BKKBN: Remaja Harus Paham Kesehatan Reproduksi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BKKBN: Remaja Harus Paham Kesehatan Reproduksi

Jumat, 23 Juli 2021 | 09:20 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, data sensus penduduk tahun 2020, jumlah remaja usia 10 – 24 tahun sebanyak 67 juta jiwa atau 24% dari total penduduk Indonesia. Oleh karena itu, remaja menjadi fokus perhatian dalam pembangunan nasional.

Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN, Mukhtar Bakti mengatakan, salah satu tugas program prioritas nasional BKKBN adalah kesehatan reproduksi.

Dalam hal ini, fokus pada peningkatan pengetahuan dan akses layanan kesehatan reproduksi bagi remaja agar mereka paham akan pentingnya kesehatan reproduksi.

Ia menyebutkan, masalah kesehatan reproduksi pada remaja berkaitan erat dengan perilaku remaja yang berisiko, di antaranya yaitu merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, dan melakukan hubungan seksual pranikah.

"Perilaku berisiko remaja disebabkan oleh rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Di mana dapat berisiko memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, di antaranya terkait penyakit menular seksual dan kelahiran pada remaja yang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan," kata Mukhtar dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Jumat (23/72021).

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan, sebetulnya tidak sulit menjadi remaja yang melek kesehatan reproduksi bisa dimulai dari hal ringan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, remaja perempuan harus mengetahui menstruasi, sayangnya banyak yang tidak tahu mengenai menstruasi.

"Kalau ditanya kapan batas umur menstruasi dan mengapa belum menstruasi banyak yg tidak tahu," kata Hasto.

Ia menambahkan, ketidaktahuan ini menyebabkan tingginya angka anemia. Pasalnya, remaja akan melakukan diet ketat ketika akan menikah dan tidak melakukan pemeriksaan hemoglobin (hb) sehingga tidak mengetahui hemoglobinnya rendah menyebabkan anemia.

Hasto menyebutkan, ketika hamil dalam keadaan anemia, maka anaknya akan menjadi stunting. Saat ini hampir 43% lebih wanita hamil dalam keadaan anemia, anaknya kemudian mengalami stunting.

"Ini sangat sederhana sekali, karena mereka tidak sadar bahwa kalau menstruasi ternyata mengeluarkan darah kurang lebih 200cc setiap menstruasi, berarti setelah mengeluarkan darah 200cc asupan gizinya harus cukup supaya tidak anemia," terang Hasto.

Hasto juga menyebutkan, masalah reproduksi lainnya adalah, ada wanita yang hamil di bawah umur 21 tahun yakni pada kisaran 14,15 dan 16 tahun. Padahal Tuhan menciptakan panggul perempuan dewasa hanya berukuran 10 cm yang sesuai dengan ukuran kepala bayi, tetapi banyak remaja yang tidak mengerti kawin di bawah usia 21 tahun bisa menyebabkan kematian bayi dan pendarahan pada ibu.

Dikatakan Hasto, remaja perempuan yang sudah hamil di bawah usia 21 tahun tidak bisa tambah tinggi karena tulangnya diambil oleh bayinya.

"Perempuan itu kalau sudah umur 50 tahun mulai menopause tulangnya keropos sehingga mudah patah ketika jatuh, dan itu ada hubungannya waktu hamil terlalu muda," ungkapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Turun, RSDC Wisma Atlet Semakin Sepi

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran saat ini sebanyak 341 orang.

KESEHATAN | 26 September 2021

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021




TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

DUNIA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings