Soal Produk Nestle, Ricky Vinando Anggap Makanan dan Minuman Manis Lebih Berbahaya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Produk Nestle, Ricky Vinando Anggap Makanan dan Minuman Manis Lebih Berbahaya

Jumat, 11 Juni 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa pemberitaan soal 60 persen produk Nestle tidak memenuhi standar kesehatan pada dasarnya tidak terkait dengan keamanan dan mutu pangan. BPOMmenyebut informasi produk Nestle tak sehat itu lebih menyoroti soal kandungan gizi produk, khususnya kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

Hal itu yang membuat praktisi hukum Ricky Vinando menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak ada kaitan dengan Nestle Indonesia. Sebaliknya, Ricky malah menuding martabak manis dan minuman-minuman manis ala kekinian di mal-mal dapat menjadi biang kerok yang sangat berpotensi merusak kesehatan dan mengancam keselamatan nyawa masyarakat Indonesia jika tidak diatur oleh regulasi.

Sebelumnya disebutkan bahwa lebih dari 60% produk Nestle tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak dan setiap hari. Bahkan, dari dokumen tersebut diketahui bahwa hanya 37% dari produk makanan dan minuman Nestle yang memperoleh rating atau bintang di atas 3,5 dari Australia Health Rating System. Peringkat 3,5 adalah ambang batas untuk mengakui kesehatan produk.

Dokumen tersebut juga menuliskan bahwa beberapa produk Nestle tidak akan masuk dalam kategori sehat meski dilakukan banyak pembaharuan. Selain itu, 96% dari minuman Nestlé, tidak termasuk kopi murni, dan 99% dari portofolio permen dan es krimnya juga tak baik untuk kesehatan. Hanya 82% produk minuman dan 60% produk susu yang memenuhi ambang batas kesehatan.

"Ya masih aman. Yang jadi pemberitaan yang heboh itu adalah sesuai aturan di Australia ada produk Nestle yang tak sesuai aturan kesehatan Australia. Mestinya kita bisa berpikir cerdas, aturan Australia dan Indonesia tentu sangat berbeda. Saran saya kepada Kepala BPOM Penny Lukito dan Menteri Kesehatan buatlah rumuskanlah aturan maksimal berapa banyak gula, susu yang diperbolehkan aman untuk ditaburi oleh pedagang martabak manis, juga mentega atau lemak. Berapa banyak batas maksimal yang aman untuk kesehatan, apa satu sendok kecil penuh atau setengah sendok kecil, BPOM harus atur itu, Menteri Kesehatan juga," kata Ricky melalui keterangan, Jumat (11/6/2021).

"Karena makanan yang manis-manis seperti martabak manis, gula dan susu dan mentega/lemak, sangatlah banyak, dan itulah yang lebih berbahaya dari pada mengurusi produk Nestle yang secara hukum tidaklah berbahaya. Tidak mungkin kan dalam 1 hari susu Nestle Dancow ukuran jumbo 1 kg habis? Paling sehari 2 kali, masih aman," imbuhnya.

Menurutnya justru pedagang martabak manis termasuk minuman-minuman manis di mal-mal yang mengandung kadar gula tinggi yang harus mulai dipikirkan bagaimana menertibkannya. Ricky mengusulkan agar Kementerian Kesehatan dan BPOM serta pemerintah dengan jalan menyiapkan regulasi untuk dapat menindak tindakan yang sangat berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Ricky menganggap itu yang justru lebih berbahaya dari produk Nestle Indonesia yang menurutnya masih aman. Bagi dia, menkonsumsi produk Nestle Indonesia aman sepanjang sadar tidak berlebihan menkonsumsi gula dan susu.

"Kita harus mulai sadar itu bahaya buat kesehatan kalau tak diatur gula, susu dan menteganya boleh berapa banyak. Itu yang sebenarnya lebih mematikan kalau tak diatur seperti sekarang ini. Apalagi itu sudah jadi hobi atau kegemaran masyarakat makan martabak manis, minuman manis-manis ada dimana-mana, artinya sangat laku. DPR tak perlu panggil BPOM dan Nestle," katanya.

"Sebaiknya BPOM, DPR dan pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan segera susun rancangan aturan yang harus dipatuhi oleh penjual martabak manis disertai dengan sanksi apabila melanggar misal langsung ambil saja gerobaknya, termasuk mentega, gula dan susu, atau mau nunggu laporan dari masyarakat ada penjual martabak yang membahayakan kesehatan atau mau sanksi seperti apa kalau itu tak tepat, masih bisa dirumuskan mau bagaimana sanksinya. Sanksi untuk penjual minuman manis yang di mall seperti apa, apakah sanksi administrasi ditutup 3 minggu atau seperti apa atau denda 20 juta cukup atau menangguhkan izin usahanya apabila sangat fatal, mau bagaimana, ini harusnya bisa dirumuskan ini kalau kita masih mau berpikir hebat untuk kemajuan hukum kesehatan kita ke depan," tandas Ricky.

Ricky melanjutkan, jumlah takaran gula, natrium dan lemak total pada produk-produk Nestle Indonesia masih dalam kategori aman ketimbang martabak manis untuk satu loyang besar tapi mentega atau lemak, susu dan gulanya sangat melimpah dan mengerikan ketika hendak dikonsumsi.

Lebih lanjut Ricky menantang pihak yang menganggap produk Nestle Indonesia tidak sehat, dengan cara pembuktian. Apakah ada produk Nestle Indonesia yang memiliki kandungan gula per porsi sekali makan atau minum yang sangat tinggi melampaui 50 gram.

"Ya kayak makan Koko Krunch, kan tidak mungkin 1 kotak besar ukuran jumbo itu dihabisin. Intinya bukan masalah gula nya, tapi kesadaran masyarakat supaya mengurangi makan dan minuman bergula atau jangan tiap hari saja. Sesuai aturan perundangan di Indonesia, batas aman konsumsi gula 50 gram per hari per orang. Kalau Nestle Koko Kruch 330 gram, untuk 11 kali konsumsi, sehari 2 kali, gula baru 22 gram, natrium 120 gram, dan lemak total 3gram. Jangan dilanjutkan lagi, setoplah kalau tidak mau jadi penyakit," tandas Ricky.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

19,8 Juta Orang di Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis 1

Sementara jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua atau dosis lengkap vaksin Covid-19 sebanyak 11.534.345 orang.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Tekan Lonjakan Covid-19 di Daerah, Masyarakat Harus Ubah Cara Pandang

Pemerintah melakukan edukasi dan sosialisasi agar pola pikir masyarakat tidak menjadi hambatan dalam upaya memerangi Covid-19 di Tanah Air.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Satgas Belum Temukan Varian Baru Kasus Covid-19 di Madura

Pasien yang ditangani di Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura belum ada yang terinfeksi varian baru Covid-19.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Vaksin Merah Putih dari Unair Masuki Uji Praklinik Tahap Kedua

Vaksin Merah Putih platform Unair Surabaya memasuki uji praklinik tahap dua yang menggunakan hewan makaka.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Update Tes Covid-19: 74.144 Orang Diperiksa, 8.083 Positif

Dari 74.144 orang, 29.665 di antaranya adalah diperiksa dengan metode real time-polymerase chain reaction (RT-PCR), 351 tes cepat molekuler, dan 44.128 antigen.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Update Covid-19: Tambah 8.083, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.894.025

Sedangkan kasus sembuh Covid-19 bertambah 6.230 sehingga menjadi total 1.735.144. Untuk kasus meninggal bertambah 193 menjadi total 52.566.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Indonesia Terima 40 Juta Dosis Vaksin pada Periode Juni dan Juli

Namun kata Nadia, untuk tanggal pasti kedatangan vaksin tersebut, hingga saat ini belum dapat dipastikan.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Vaksin Astrazeneca Kedaluwarsa Juni, Begini Penjelasan Kemkes

Nadia menyebutkan, BPOM hanya memberikan masa edar 6 bulan untuk vaksin Astrazeneca. Hal ini karena vaksin tersebut tergolong masih baru.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

Kasus Harian Covid-19 Masih Terus Naik, Satgas: Dampak Libur Idulfitri

“Kenaikan kasus terjadi bisa karena banyak faktor, salah satunya bisa karena adanya efek libur Idulfitri kemarin,” kata Wiku.

KESEHATAN | 11 Juni 2021

BPOM Diminta Laporkan Penyebar Hoax Galon Guna Ulang

BPOM diminta untuk bersikap tegas terhadap orang-orang yang telah menyebarkan isu yang tidak benar terkait galon guna ulang.

KESEHATAN | 11 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS