Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Terhitung Gelombang Pertama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Terhitung Gelombang Pertama

Minggu, 13 Juni 2021 | 13:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia pasca-Lebaran ini masih dalam gelombang pertama yang kemungkinan akan menjadi puncak kasus untuk menandai gelombang awal.

“Gelombang pertama sudah lebih dari setahun dan ini akan mengalami puncak dengan banyak kasus. Potensi puncak akan dicapai pada akhir Juni sampai awal Juli,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (13/6/2021).

Ia menyebutkan, penyebab puncak ini bukan arus balik pasca-lebaran tetapi akumulasi dari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Hal ini terlihat dari penularan di masyarakat yang belum berhenti dengan sendirinya.

Dikatakan Dicky, kasus Covid-19 berkembang dengan pola eksponensial. Sayangnya, intervensi testing, tracing yang berlanjut isolasi dan karantina belum memadai.

“Itulah sebabnya kenapa dalam setahun terakhir kita dikategorikan dalam negara dengan level penularan pada komunitas. Artinya penularan itu terjadi pada masyarakat, dan mayoritas penularan, sumber infeksinya tidak bisa kita deteksi,” ucapnya.

Menurut Dicky, sulitnya mendeteksi kasus di masyarakat menyebabkan gelombang pertama berlangsung sangat lama. Menurutnya, peningkatan kasus terjadi saat ada pemilu, libur panjang tahun baru, dan menjelang Lebaran 2021. Sayangnya hal tersebut sulit diprediksi karena testing terbatas dan mayoritas dilakukan kepada yang bergejala dan ke fasilitas kesehatan.

“Itu akhirnya menjelaskan kenapa ketika terjadi puncak belum tentu kita melihat kasus itu mencapai 100.000 misalnya atau lebih 50.000 karena testing kita sangat rendah,” ucapnya.

Menurut Dicky, kondisi di Indonesia sangat mirip dengan India yang pola penyebaran senyap karena tidak terdeteksi. Selain itu, masyarakat cenderung melakukan pengobatan mandiri ketika sakit. Sementara sistem testing di negara berkembang pada umumnya dilakukan ketika masyarakat datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan saat sudah bergejala. Sedangkan yang tidak bergejala tidak terdeteksi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Studi: Covid-19 Akibatkan Demensia dan Alzheimer

Covid-19 ternyata dapat menyebabkan berbagai jenis perubahan fungsi otak seperti demensia dan alzheimer.

KESEHATAN | 13 Juni 2021

Kasus Covid-19 Naik, Epidemiolog Sarankan Peningkatan Deteksi Dini

Epidemiolog Dicky Budiman menyarankan pemerintah agar melakukan deteksi dini untuk mengurangi potensi penyebaran.

KESEHATAN | 13 Juni 2021

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Sebaiknya Lakukan Karantina Berbasis Wilayah

Peningkatan kasus Covid-19 pasca-Lebaran ini bisa terjadi seperti pada Januari lalu.

KESEHATAN | 13 Juni 2021

Dorong Percepatan Vaksinasi, Puan Beri 20.000 Vaksin untuk Warga Jateng

Puan Maharani memberikan 20.000 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat Jawa Tengah (Jateng).

KESEHATAN | 12 Juni 2021

Panglima TNI Minta Antisipasi Meningkatnya Kasus Covid-19 di Jakarta

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta Polda Metro, Kodam Jaya, dan RSD Wisma Atlet mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta

KESEHATAN | 12 Juni 2021

Update Covid-19, DKI Jakarta Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi

DKI Jakarta pada selang waktu sehari mendapat penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi sebanyak 2.455 kasus.

KESEHATAN | 12 Juni 2021

Update Tes Covid-19: 97.959 Orang Diperiksa, 7.465 Positif

7.465 orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan data hingga hari Sabtu (12/6/2021) pada pukul 12.00 WIB.

KESEHATAN | 12 Juni 2021

Puan: Semua Pedagang yang Akan Masuk Pasar Legi Sudah Divaksinasi

Puan Maharani menyatakan seluruh pedagang yang akan masuk Pasar Legi sudah divaksinasi.

KESEHATAN | 12 Juni 2021

165.000 Vaksin Gotong Royong Sudah Dialokasikan ke 169 Perusahaan

Sebanyak 165.000 dosis vaksin Covid-19 dari Sinopharm tahap pertama sudah dialokasikan sepenuhnya untuk perusahaan swasta.

KESEHATAN | 12 Juni 2021

Indonesia Telah Terima 94,7 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Wiku Adisasmito memastikan, ketiga jenis vaksin tersebut aman karena telah mengantongi izin dari emergency use listing (EUL) dari WHO.

KESEHATAN | 12 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS