Penelitian Sebut Vaksin BioNTech Memberi Antibodi Lebih dari Sinovac
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penelitian Sebut Vaksin BioNTech Memberi Antibodi Lebih dari Sinovac

Jumat, 16 Juli 2021 | 21:26 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Hong Kong, Beritasatu.com - Orang yang menerima vaksin virus corona BioNTech memiliki sepuluh kali lipat jumlah antibodi daripada yang diberi Sinovac Tiongkok, sebuah penelitian di Hong Kong menunjukkan.

Hasil tersebut menambah data yang berkembang tentang efektivitas vaksin yang berbeda.

Penelitian Universitas Hong Kong (HKU) tersebut berdasarkan penelitian terhadap 1.442 petugas kesehatan, diterbitkan di Lancet Microbe pada Kamis (15/7/2021).

Para peneliti mengatakan, antibodi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan vaksin dalam memerangi penyakit tertentu.

Tetapi pihaknya juga memberi peringatan. "Perbedaan konsentrasi antibodi penetralisir yang diidentifikasi dalam penelitian kami dapat diterjemahkan menjadi perbedaan substansial dalam efektivitas vaksin," jelasnya, Kamis (15/7/2021).

Mereka yang menerima suntikan Sinovac memiliki tingkat antibodi yang mirip atau lebih rendah, dengan yang terlihat pada pasien yang tertular dan berhasil melawan penyakit tersebut.

Studi ini menambah semakin banyak bukti bahwa vaksin yang menggunakan teknologi mRNA perintis, seperti BioNTech dan Moderna, menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap virus corona dan variannya daripada yang dikembangkan dengan metode yang lebih tradisional seperti menggunakan bagian virus yang tidak aktif.

Vaksin tradisional lebih murah untuk diproduksi dan tidak rumit untuk diangkut dan disimpan, menjadikannya alat penting untuk memerangi pandemi di negara-negara yang tidak memiliki dana yang besar.

Banyak Nyawa Masih Terselamatkan

Ahli epidemiologi, Ben Cowling, salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan orang harus tetap mendapatkan vaksinasi dengan Sinovac jika tidak ada pilihan lain. Ia mengatakan, adanya beberapa perlindungan selalu lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

"Jangan biarkan yang sempurna menjadi musuh yang baik. Jelas lebih baik pergi dan divaksinasi dengan vaksin yang tidak aktif daripada menunggu dan tidak divaksinasi. Banyak, banyak nyawa telah diselamatkan oleh vaksin yang tidak aktif," katanya kepada AFP.

Para peneliti mengatakan, data mereka menyarankan strategi alternatif seperti suntikan booster sebelumnya mungkin diperlukan. Tujuannya meningkatkan perlindungan bagi mereka yang telah menerima Sinovac.

Cowling mengatakan, kapan harus memberikan suntikan booster akan menjadi fase berikutnya dari studi mereka yang sedang berlangsung.

"Prioritasnya adalah booster untuk orang yang menerima Sinovac. Sementara booster untuk orang yang awalnya menerima BioNTech mungkin tidak begitu mendesak," katanya.

Politik

Hong Kong telah menjadi pemimpin dunia dalam mempelajari virus corona sejak wabah SARS yang dimulai di Tiongkok selatan, melanda kota itu pada 2003. Otoritas kota tersebut saat ini menawarkan suntikan vaksin BioNTech buatan Jerman dan Sinovac.

Meskipun persediaan cukup, pengambilannya lambat, dengan hanya 28% dari 7,5 juta penduduk kota yang divaksinasi telah lengkap menerima dua suntikan.

Hingga saat ini sekitar 2,6 juta dosis BioNTech telah diberikan dibandingkan dengan 1,8 juta suntikan Sinovac.

Peluncuran tersebut telah terjebak dalam demam politik Hong Kong, ketika pemerintah Tiongkok menindak perbedaan pendapat di kota itu sebagai tanggapan atas protes demokrasi yang besar. Demonstrasi seringkali disertai kekerasan dua tahun lalu.

Pada awal kampanye vaksinasi, para pemimpin Hong Kong yang pro-Tiongkok dengan sangat jelas dan hampir dengan suara bulat memilih Sinovac.

Salah satu klinik dokter yang merekomendasikan BioNTech daripada Sinovac dikeluarkan dari program vaksinasi kota.

Sementara itu, banyak ahli epidemiologi terkemuka di kota itu telah menggunakan BioNTech. Pihaknya mengatakan secara terbuka bahwa itu adalah pilihan mereka. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PPKM Boleh Diperlonggar, Tetapi yang Ini Jangan Kendur Ya!

Pemerintah telah memperlonggar PPKM, namun untuk hal-hal tertentu mematuhi protokol kesehatan jangan sampai kendur.

KESEHATAN | 28 September 2021

Menkes: Presiden Minta Implementasi PTM Terbatas Dikaji Kembali

Menkes pun membantah kabar terkait banyaknya klaster sekolah yang muncul saat dilaksanakan kembali PTM terbatas.

KESEHATAN | 27 September 2021

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

Pemerintah memercepat vaksinasi Covid-19 terutama pada kelompok lansia yang memiliki risiko mortalitas lebih tinggi.

KESEHATAN | 27 September 2021

Biskuat Ajak Orang Tua Dukung Pengembangan Kekuatan Anak

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan setiap anak.

KESEHATAN | 27 September 2021

Wiku: Hidup Bersama Covid-19 Telah Diatur dalam Inmendagri

Wiku Adisasmito mengatakan, hidup bersama dengan Covid-19 telah diatur dalam pedomanan operasional tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri)

KESEHATAN | 27 September 2021

Tindakan Penyelamatan Pertama Gawat Darurat Atasi Resiko Kematian

Serangan jantung butuh penanganan cepat, tidak boleh ada delay waktu dalam memberi tindakan karena dapat membahayakan pasien atau korban.

KESEHATAN | 27 September 2021

Angka Reproduksi Efektif Covid-19 Bali Masih di Atas 1

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan angka reproduktif efektif Covid-19 mengalami penurunan. Namun, hanya Bali di atas 1,01.

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Perketat Kedatangan WNA dari Negara Potensi Penularan Tinggi

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah tetap melakukan pengetatan kedatangan bagi WNA yang datang dari negara yang memiliki potensi penularan tinggi

KESEHATAN | 27 September 2021

Luhut Sebut Rata-rata Testing Covid-19 Sudah 170.000 Orang

Rata-rata testing Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 170.000 orang per hari.

KESEHATAN | 27 September 2021

Wilayah Luar Jawa-Bali Sumbang 62,84% Kasus Aktif Covid-19

PPKM level empat di luar Jawa-Bali masih akan berlaku sampai dengan minggu depan.

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Sambut Hari Pariwisata Sedunia, Afsel Minta Dukungan Semua Negara

Sambut Hari Pariwisata Sedunia, Afsel Minta Dukungan Semua Negara

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings