Mengenal Jenis Hepatitis dan Penanggulangannya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengenal Jenis Hepatitis dan Penanggulangannya

Rabu, 28 Juli 2021 | 08:42 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Hepatitis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Bahkan, lebih dari satu juta jiwa meninggal tiap tahun karena virus ini.

Tema Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah Hepatitis Tidak Bisa Menunggu, untuk menyampaikan seruan urgensi sebagai upaya membebaskan masyarakat dunia dari hepatitis pada 2030.

Ada lima jenis hepatitis yang dikenal di dunia yakni A, B, C, D, dan E. Kelima virus tersebut memiliki sejumlah perbedaan dalam penyebaran dan masalah kesehatan yang dihasilkannya.

Untuk lebih mengetahui tentang virus hepatitis, berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis, penyebab, gejala dan pengobatan mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Rabu.

Hepatitis A
Hepatitis A adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi.

Hepatitis A sangat menular. Ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus -bahkan dalam jumlah mikroskopis- melalui kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi atau melalui makan-makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga 2 bulan termasuk kelelahan, mual, sakit perut, dan penyakit kuning. Hepatitis A kebanyakan tidak akan menjadi penyakit jangka panjang.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis B
Ini adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Hal ini bisa terjadi melalui kontak seksual, berbagi jarum suntik, alat suntik, atau dari ibu ke bayi saat lahir. Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejalanya bisa berupa kelelahan, nafsu makan buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Bagi sebagian besar orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek. Namun bisa juga menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis atau kanker hati.

Risiko infeksi kronis terkait dengan usia saat terinfeksi. Sekitar 90 persen bayi dengan hepatitis B terus berkembang menjadi infeksi kronis, sedangkan orang dewasa yang terkena hepatitis B hanya 2-6 persen yang menjadi infeksi kronis.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis C
Ini adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Saat ini, kebanyakan orang terinfeksi virus hepatitis C dengan berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba.

Untuk beberapa orang hepatitis C adalah penyakit jangka pendek, tetapi bagi yang lainnya akan menjadi infeksi kronis jangka panjang. Hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis kebanyakan tidak memiliki gejala dan tidak merasa sakit. Jika gejala muncul, seringkali merupakan tanda penyakit hati lanjut.

Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, terutama penggunaan narkoba jarum suntik.

Melakukan tes hepatitis C sangatlah penting, karena perawatan dini dapat menyembuhkan pasien dalam 8 sampai 12 minggu.

Hepatitis D
Hepatitis D juga dikenal sebagai hepatitis delta yang merupakan infeksi hati oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D hanya terjadi pada orang yang juga terinfeksi virus hepatitis B.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Hepatitis D bisa menjadi infeksi akut jangka pendek atau menjadi infeksi kronis jangka panjang.

Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian. Orang dapat terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis D secara bersamaan atau dikenal sebagai koinfeksi atau terkena hepatitis D setelah pertama kali terinfeksi virus hepatitis B (dikenal sebagai superinfeksi).

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D. Namun, pencegahan hepatitis B dengan vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D.

Hepatitis E
Ini merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). HEV ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi.

Hepatitis E menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus, bahkan dalam jumlah mikroskopis. Di negara berkembang, orang paling sering terkena hepatitis E dari air minum yang terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi virus.

Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya di mana hepatitis E jarang terjadi, seseorang bisa menderita sakit hepatitis E setelah makan daging babi mentah atau setengah matang, daging rusa, daging babi hutan, atau kerang.

Dulu, sebagian besar kasus di negara maju melibatkan orang yang baru saja bepergian ke negara-negara di mana hepatitis E biasa terjadi. Gejala hepatitis E dapat mencakup kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Namun, banyak orang dengan hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala. Kecuali untuk hepatitis E kronis yang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Kebanyakan orang akan pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi. Tidak ada vaksin untuk hepatitis E saat ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pembukaan Sektor Sosial Masyarakat, Satgas: Tak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan

Wiku Adisasmito mengatakan, pembukaan sektor sosial masyarakat atau kegiatan berskala besar secara bertahap tidak perlu dikhawatirkan

KESEHATAN | 28 September 2021

Belajar dari Kasus Covid-19 di Singapura, Dubes Minta Pintu Masuk ke Indonesia Diperketat

Pandemi Covid-19 di Singapura kembali mengalami lonjakan kasus, padahal penduduk negeri ini dikenal sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 28 September 2021

Wiku: Disiplin Prokes meski Kasus Menurun

Wiku Adisasmito meminta masyarakat wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat, meski kasus Covid-19 menurun

KESEHATAN | 28 September 2021

Satgas: Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah Batasi Pintu Masuk Indonesia

Sonny Harry Harmadi menegaskan, pemerintah sudah mulai membatasi titik-titik pintu masuk ke Indonesia guna mencegah masuknya varian baru Covid-19

KESEHATAN | 28 September 2021

Menko PMK: 3 Provinsi Diprediksi Alami Kenaikan Angka Stunting

Muhadjir Effendy menyatakan, terdapat tiga provinsi di Indonesia yang diprediksi mengalami kenaikan angka stunting (kekerdilan)

KESEHATAN | 28 September 2021

Update Covid-19: Total Kesembuhan Capai 4.031.099

Pengendalian Covid-19 makin membaik, dengan tingkat kesembuhan hari ini yang yang mencapai 4.031.099 pasien dan positivity rate bertahan di 1%

KESEHATAN | 28 September 2021

Pakar: Disesuaikan Level PPKM Wilayah, Aktivitas Masyarakat Harus Hati-hati

Pakar biostatistik Iwan Ariawan menyarankan masyarakat agar tetap beraktivitas dengan hati-hati sesuai level PPKM di wilayah masing-masing.

KESEHATAN | 28 September 2021

Patuh Prokes dan Mau Divaksinasi, Kunci Tekan Transmisi Covid-19

Dicky Chresthover Pelupessy dari UI menyatakan kunci menekan transmisi Covid-19 adalah perilaku patuh para protokol kesehatan (prokes) dan mau divaksinasi.

KESEHATAN | 28 September 2021

Lewat Hackathon 2021, BPJS Kesehatan Jaring Bakat Teknologi Informasi Kesehatan

Sekitar 12 karya terbaik dari anak bangsa di seluruh Indonesia menjadi pemenang kompetisi Hackathon 2021 BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 28 September 2021

Pfizer Mulai Studi Obat Oral untuk Covid-19

Pfizer menyatakan telah memulai studi tahap pertengahan hingga akhir yang menguji obat antivirus oral untuk Covid-19.

KESEHATAN | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

BOLA | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings