Logo BeritaSatu

Kasus Covid-19 Melonjak, Pastikan Operasional Posko PPKM Mikro di Tingkat RT/RW

Rabu, 23 Juni 2021 | 22:17 WIB
Oleh : Mikael Niman, Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pembentukan dan opersional posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM Mikro) di tingkat RT dan RW harus dipastikan berjalan di tengah lonjakan kasus Covid-19 di negeri ini. Peningkatan posko PPKM Mikro di RT/RW itu perlu dibarengi dengan pengadaan aplikasi digital guna memperlancar koordinasi dan mempertajam antisipasi pandemi.

Di era digital seperti sekarang, aplikasi real time laporan kondisi terkini Covid-19 dibutuhkan sampai di tingkat RT dan RW.

Aplikasi digital yang dimaksud adalah sistem yang bisa menerima laporan langsung dari RT/RW di seluruh Indonesia mengenai kondisi di wilayah masing-masing. Data tersebut akan masuk entah ke tim informasi teknologi Satgas Covid atau Kementerian Kesehatan, lalu muncul di dalam sebuah papan instrumen data yang bisa diakses semua orang di handphone maupun komputer.

Data yang muncul meliputi jumlah warga positif, sembuh, meninggal, isolasi mandiri di rumah, isolasi terpusat, maupun dirawat di rumah sakit. Angka-angka yang muncul merupakan data sampai tingkat RT/RW.

Dengan data real time memungkinkan pengurus RT dan RW saling mengetahui kondisi aktual di sekitarnya.

Pengurus tidak hanya mengetahui kondisi di wilayahnya saja melainkan bisa mengetahui kondisi RT dan RW tetangga atau lebih luas, tingkat kelurahan dan kecematan.

Harapannya, setiap RT dan RW bukan saja melakukan pengawasan pada warganya melainkan juga mengantisipasi penularan dari wilayah tetangga.

Ketua RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Bekasi, Haris menyatakan setuju perkuatan Posko PPKM Mikro sampai tingkat RW melalui aplikasi digital yang menginformasikan secara real time kasus Covid-19 di wilayahnya.

“Selama ini, warga yang terpapar Covid-19 dilaporkan kepada ketua RT, lalu ketua RT melaporkan kepada ketua RW setempat. Selanjutnya, ketua RW memberitahu kepada petugas Puskesmas Pondokmelati. Nanti petugas puskesmas yang melanjutkan informasi ke Dinas Kesehatan,” kata Haris, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, ada jenjang pemberitahuan hingga ke tingkat puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, lalu diunggah di website corona.bekasikota.go.id. Data real time dari tingkat RT maupun RW, belum ada.

“Kami setuju ada aplikasi tersebut yang menunjukkan kasus di tingkat RT atau RW seluruh Indonesia. Jadi, kita bisa antisipasi penyebaran kasusnya,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan, Ketua RT 04 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Bekasi, Ari. Pemberitahuan adanya warga yang terjangkit Covid-19 dilakukan secara berjenjang di tingkat RT, RW, dan puskesmas.

“Kalau memungkinkan adanya aplikasi seperti itu, kami setuju. Tujuannya, agar kami lebih waspada, RT dan RW mana yang kasusnya lagi banyak,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua RW 08 Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Depok, Khisore F Malonda juga menyatakan setuju bila ada aplikasi yang memudahkan, bukan membuat repot, para pengurus RT/RW.

Senada dengan Haris, Kishore menyatakan, selama ini sudah ada Satgas Covid-19 di tiap RT/RW yang melaporkan data kondisi lingkungan serta jumlah pasien Covid-19 di lingkungan masing-masing.

Laporan disampikan ke kelurahan dan puskesmas. Namun, laporan data kondisi jumlah warga terpapar dari tiap RT/RW yang dikirim ke kelurahan dan puskesmas perlu waktu untuk menjadi sebuah tabulasi data tingkat kotamadya yang kemudian dipublikasikan di website Pemkot Depok.

Kishore menunjukkan contoh koordinasi yang selama ini dilakukannya melalui aplikasi Whatsapp. Jumlah jiwa yang terpapar per tanggal 23 Juni 2021 mencapai 146 orang di kelurahan Depok, 13 di antaranya adalah warga yang tinggal di RW-nya.

Dengan adanya aplikasi real time akan memudahkan koordinasi dan antisipasi. Namun, Katanya, semuanya tetap bergantung pada antusiasme para pengurus RT/RW.

“Iya sangat bergantung pada pengurus RT dan RW. Kalau pengurusnya peduli maka data berapa penambahan kasus baru, berapa yang isolasi atau yang meninggal karena Covid-19, pasti akan selalu ter-update. Demikian sebaliknya,” kata Khisore, Rabu (23/6/2021).

Seperti diberitakan, kasus Covid-19 Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepekan terakhir. Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas penanganan Covid-19, Senin (21/6/2021).

Dua pesan Presiden adalah agar jajaran di bawahnya melakukan penguatan pelaksanaan PPKM mikro dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua KCPPEN Airlangga Hartarto kemudian mengumumkan perpanjangan masa PPKM mikro dengan sejumlah aturan baru yang diperketat. Pengetatan PPKM mikro berlaku mulai 22 Juni 2021 hingga dua pekan ke depan.

PPKM Mikro diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2021. Instruksi Mendagri Tito Karnavian pada 5 Februari 2021 itu mengatur mengenai PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Inmendagri itu menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang menginstruksikan agar kebijakan PPKM untuk diperpanjang dengan berbasis mikro dan membentuk Posko Penanganan Covid-19 di level desa dan kelurahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PGRI Ungkap 3 Penyebab Polemik RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas yang disusun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi polemik

NEWS | 30 September 2022

PDIP: Integrasi Transportasi Publik Era Anies Berhasil

PDIP menyatakan, program integrasi transportasi publik pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berhasil.

NEWS | 30 September 2022

Jumat, 3 Wilayah di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta pada hari ini akan diwarnai hujan yang turun hujan ringan hingga sedang

NEWS | 30 September 2022

Pembangunan Permukiman di Pulau G Masih Pengarahan

Kawasan reklamasi pulau G diarahkan untuk kawasan permukiman baru sebatas pengarahan dan belum terwujud

NEWS | 30 September 2022

Eks Pegawai KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur dari Tim Kuasa Hukum Sambo

Eks Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo meminta agar Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mundur sebagai kuasa hukum Sambo

NEWS | 30 September 2022

Penyebab Kematian Ratu Elizabeth Terungkap dalam Sertifikat

Penyebab kematian Ratu Elizabeth terungkap dalam sertifikat yang diterbitkan oleh National Records of Scotland.

NEWS | 30 September 2022

Putri Candrawathi Berharap Sidang Kasus Brigadir J Segera Digelar

Putri Candrawathi berharap sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang menjeratnya sebagai tersangka dapat segera digelar.

NEWS | 30 September 2022

Hari Ini Febri Diansyah Dampingi Putri Candrawathi Wajib Lapor

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah akan mendampingi kliennya untuk menjalani wajib lapor pada hari ini, Jumat (30/9/2022)

NEWS | 30 September 2022

Kisah Alumni S2 Universitas Prasmul Berhasil Masuk Big 4

Skillset yang diajarkan di Magister Manajemen Universitas Prasetiya Mulya berhasil membantu Astrini Nurul Sentanu menjadi bagian dari perusahaan Big 4.

NEWS | 30 September 2022

Senat AS Setujui Paket Bantuan Rp 182 Triliun untuk Ukraina

Voting Senat AS meloloskan RUU pendanaan yang mencakup US$ 12 miliar (Rp 182 triliun) paket bantuan militer dan ekonomi tambahan untuk Ukraina.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menguat Tipis, Kurs Rupiah Masih <em>Nyangkut</em> di Rp 15.200

Menguat Tipis, Kurs Rupiah Masih Nyangkut di Rp 15.200

EKONOMI | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings