman resminya yang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA yang ada dalam galon guna ulang itu di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Warga Kudus Meninggal di Asrama Haji Donohudan Bertambah

Jumlah warga Kudus yang meninggal saat menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, karena terpapar Covid-19 bertambah menjadi dua orang.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Pelabuhan Tanjung Emas

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meninjau pelaksanaan vaksinasi massal kepada 1.000 orang di Pelabuhan Tanjung Emas

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Menlu: Angka Covid-19 Turun Drastis di Negara yang Mayoritas Warganya Telah Divaksin

Retno mencontohkan Inggris telah mampu menurunkan angka kasus harian menjadi sekitar 5.000 dari sebelumnya 60.000 kasus.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Besok, 1 Juta Vaksin Sinopharm Tiba untuk Vaksinasi Gotong Royong

Sebanyak 1 juta dosis vaksin Sinopharm untuk vaksinasi gotong royong besok tiba di Indonesia.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Malam Ini, 1.540.800 Vaksin Astrazeneca Tiba di Indonesia

Vaksin Covid-19 Astazeneca datang melalui jalur multilateral Covax Facility sebanyak 1.540.800 dosis, Kamis (10/6/2021) malam.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Masyarakat Diminta Menahan Diri untuk Lakukan Perjalanan Saat Libur Panjang

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono meminta masyarakat Indonesia untuk bisa menahan diri tidak melakukan perjalanan libur panjang.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Lelah dengan Pandemi Membuat Masyarakat Kudus dan Bangkalan Abai Protokol Kesehatan

Banyak masyarakat yang sudah lelah dengan situasi pandemi Covid-19. Alhasil terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, dan Bangkalan, Jawa Timur.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Dipelopori Moeldoko, Obat untuk Pasien Covid-19 Mulai Didistribusikan

Ivermectin, obat yang digunakan untuk pasien Covid-19 mulai didistribusikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kudus.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Satgas Covid-19: Jabar Provinsi dengan Tingkat Keterisian Ranjang Tertinggi

Jawa Barat menjadi provinsi dengan BOR tertinggi yang mencapai 63,6%.

KESEHATAN | 10 Juni 2021

Wamenkes: Penularan Covid-19 Berpotensi Terjadi Saat Nobar Piala Eropa

Seluruh masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) selama gelaran turnamen sepakbola Euro 2020.

KESEHATAN | 10 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS