Sembuh dari Covid-19? Ini Protokolnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sembuh dari Covid-19? Ini Protokolnya

Senin, 19 Juli 2021 | 13:29 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni, Hendro D Situmorang, Mikael Niman / AB

Jakarta, Beritasatu.com – Kasus Covid-19 yang melonjak belakangan ini membuat masyarakat semakin berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang yang terinfeksi, khususnya setelah sembuh atau tidak lagi menjalani isolasi mandiri. “Apakah pasien Covid-19 yang telah sembuh tidak bisa lagi menularkan virus kepada orang lain?” Pertanyaan ini kerap muncul di masyarakat dan memerlukan jawaban tegas dari otoritas kesehatan di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Daud (26), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan tes reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR). Meski tertular Covid-19, Daud tidak menunjukkan gejala klinis apa pun, seperti batuk, sesak napas, atau kehilangan daya penciuman alias anosmia.

Cycle threshold (CT) value yang tertera dalam dokumen hasil RT-PCR juga cukup tinggi, yakni 24 dan 26. Apakah dengan kondisi tersebut Daud boleh leluasa berinteraksi dengan keluarga saat menjalani isolasi mandiri?

Sebenarnya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) sudah membuat protokol tentang pasien yang sembuh dari Covid-19. Protokol itu tertuang dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan pada Juli 2020. Berdasarkan pedoman tersebut, pasien terkonfirmasi Covid-19 bisa dinyatakan sembuh apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan berdasarkan penilaian dokter di fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemantauan atau oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara sederhana menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 pada dasarnya sudah bisa dinyatakan sembuh ketika tidak lagi menunjukkan gejala dan tidak memerlukan konfirmasi RT-PCR.

“Surat selesai pemantauan dari dokter hanya untuk pasien yang dirawat di rumah sakit, bukan yang menjalani isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kemkes, dokter Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (18/7/2021).

Pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala berat atau kritis perlu menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan pemeriksaan RT-PCR. Pasien tersebut masih mungkin memiliki hasil pemeriksaan follow up RT-PCR persisten positif, karena mesin yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan masih dapat mendeteksi bagian tubuh virus Covid-19, walaupun sudah tidak aktif lagi atau tidak menular lagi. Bagi pasien dengan gejala berat atau kritis, penentuan kesembuhannya berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan DPJP.

Nadia pun memberi penjelasan terperinci tentang persyaratan bagi pasien agar bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19:

- Pasien terkonfirmasi tanpa gejala (asimtomatis) pada prinsipnya tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit, melainkan harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah atau di fasilitas publik yang disiapkan oleh pemerintah.
- Pasien terkonfirmasi dengan gejala (simtomatis) ringan dan sedang harus menjalani isolasi minimal selama 10 hari sejak muncul gejala, ditambah 3 hari bebas gejala. Isolasi juga dapat dilakukan mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.
- Jika merasakan gejala lebih dari 10 hari, pasien harus melewati masa isolasi selama gejala Covid-19 tersebut masih ada ditambah 3 hari tanpa gejala. Misalnya, pasien merasakan gejala selama 14 hari, maka dia harus melewati masa isolasi selama 14 hari ditambah 3 hari, sehingga masa isolasinya menjadi 17 hari.
- Khusus pasien terkonfirmasi dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dinyatakan selesai isolasi atau dipulangkan apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR satu kali negatif ditambah minimal 3 hari tidak lagi menunjukkan gejala. Apabila pemeriksaan follow up RT-PCR tidak dapat dilakukan, pasien bergejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit yang sudah menjalani isolasi selama 10 hari sejak munculnya gejala dengan ditambah minimal 3 hari tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan, dinyatakan sembuh dan bisa dipulangkan.

4 Fakta Penting
Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia dalam pernyataannya pada 15 Juli 2021 menegaskan bahwa hasil RT-PCR positif dengan nilai CT value berapa pun tetap harus menjalani isolasi dan segera berkonsultasi dengan dokter. Seseorang baru dinyatakan sembuh dari Covid-19 jika hasil RT-PCR negatif, bukan berdasarkan CT value.

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia menyebutkan empat fakta penting dari CT value. Pertama, tidak ada pengelompokan: baik, buruk, atau invalid, berdasarkan CT value.

Kedua, CT value tidak dapat dibandingkan antar-laboratorium karena ada perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen.

Ketiga, CT value yang tinggi (31 sampai 40) dapat ditemukan juga pada awal masa infeksi, sehingga tetap bisa menularkan.

Keempat, ada alat dan reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan CT value lebih dari atau sama dengan 11. Meski begitu, semua hasil yang dikeluarkan laboratorium tetap valid.

Keempat fakta penting itu merupakan respons Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia atas pesan di media sosial yang disebarkan terkait CT value, yaitu 0-11 (invalid), 12-20 (buruk), 21-30, dan 31-40 (baik). Pesan ini dianggap hoax dan dikhawatirkan membuat pasien Covid-19 dengan RT-PCR positif, tetapi memiliki CT value tinggi, merasa bisa bebas beraktivitas di luar dan tidak perlu menjalani isolasi mandiri, padahal dirinya belum sembuh dan bisa menularkan virus kepada orang lain.

PCR Negatif
Sementara itu, Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Kolonel Kesehatan Mintoro Sumego MS menyatakan kriteria yang digunakan pihaknya untuk menyatakan seseorang telah sembuh Covid-19 dan boleh pulang apabila hasil RT-PCR atau sering disebut dengan tes swab PCR menunjukkan hasil negatif.

"Kalau hasilnya sudah negatif, tentu kita izinkan pulang dan sudah bebas dari gejala klinis. Rata-rata kalau hasil PCR-nya negatif, sudah bagus kondisi tubuhnya, tetapi masih ada batuk-batuk kecil, itu aman," katanya kepada Beritasatu.com, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, rata-rata waktu perawatan pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang hingga sembuh berkisar 10 hari hingga 14 hari. Namun, ada juga yang mencapai 15-16 hari. Jangka waktu tersebut meliputi perawatan hingga pemulihan. Obat yang diberikan kepada pasien sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah, seperti Oseltamivir, obat batuk, obat penurun panas, dan lainnya. Vitamin yang diberikan, antara lain vitamin C, D, dan vitamin yang mengandung zinc. Semuanya sesuai standar dan rekomendasi Kemkes.

Pasien yang telah sembuh akan mendapat surat keterangan yang dikeluarkan oleh Sekretariat RSDC Wisma Atlet.

"Surat keterangan sembuh itu diberikan ke pasien dan saat keluar dicatat. Pasien tetap memegang dan membawa pulang surat keterangan sembuh,” kata dokter Mintoro.

Di tempat terpisah, Direktur Utama RS Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dokter Albert Limanto mengatakan pasien biasanya datang ke rumah sakit dalam kondisi suspek, probable, positif, atau pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 dengan demam, batuk atau pilek dan sesak napas.

Gejala klinis pada pasien perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan tes usap antigen atau tes PCR. Apabila hasil tes antigen atau PCR positif, pasien menjalani perawatan selama 14 hari.

Untuk menyatakan seseorang yang terinfeksi Covid-19 telah sembuh harus dilakukan tes antigen atau PCR dengan hasil negatif. Apabila hasil tes tetap positif setelah menjalani perawatan 14 hari di rumah sakit, pasien diwajibkan melanjutkan isolasi mandiri di rumah, minimal seminggu. Setelah itu, pasien boleh melakukan tes antigen atau PCR secara mandiri karena biayanya tidak lagi ditanggung oleh rumah sakit atau puskesmas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Apresiasi Prestasi, LG Beri LG PuriCare Wearable Air Purifier Pada Atlet Indonesia Kelas Dunia

Sama seperti generasi pendahulunya, “masker canggih” ini tetap mempertahankan HEPA filter seperti generasi pendahulunya.

KESEHATAN | 28 September 2021

PPKM Boleh Diperlonggar, Tetapi yang Ini Jangan Kendur Ya!

Pemerintah telah memperlonggar PPKM, namun untuk hal-hal tertentu mematuhi protokol kesehatan jangan sampai kendur.

KESEHATAN | 28 September 2021

Menkes: Presiden Minta Implementasi PTM Terbatas Dikaji Kembali

Menkes pun membantah kabar terkait banyaknya klaster sekolah yang muncul saat dilaksanakan kembali PTM terbatas.

KESEHATAN | 27 September 2021

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

Pemerintah memercepat vaksinasi Covid-19 terutama pada kelompok lansia yang memiliki risiko mortalitas lebih tinggi.

KESEHATAN | 27 September 2021

Biskuat Ajak Orang Tua Dukung Pengembangan Kekuatan Anak

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan setiap anak.

KESEHATAN | 27 September 2021

Wiku: Hidup Bersama Covid-19 Telah Diatur dalam Inmendagri

Wiku Adisasmito mengatakan, hidup bersama dengan Covid-19 telah diatur dalam pedomanan operasional tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri)

KESEHATAN | 27 September 2021

Tindakan Penyelamatan Pertama Gawat Darurat Atasi Resiko Kematian

Serangan jantung butuh penanganan cepat, tidak boleh ada delay waktu dalam memberi tindakan karena dapat membahayakan pasien atau korban.

KESEHATAN | 27 September 2021

Angka Reproduksi Efektif Covid-19 Bali Masih di Atas 1

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan angka reproduktif efektif Covid-19 mengalami penurunan. Namun, hanya Bali di atas 1,01.

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Perketat Kedatangan WNA dari Negara Potensi Penularan Tinggi

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah tetap melakukan pengetatan kedatangan bagi WNA yang datang dari negara yang memiliki potensi penularan tinggi

KESEHATAN | 27 September 2021

Luhut Sebut Rata-rata Testing Covid-19 Sudah 170.000 Orang

Rata-rata testing Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 170.000 orang per hari.

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Duh, 7% Warga Jakarta Masih Buang Air Besar Sembarangan

Duh, 7% Warga Jakarta Masih Buang Air Besar Sembarangan

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings