Lois Owien Ditangkap, Ricky Vinando: Sudah Sepantasnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Lois Owien Ditangkap, Ricky Vinando: Sudah Sepantasnya

Senin, 12 Juli 2021 | 20:07 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Lois Owien akhirnya ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, Minggu (11/7/2021) dan kini telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebelumnya diketahui, Lois baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, pasalnya pernyataan terkait Covid-19 yang diungkapkan menuai berbagai kontroversi.

Lois Owien yang diundang menjadi narasumber dalam acara Hotman Paris Show menyatakan bahwa Covid-19 tidak berbahaya serta menegaskan bahwa dia tidak percaya adanya Covid-19. Menurut dia kematian pasien Covid-19 di Indonesia bukan karena virus, melainkan karena interaksi obat.

Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum Ricky Vinando mengapresiasi penangkapan Lois oleh Polda Metro Jaya. Menurut Ricky, Lois Owien harus mempertanggungjawabkan pernyataannya yang menganggap puluhan ribu pasien Covid yang meninggal akibat interaksi obat bukan karena Covid-19.

"Penangkapan itu sudah sepantasnya, karena pernyataannya tersebut sangat meresahkan banyak orang, tak berdasarkan bukti penelitian, juga bertentangan dengan banyaknya fakta medis yang ada. Jadi dia itu sudah menimbulkan kesan negatif terhadap pemerintah soal 65.000 orang yang meninggal dunia, padahal itu meninggal karena Covid. Di seluruh dunia sudah 4 juta lebih yang meninggal. Apa dia juga mau bilang 4 juta itu meninggal akibat interaksi obat? Bahaya betul, pernyataan dia tanpa dasar yang jelas, penuh asumsi dan imajinasi yang liar. Jadi sudah tepat dia ditangkap agar tidak lagi menyebarkan berita bohong dan atau membuat keonaran di masyarakat," kata Ricky Vinando melalui keterangan tertulis, Senin (12/07/2021).

Menurut Ricky, jika dr. Lois mengatakan pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia bukan karena covid melainkan karena interaksi obat, hal tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan yang harus dijawab dengan bukti hasil penelitian serta medis dan harus dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan hukum.

"Kalau dia anggap puluhan ribu meninggal karena interaksi obat, jelaskan, kenapa tiba-tiba jutaan paru-paru manusia bisa berubah warna dari aslinya hitam jadi putih sampai berkabut pekat merata? Itu akibat senyawa kimia apa namanya dan bagaimana cara kerjanya sampai bisa membuat paru jadi begitu jika menuding obat penyebab meninggalnya puluhan ribu orang itu? Jelaskan aja susunan senyawa kimianya. Kok bisa kebetulan di tengah badai Covid yang menyerang paru? Dia harus jawab itu, tak bisa dengan gampang jawab karena interaksi obat," tegas Ricky.

"Jika dia bilang sebabnya interaksi obat, apa nama bahan baku obat yang bisa membuat paru berkabut pekat dan sangat merusak itu? Kalau akibat interaksi obat, tidak logis 65 ribu yang mati itu semuanya akibat obat, apalagi dia mengatakan tak ada Covid, artinya dia telah melawan begitu banyak fakta medis yang ada di rumah sakit. Jadi wajar saja dia ditangkap karena pernyataannya sangat tidak logis," tambahnya.

Ricky juga menyebut tidak logis apabila terjadi phenumonia massal di seluruh negara, sehingga dirinya tetap meyakini Covid ada merujuk pada hasil pemeriksaaan CT-Scan dari paru-paru korban Covid-19 yang sudah banyak diwartakan.

Sehingga dengan demikian menurut Ricky, jangan ada lagi pihak-pihak yang membuat argumentasi yang tidak berdasarkan bukti dan hasil penelitian medis. Kecuali dr. Lois bisa membuktikan adanya hasil penelitian bahwa Covid-19 sama sekali tidak bisa menyebabkan sesak nafas dan paru-paru yang meninggal karena covid tidak berubah menjadi warna putih yang menyebar merata di paru-paru.

"Tapi kalau memang dia hebat dan semua pernyataan dia dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan hukum, tentu WHO mungkin sudah rekrut dia sebagai petinggi WHO. Kenyataannya apa? Tidak kan. Jadi, ke depannya jangan ada lagi yang bicara soal coronajika hanya ingin menimbulkan keonaran dan menyesatkan banyak orang, karena itu berbahaya, itu kejahatan", tutup Ricky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Kasus Aktif Kembali Turun, Positivity Rate 1,48%

Pada hari ini, Jumat (24/9/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa positivity rate harian Covid-19 per mencapai 1,48%.

KESEHATAN | 24 September 2021

Vaksin Covid-19 Aman dan Dibutuhkan Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui diminta tidak ragu melaksanakan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Lintasarta Donasikan Alat Kesehatan Medis ke RS di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Lintasarta melalui kegiatan CSR-nya kembali menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk tenaga medis di rumah sakit Jawa Barat dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 24 September 2021

2,8% Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, memberi klarifikasi terkait data 2,8% satuan pendidikan menjadi klaster Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Makuku Family Berbagi Edukasi

Makuku Family melakukan edukasi mengenai kesuburan guna memeringati Hari Kontrasepsi Sedunia.

KESEHATAN | 24 September 2021

Ashefa Griya Pusaka Berikan Program Rehabilitasi Gratis Bagi Pengguna

Program rehabilitasi gratis diberikan Ashefa Griya Pusaka kepada 100 pengguna narkoba pertama serta memberikan lapangan pekerjaan bagi yang telah pulih.

KESEHATAN | 24 September 2021

Pemenuhan Gizi Anak untuk Wujudkan Generasi Indonesia Emas

Pemenuhan gizi bagi ibu dan anak untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

KESEHATAN | 24 September 2021

Sarapan dan Makan Tidak Teratur: Waspadai Kekurangan Nutrisi

Melewatkan sarapan berakibat pada hilangnya nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas sepanjang hari.

KESEHATAN | 24 September 2021

Jumlah Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai di Bawah 400

Data per hari ini, Jumat (24/9/2021) jumlah pasien Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran berkurang 27 orang dari hari sebelumnya.

KESEHATAN | 24 September 2021

WHO Anjurkan “Koktail” Antibodi Covid-19 untuk Pasien Berisiko Tinggi

WHO pada Jumat (24/9/2021) merekomendasikan, penggunaan “koktail” antibodi Covid-19 buatan Regeneron dan Roche pada pasien yang berisiko tinggi.

KESEHATAN | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 24 September 2021

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 24 September 2021

BERITA GRAFIK | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings