Studi: Mujarab Tangkal Varian Delta, Dua Pfizer Plus Satu Astrazeneca
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: Mujarab Tangkal Varian Delta, Dua Pfizer Plus Satu Astrazeneca

Kamis, 22 Juli 2021 | 14:36 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Dua dosis vaksin Pfizer ditambah satu Astrazeneca ternyata cukup mujarab menangkal varian Delta Covid-19. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (22/7/2021), temuan itu disampaikan dallam hasil studi peneliti Public Health England (PHE).

Studi menemukan dua dosis vaksin Covid-19 Pfizer atau Astrazeneca hampir sama efektifnya terhadap varian virus corona Delta yang sangat menular seperti halnya terhadap varian Alpha yang sebelumnya dominan.

Penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada Rabu (21/7) menunjukkan vaksin sangat efektif melawan varian Delta, sekarang jenis yang dominan di seluruh dunia, asalkan seseorang telah menerima dua suntikan.

Studi ini mengonfirmasi temuan utama yang diberikan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Mei tentang kemanjuran vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer-Biontech dan Oxford-Astrazeneca berdasarkan data dunia nyata.

Studi menemukan bahwa Pfizer 88% efektif dalam mencegah penyakit simtomatik dari varian Delta dengan kedua dosis, dibandingkan dengan 93,7% terhadap varian Alpha, secara umum sama seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Dua suntikan vaksin Astrazeneca adalah 67% efektif terhadap varian Delta, naik dari 60 persen yang dilaporkan semula, dan 74,5% efektif terhadap varian Alpha, dibandingkan dengan perkiraan awal efektivitas 66%.

“Hanya perbedaan kecil dalam efektivitas vaksin yang dicatat dengan varian Delta dibandingkan dengan varian Alpha setelah menerima dua dosis vaksin,” tulis peneliti Public Health England.

Data dari Israel memperkirakan bahwa vaksin Pfizer kurang efektif terhadap penyakit simtomatik, meskipun perlindungan terhadap penyakit parah tetap tinggi.

PHE sebelumnya menyatakan bahwa dosis pertama dari kedua vaksin itu kira-kira 33% efektif melawan penyakit simtomatik dari varian Delta.

Studi lengkap yang diterbitkan pada Rabu menemukan bahwa satu dosis suntikan Pfizer adalah 36% efektif dan satu dosis vaksin Astrazeneca sekitar 30% efektif.

“Temuan kami tentang penurunan efektivitas setelah dosis pertama akan mendukung upaya untuk memaksimalkan penyerapan vaksin dengan dua dosis di antara kelompok rentan dalam konteks peredaran varian Delta,” kata penulis penelitian.

Baru-baru ini, para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center di kota Boston AS juga mengatakan bahwa di laboratorium, respons antibodi dari vaksin Johnson & Johnson satu dosis bekerja dengan baik terhadap Delta dan respons imun itu berlangsung selama sekitar delapan bulan.

Pada Juni, pembuat vaksin Sputnik Rusia juga menyatakan bahwa vaksinnya sekitar 90% efektif melawan varian Delta yang sangat menular.

Vaksin, yang secara aktif dipasarkan Rusia di luar negeri, sebelumnya ditemukan oleh para peneliti hampir 92% efektif terhadap jenis virus corona asli.

Seperti dilaporkan kantor berita RIA, Denis Logunov, wakil direktur Institut Gamaleya Moskwa yang mengembangkan Sputnik, mengatakan angka kemanjuran terhadap varian Delta dihitung berdasarkan catatan medis dan vaksin digital.

Vaksin Sputnik, bagaimanapun, telah menimbulkan beberapa kontroversi karena diperkenalkan ke publik bahkan sebelum uji coba penuh selesai. Vaksin Sputnik V masih menunggu persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menag Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Ia berharap masyarakat tidak lengah dan abai terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Indonesia Kembali Terima 8 Juta Dosis Vaksin Bulk Sinovac

Kedatangan vaksin ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga seluruh bangsa Indonesia dari bahaya Covid-19.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Komunitas Rahasia Gadis Edukasi Perempuan untuk Ciptakan Support System

Komunitas Rahasia Gadis ingin perempuan Indonesia belajar untuk menjadi pemimpin dalam lingkungannya sendiri guna membuat support system yang baik.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

IDI dan Legislator Apresiasi Cairnya Insentif Tenaga Kesehatan

Mendagri meminta pemerintah daerah yang belum menunaikan kewajiban tersebut dituntut segera memenuhi insentif bagi tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Tunggakan Dispute Klaim RS Rp 9 Triliun, Kemkes Bentuk 34 Tim di Daerah

Tim-tim di provinsi ini akan merekrut tenaga untuk melakukan verifikasi atau review terhadap klaim-klaim dispute.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Penuhi Kebutuhan Oksigen Medis, Kemkes Bekerja Sama dengan Berbagai Pihak

Mulai dari konversi kebutuhan oksigen untuk industri gas menjadi oksigen medis sampai melakukan impor oksigen.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Jumlah Vaksinasi Nakes dan Petugas Publik Lampaui Target, Ini Penjelasan Kemkes

Saat itu calon nakes dan petugas layanan publik tambahan ini belum lulus dari pendidikan.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Kemkes: RS Harus Ajukan Klaim Covid-19 Maksimal 2 Bulan Setelah Pelayanan

Demi menghindari menumpuknya tunggakan klaim Covid-19 dari RS, pemerintah meminta pengajuan klaim dilakukan maksimal 2 bulan setelah berjalannya pelayanan.

KESEHATAN | 22 Juli 2021

Rumah Sakit di Kota Tangerang Masih Terima Pasien Non-Covid-19

Rumah sakit (RS) di Kota Tangerang masih menerima pasien non-Covid-19. Masyarakat diharapkan tidak khawatir.

KESEHATAN | 21 Juli 2021

Luhut: PPKM Berdasarkan Level Sesuai Arahan Presiden

Menurut Luhut, nantinya bakal ada PPKM level 1 hingga level 4.

KESEHATAN | 21 Juli 2021


TAG POPULER

# Greysia Polii


# Bupati Seram Bagian Barat Meninggal


# Update Covid-19


# Vaksinasi Covid-19


# Olimpiade Tokyo



TERKINI

Polda Sumsel Periksa Anak Akidi Tio Soal Dana Hibah 2 Triliun

NASIONAL | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS