IDAI Sarankan Antibiotik Tidak Diberikan untuk Pengobatan Covid-19 Anak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IDAI Sarankan Antibiotik Tidak Diberikan untuk Pengobatan Covid-19 Anak

Minggu, 18 Juli 2021 | 20:52 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis sekaligus anggota Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR Dr Anggraini Alam, Sp A(K), mengatakan bahwa orang tua tidak perlu memberikan antibiotik kepada anak yang terkena Covid-19 dan dirawat sendiri di rumah.

"Penggunaan antibiotik, menurut berbagai penelitian dari CDC, WHO, melihat bahwa ini tidak masuk ke standard of care dan tidak ada di siklus Covid-19, sehingga tidak diberikan untuk terapi Covid," kata Dr Anggraini dalam bincang bersama dengan IDAI melalui Instagram Live, Minggu (18/7/2021).

Belakangan ini, memang beredar narasi dan pesan yang berisi resep obat untuk Covid-19 di media sosial yang berisi saran penggunaan beberapa jenis obat seperti azithromycin, favipiravir, dan dexamethasone untuk mengobati Covid-19. Antibiotik ini umumnya mudah dan murah didapatkan di apotek secara luring maupun daring.

"Kenapa kok tiba-tiba (antibiotik) booming? Karena memang masih awal. Misalnya, azithromycin, ini buat kita semua gampang dan mudah dikenal dibandingkan antivirus lain yang belum familiar. Namun dengan berjalannya waktu, kita makin banyak belajar, bahwa ini bukan digunakan untuk terapi Covid, namun untuk suatu infeksi bakteri/coinfeksi," jelas Dr Anggraini.

Sebagai informasi, Azithromycin adalah antibiotik untuk mengobati penyakit infeksi akibat bakteri. Dikutip dari Hello Sehat, azithromycin digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 karena memiliki peran sebagai antivirus.

Namun, obat ini hanya diresepkan pada pasien Covid-19 kriteria tertentu sesuai dengan penilaian dokter. Konsumsi antibiotik yang tidak diperlukan berisiko semakin rentannya tubuh terhadap infeksi dan berakibat kebal terhadap pengobatan antibiotik di kemudian hari.

Sementara, favipiravir atau avigan adalah obat antivirus yang penggunaannya harus dengan resep dokter.

Kemudian dexamethasone merupakan obat steroid golongan kortikosteroid. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan, gangguan pencernaan, asma, dan reaksi alergi. Kadang, dexamethasone juga digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Setelah melalui uji klinis, dexamethasone terbukti ampuh menyelamatkan pasien Covid-19 dari kondisi kritis.

Meski demikian, Dr Anggraini mengatakan penggunaan antibiotik dan antivirus secara asal-asalan bisa berpotensi untuk menyebabkan masalah baru dalam tubuh, tak terkecuali anak-anak yang terpapar virus corona baru ini.

Ia menegaskan bahwa penggunaan obat ini diberikan oleh dokter pada pasien Covid-19 di rumah sakit yang dalam kondisi kritis atau bergejala berat.

Saat disinggung mengenai ivermectin, Dr Anggraini mengatakan bahwa obat ini masih berada dalam uji klinis dan belum merekomendasikan penggunaannya sebagai obat untuk mencegah atau mengobati Covid-19.

"Jadi, kita tunggu. Jangan mentang-mentang mudah didapat dan murah, langsung beli, karena masih belum terbukti," tegasnya.

Dr Anggraini kemudian berpesan kepada orang tua untuk tetap tenang dan rajin berkonsultasi dengan kerabat dan dokter anak ketika sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) bersama. Orang tua juga diimbau untuk memonitor kesehatan anak dengan panduan dan diari isoman dari IDAI.

"Memiliki diari IDAI sangat menolong agar mendapatkan suatu panduan harian. Orang tua juga jangan ragu untuk komunikasi ke nakes setempat seperti dokter spesialis anak, puskesmas, dan kerabat melalui media sosial agar bisa gotong royong dan mengetahui (kondisi) keluarga masing-masing termasuk si kecil," kata Dr Anggraini.

"Jangan diagnosis dan beri keputusan atau pemberian obat sendiri. Tetap dokter adalah yang sudah menjadi penanggung jawab untuk pemberian tata laksana terkait Covid," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ayo Melangkah Sebanyak Ini untuk Peluang Umur Panjang, Jangan Berlebih

Untuk meningkatkan peluang kita berumur panjang, kita mungkin harus mengambil setidaknya 7.000 langkah sehari atau berolahraga lebih dari 2,5 jam per minggu.

KESEHATAN | 18 September 2021

Tes Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tes Covid-19 mengalami penurunan beberapa hari terakhir karena ada perbaikan data.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

NASIONAL | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings