HCC Keluarkan 7 Rekomendasi Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

HCC Keluarkan 7 Rekomendasi Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Indonesia

Jumat, 30 Juli 2021 | 08:50 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Studi literatur dan konsensus ahli yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) memberikan tujuh rekomendasi dan usulan logis untuk membantu Pemerintah Indonesia memaksimalkan upaya pemenuhan kesehatan anak Indonesia. Langkah ini menyusul hasil penelitian HCC, bahwa ada lima hak kesehatan anak Indonesia yang hingga kini belum dipenuhi oleh negara serta masih menghadapi banyak tantangan.

Ada pun lima hak anak kesehatan anak Indonesia itu terdiri atas (1) hak untuk terbebas dari masalah gizi buruk/gizi kurang, gizi lebih; (2) hak untuk mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan secara umum dan layanan kesehatan mental pada anak belum terpenuhi secara optimal; (3) hak pengasuhan dari orang tua dan komunitas yang belum terlindungi; (4) hak terhadap akses pendidikan, terutama pendidikan kesehatan di lembaga pendidikan (sekolah) yang belum fokus; serta (5) hak untuk dilahirkan dengan selamat dan hidup dengan kualitas hidup sehat yang baik (mengingat angka kematian pada neonatal, bayi, balita masih sangat tinggi).

Menurut Founder dan Chairman HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, studi itu dilakukan guna menjawab pertanyaan besar terkait apakah setelah 75 tahun merdeka, hak anak Indonesia sudah terlindungi dan dipenuhi oleh negara atau belum.

Berdasarkan analisis konsesus ahli secara daring serta kajian literatur dengan deskripsi makro, lima hak anak Indonesia yang belum terpenuhi ini adalah hak mendasar yang sebenarnya merupakan masalah klasik yang sudah dialami bangsa ini sejak puluhan tahun silam. Ini artinya ada poin-poin prinsip yang menurut konsensus ahli belum sesuai dengan komitmen bangsa Indonesia, yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak.

Dr Ray menambahkan konsensus ahli yang dicapai dari penelitian itu turut menghadirkan rekomendasi yang diharapkan dapat membantu negara memaksimalkan upaya pemenuhan kesehatan anak Indonesia.

Hasil konsensus ahli merekomendasi 7 intervensi yaitu: (1) Percepatan dan pengembangan integrasi program kesehatan anak dengan berbagai lintas sektor, (2) Mempererat komitmen pemangku kepentingan dalam penyelesaian persoalan kesehatan pada anak, (3) Pengembangan intervensi edukasi untuk masyarakat dan sasaran utama program kesehatan anak, (4) Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk ketersediaan dan akses layanan kesehatan anak, (5) Mendorong inisiasi, pembuatan dan implementasi kebijakan berbasis bukti untuk mengatasi persoalan kesehatan anak, (6) Memperkuat desentralisasi program kesehatan anak sesuai dengan kebutuhan lokal, (7) Penyediaan/pengembangan fasilitas kesehatan ramah dan inklusif terhadap anak dengan disabilitas.

“Tujuh rekomendasi ini sangat dinamis namun esensial mengingat beberapa poin yang datang dari rekomendasi ahli adalah aspek yang selama ini belum jadi fokus prioritas, seperti kesehatan mental dan hak inklusivitas anak dengan disabilitas. Aspek penangan risiko anak Indonesia selama pandemi juga menjadi salah satu poin rekomendasi dalam pengembangan integrasi program kesehatan anak,” ujar Dr Ray dalam konferensi pers "Hasil Survei Penelitian Hak Kesehatan Anak Indonesia" yang digelar virtual dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, pada Kamis (29/7).

Masalah Kesehatan Anak

Menanggapi kondisi pandemi Covid-19, para ahli dan praktisi berpendapat bahwa hal tersebut dapat memperberat persoalan kesehatan anak. Secara spesifik, terdapat tiga dampak utama yakni kesehatan, psikologis dan tumbuh kembang anak.

“Para ahli dan praktisi juga menyatakan bahwa dapat dimungkinkan terjadi missing generation pada anak-anak yang lahir, dan berkembang di masa pandemi,” tutur Dr Ray.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Nasional 2019-2021, Tristania Faisa Adam dan salah seorang pakar yang terlibat dalam penelitian konsensus ahli Hak Kesehatan Anak mengungkapkan, populasi anak menjadi salah satu komponen masyarakat yang perlu mendapat perhatian ekstra dan prioritas. Pasalnya, anak adalah kelompok rentan yang sangat bergantung dari kebijakan dan perlindungan negara.

“Konsensus ahli dan rekomendasi dari penelitian ini sangat relevan dan dapat menjadi bagian dari kebijakan publik pemerintah untuk memaksimalkan perlindungan hak anak Indonesia. Jadi jangan hanya melihat hasil penelitian ini sebagai rekomendasi diatas kertas saja, tapi keterlibatan 36 pakar dari 13 provinsi ini memiliki validitas kuat untuk didengarkan seluruh pihak terutama pemerintah,” katanya.

Sebagai informasi, tercatat ada 36 ahli dan praktisi kesehatan anak yang terlibat dalam penelitian ini dan berasal dari 13 provinsi di Indonesia, di antaranya adalah Aceh, Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Tengah, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan ragam profesi, ahli dan praktisi tersebut terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum, ahli gizi klinis, perawat, farmasis, psikolog klinis, konselor, promotor kesehatan, dosen, peneliti, konsultan, guru serta aktivis pergerakan dari organisasi masyarakat sipil kesehatan anak, gender dan berbasis keagamaan.

Di samping itu HCC meyakini, bahwa Konsensus Ahli dan Praktisi Kesehatan Anak dalam meninjau pemenuhan hak kesehatan anak dapat menjadi diskursus bersama lintas sektor untuk saling berkolaborasi dan mengoptimalkan kembali daya dan upaya untuk memenuhi hak-hak kesehatan anak. Lebih lagi, paket rekomendasi intervensi dari konsensus ini juga dapat menjadi acuan advokasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

BOLA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings