Komnas PA Dukung BPOM Melabeli Peringatan Konsumen pada Galon Guna Ulang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komnas PA Dukung BPOM Melabeli Peringatan Konsumen pada Galon Guna Ulang

Rabu, 23 Juni 2021 | 20:11 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait di tengah kesibukannya mengatasi masalah kejahatan kepada anak-anak tetap konsen dan konsisten menyangkut bahaya zat Bisphenol A (BPA) bagi bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

"Sekali lagi kami menegaskan dan mendukung BPOM untuk segera melabeli galon isi ulang yang mengandung BPA. Jadi galon-galon plastik dan wadah makanan lain yang mengandung BPA harus segera diberi label tidak untuk dikonsumsi bayi, balita, dan ibu hamil," tandas Arist dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu, (23/6/2021).

Pernyataan Arist bukan tanpa alasan. Dia merujuk perkembangan hasil penelitian dari Universitas Harvard, Chicago's School of Public Health, dan lembaga ilmu kedokteran lainnya yang menemukan bahan kimia tertentu dalam plastik BPA, dapat bertindak sebagai racun di dalam tubuh, seperti kanker payudara dan kanker hati.

Penelitian tentang efek mengonsumsi bahan kimia yang terpapar BPA dari plastik ini terus berlanjut.

"Jadi penelitian terbaru dari Harvard dan lembaga ilmu kedokteran lainnya menyatakan temuan baru bahaya BPA, dapat menimbulkan kanker payudara dan kanker hati," ungkap Arist.

Selain itu pada 1 Juni 2021 https://neurosciencenews.com/bpa-brain-development-18528/ memuat penelitian Dr Deborah Kurrasch.

Melalui karya para peneliti seperti Dr Deborah Kurrasch, implikasi dari banyak bahan kimia ini sedang dieksplorasi secara menyeluruh.

“Produsen mengikuti standar yang ditetapkan oleh badan pengatur, bukan tanggung jawab produsen untuk membuktikan bahan kimia dalam produk konsumen aman,” kata Kurrasch, seorang peneliti di Universitas Calgary's Hotchkiss Brain Institute (HBI) dan Alberta Children's Research Institute di Cumming Sekolah Kedokteran.

Para ilmuwan memainkan peran penting dan melakukan pekerjaan yang cermat untuk menentukan di mana letak risikonya.

Penelitian Kurrasch selama dekade terakhir berfokus pada bahan kimia yang dikenal secara luas sebagai Bisphenol A (BPA). Bahan kimia ini umumnya ditemukan dalam plastik, pelapis makanan kaleng, dan bahkan kuitansi termal. Studi terbaru dari laboratorium Kurrasch, yang diterbitkan di Science Advances, menunjukkan bahwa kewaspadaan berkelanjutan diperlukan.

Seorang peneliti postdoctoral di labnya, Dr Dinu Nesan, meneliti dampak rendahnya tingkat paparan BPA pada tikus hamil dan perkembangan otak anak mereka. “Tujuan kami adalah untuk memodelkan tingkat BPA yang setara dengan apa yang biasanya terpapar pada wanita hamil dan bayi yang sedang berkembang,” kata Kurrasch.

“Kami sengaja tidak menggunakan dosis tinggi. Faktanya, dosis kami 11 kali dan hampir 25 kali lebih rendah daripada yang dianggap aman oleh Health Canada dan FDA (Administrasi Makanan dan Obat AS). Bahkan pada tingkat rendah ini, kami melihat efek pada perkembangan otak prenatal pada tikus,” tambahnya.

Dengan menggunakan model paparan BPA ini, Nesan menemukan perubahan mencolok pada wilayah otak yang bertanggung jawab untuk mendorong ritme sirkadian, nukleus suprachiasmatic, yang terletak di hipotalamus. Ketika sebelum lahir terpapar BPA tingkat rendah ini, nukleus suprachiasmatic gagal berkembang dengan baik.

Para peneliti berharap temuan mereka akan menambah tekanan berkelanjutan pada badan pengatur untuk terus meninjau kembali penentuan mereka tentang tingkat BPA yang aman.

Dari penemuan yang dilakukan para ahli di luar negeri tentang bahaya BPA, Arist sangat mendukung BPOM untuk segera melakukan pelabelan pada galon guna ulang yang berkode daur ulang nomor 7.

"Kami tidak melarang peredaran galon guna ulang, kami hanya ingin adanya pelabelan untuk informasi kepada masyarakat bahwa galon guna ulang yang mengandung BPA agar tidak dikonsumsi oleh bayi, balita, dan ibu hamil demi kesehatan mereka,” kata Arist.

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) Roso Daras mengatakan beberapa hari lalu menerima surat balasan dari BPOM.

"Kami mengucapkan terima kasih atas balasan surat dari BPOM. Artinya selama ini antara JPKL dan BPOM mempunyai komunikasi yang baik," tutur Roso Daras.

Hanya saja, Roso Daras kembali menegaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman, hasil penelitian yang telah dilakukan BPOM terhadap galon guna ulang, dan dikatakan masih dalam ambang batas, perlu adanya penjelasan.

"Sample yang dianalisis itu diambil dari mana. Apa baru keluar dari pabrik atau yang di pasaran. Jumlah yang dianalisis berapa, Sebab hasilnya sangat berbeda jauh, padahal laboratorium yang ditunjuk JPKL juga menggunakan standar SNI dalam melakukan analisisnya," tandas Roso Daras.

Roso Daras kembali menegaskan bahwa dalam kenyataannya hasil penelitian di luar negeri menunjukkan bahaya BPA, bukan hanya bagi bayi balita, dan janin, Sudah semestinya segera dilakukan pelabelan peringatan konsumen terhadap galon isi ulang yang mengandung BPA.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Luhut Ungkap Situasi Pandemi Covid-19 Membaik

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, angka-angka indikator penanganan Covid-19 menunjukkan situasi pandemi di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

KESEHATAN | 27 September 2021

Kasus Konfirmasi Harian Covid-19 Jawa-Bali Turun 98%

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus konfirmasi harian Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali mengalami penurunan sebanyak 98%.

KESEHATAN | 27 September 2021

SGM, Lazada, dan WeCare Dukung Pemberdayaan Desa Generasi Maju di NTT

Danone Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan Lazada dan WeCare.id membantu anak kurang gizi di NTT.

KESEHATAN | 27 September 2021

Update Covid-19: Positivity Rate Turun di Bawah 1%

Kemenkes juga mencatat jumlah kasus aktif kembali berkurang sebanyak 2.499 kasus sehingga total kasus aktif tinggal menjadi 40.270 kasus.

KESEHATAN | 27 September 2021

PPKM Tunjukkan Hasil Positif, Luhut: Kita Harus Hati-hati

Kasus konfirmasi Covid-19 di Jawa-Bali turun 98%, kendati begitu Luhut menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh membuat kita menjadi lengah.

KESEHATAN | 27 September 2021


Kemenkes: Alat Kesehatan Diproduksi Sesuai Kebutuhan

Kemenkes menyatakan, dalam tata kelola alat kesehatan (alkes) diproduksi berdasarkan kebutuhan, sehingga ada penelitian dan pengembangan produk alkes tersebut

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produksi dalam Negeri

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan kebijakan bahwa Fasyankes yang mengusulkan DAK harus memprioritaskan alkes produksi dalam negeri.

KESEHATAN | 27 September 2021

Jokowi Unggah Video Imbau Tetap Waspada Covid-19 dan Terapkan Protokol Kesehatan

Presiden Jokowi tak hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 dan terus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

KESEHATAN | 27 September 2021

Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Tersedia di Grab, Gojek hingga Jaki

Masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar, sertifikat vaksinnya bisa di teridentifikasi melalu nomor induk kependudukan (NIK).

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Data Kematian Covid-19 sampai 27 September 2021

Data Kematian Covid-19 sampai 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 17 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings